Beasts Master

Beasts Master
Keputusan Yang Dibuat Raja Zhao Tian



Zhao Jian sedang memperhatikan tumpukan berkas perkara di atas meja kerjanya. Namun, tiba-tiba Pengawal Naga Surgawi mendatanginya dan memintanya segera menuju istana, Kerajaan Zhao.


Saat Zhao Jian bertanya kenapa Raja Zhao Tian memanggilnya, Pengawal Naga Surgawi itu tidak mengatakan apapun karena ia hanya diperintahkan memanggil Zhao Jian saja.


“Aku merasa ada yang tidak beres! Mungkinkah Gui Dao Kekaisaran Jiang telah mendekati Gui Dao Kerajaan Zhao? Karena sudah sebulan berlalunya peristiwa kudeta yang dilakukan oleh Klan Lin yang dibantu oleh ahli beladiri dari Kekaisaran Jiang tersebut!” gumam Zhao Jian berspekulasi.


Beberapa saat kemudian, Zhao Jian memasuki istana dan Ketiga Pangeran lainnya telah berkumpul di sana bersama Hakim Agung, penasihat Raja dan Patriark Klan Liu.


Zhao Jian segera menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat pada Raja Zhao Tian dan semua yang hadir di sana.


“Karena semua telah berkumpul di sini, maka aku akan langsung ke intinya saja!” seru Raja Zhao Tian dengan ekspresi wajah serius. “Zhao Yi telah merasakan kalau Gui Dao Kekaisaran Jiang telah mendekati kita. Mungkin besok pagi mereka akan menabrak Gui Dao kecil kita ini!”


Wajahnya langsung sedih, nasib jutaan penduduk Kerajaan Zhao bergantung bagaimana keputusan yang dibuat oleh Kaisar, Kekaisaran Jiang.


“Aku akan bernegosiasi dengan Kaisar, Kekaisaran Jiang dan mungkin kita akan ditumbalkan asalkan penduduk tak berdosa diterima oleh mereka.” Raja Zhao Tian yang selalu tersenyum cerah itu tiba-tiba meneteskan air mata. “Kalian bebas mengambil jalan kalian masing-masing, mungkin kabur dari Gui Dao kita dan mencari peruntungan di lautan luas—mana tahu kalian menemukan Gui Dao lain untuk memulai kehidupan baru!”


Pangeran Pertama segera bertekuk lutut dan menangkupkan tinju. “Aku sebagai anak tertua akan selalu berada di sisi ayah dan siap untuk mati demi jutaan penduduk Kerajaan Zhao!”


“Zhao Er juga akan mendukung apapun yang ayah putuskan!”


“Zhao San juga!”


Hanya Zhao Jian yang terdiam sehingga semua orang yang ada di ruangan itu menatapnya, karena dari kecil ia sangat jarang berinteraksi dengan ayahnya dan saudara-saudaranya.


“Zhao Jian juga!” sahutnya sembari menangkupkan tinju.


“Orang-orang tua seperti kita juga akan menerima keputusan yang dibuat oleh Yang Mulia Raja.” Patriark Klan Liu berkata sembari tersenyum. “Yah, walaupun aku berharap mereka membebaskan Menantuku dan Putriku. Namun, kita hanya berharap kemurahan hati Kaisar saja agar apa yang kuharapkan ini terwujud ha-ha-ha ....”


Semua orang di ruangan itu menjadi terdiam karena membayangkan nasib yang akan mereka hadapi besok.


“Oh, ya... siapa tawanan yang akan kita kirim untuk mengatakan permintaan kita pada Kekaisaran Jiang. Kalau tak ada yang kita kirim, takutnya mereka malah melakukan serangan penuh pada Gui Dao kita!” seru Raja Zhao Tian.


“Oh, Ranah Tianzun itu, ya ...,“ sahut Raja Zhao Tian. “Ya, Zhao Yi akan mengatur pembebasannya dan kalian semua istirahat saja serta tidak perlu bekerja lagi.”


“Baik Yang Mulia!” sahut Zhao Jian dan yang lainnya sembari meninggalkan istana.


Zhao Jian tidak langsung pulang ke kediamannya, ia justru menuju pinggir pantai sembari mengingat pertemuan pertamanya dengan Ketiga Beast-nya.


Violet, Huli Jing dan Daji pun keluar dari cincin penyimpanannya, mereka langsung berubah wujud ke bentuk wanita cantik.


Namun, Zhao Jian tidak menyapa mereka seperti biasanya, karena tatapan matanya lurus ke hamparan lautan yang tidak berujung tersebut.


Ketiga Beast itu juga memilih diam saja, karena mereka sudah tahu malapetaka yang akan dihadapi oleh Kerajaan Zhao. Walaupun mereka ingin membantu tuan mereka, akan tetapi mereka tidak memiliki kekuatan untuk menghadapi musuh tersebut, karena basis kultivasi Kaisar Jiang adalah Ranah Immortal atau selangkah lagi ia akan mencapai Ranah World Master, puncak dari Ranah beladiri.


Tiga batang dupa telah berlalu, Zhao Jian masih melamun di pinggir pantai—sehingga ketiga Beast-nya menjadi khawatir.


“Tuan Jian... lebih baik tuan pulang, Nona Ruxu pasti telah menunggumu! Tuan harus memanfaatkan waktu yang tersisa ini daripada tuan menyesal nantinya!” seru Violet sembari menepuk pundak Zhao Jian.


Zhao Jian tersenyum menatap mereka dan menarik napas dalam-dalam. “Selama ini aku selalu mendapatkan bantuan dari kalian dan aku belum pernah mengucapkan terimakasih. Kini aku akan mengucapkan terimakasih telah menemaniku selama ini walaupun sangat singkat. Namun, aku sangat senang... apakah ada yang kalian inginkan, mungkin aku bisa mewujudkannya?”


Ketiga Beast-nya itu tersenyum cerah dan segera memeluk Zhao Jian—sehingga Zhao Jian bingung, apakah Ketiga Beast-nya ini memiliki pemikiran mesumm.


Mereka mencium Zhao Jian sembari tersenyum cerah. “Tuan Jian... kami juga senang bersamamu dan kami siap berjuang hingga hingga tetes darah terakhir bersamamu! Kami tidak akan membiarkan ahli beladiri Kekaisaran Jiang menyentuhmu begitu saja!” sahut Violet.


“Hmm!” Daji menganggukkan kepala.


“Benar! Aku akan membekukan mereka!” seru Huli Jing sembari memeluk Zhao Jian sekali lagi.


Zhao Jian tersenyum dan mengelus kepala mereka, dia tidak menyangka ketiga Beast-nya akan setia bersamanya walaupun akan menuju lembah kematian.


“Hmm, sepertinya kita harus pulang. Aku takut Liu Ruxu pasti sangat mengkhawatirkan diriku karena menghilang tiba-tiba dari gedung pengadilan!” Zhao Jian segera berdiri sembari masih menatap matahari yang hampir tenggelam ditelan lautan tersebut.