
Zhao Jian akhirnya berhasil menerobos ke Ranah Immortal, Violet dan Pemimpin Serigala Iblis juga mendapatkan manfaat dari terobosan Kultivasi Zhao Jian itu, keduanya mencapai Ranah Immortal juga.
Ayam Jago dan Gaoer juga menerima manfaat dari terobosan Kultivasi Zhao Jian, keduanya naik ke Ranah Paramita.
15 Beast Serigala Iblis, 10 Beast Beruang, Beast Kera Putih, Beast Ular Tujuh Warna, 3 Beast Harimau, dan 25 Beast Babi juga mencapai Ranah Paramita.
Untuk Beast yang naik ke Ranah Saint adalah 5 Beast Beruang, 50 Beast Kera Putih, 100 Beast Babi, 10 Beast Harimau.
15 Beast Beruang dan Dua Ular Piton mencapai Ranah Tianzun, sedangkan Daji dan Huli Jing tidak mendapatkan manfaat dari terobosan Kultivasi Zhao Jian karena keduanya menggunakan metode berbeda dalam berkultivasi.
Zhao Jian kini memiliki banyak Beast karena selama ia melakukan meditasi tertutup, Beast Kera Putih kembali ke gerombolannya dan membawa mereka ke hadapan Zhao Jian.
Gerombolan Beast Serigala Iblis juga menaklukkan Beast-Beast di hutan disekitar mereka, saat Zhao Jian selesai menyerap energi spiritual herbal Shi Hua dan mencapai Puncak Ranah Paramita dia menyuruh semua Beast kembali agar tidak menarik perhatian para Kultivator, karena dia akan menyerap energi spiritual dari Kristal Beast Hiu.
Tak lupa sebelum berkultivasi lagi, dia melakukan kontrak jiwa dengan Beast-Beast yang diburu oleh peliharaan barunya itu agar semua Beast itu terikat takdir dengannya dan mereka mendapatkan manfaat dari terobosan Kultivasinya.
“Rasanya aku sudah seperti tokoh utama yang dapat menggetarkan langit saja!” Zhao Jian tersenyum bangga merasakan fluktuasi energi spiritual di dalam Dantian-nya.
Dia segera menarik napas dalam-dalam, dan berpikir tidak boleh berpuas diri terlalu cepat karena diluar sana masih banyak Kultivator yang jauh lebih hebat darinya.
Dia menoleh ke sekelilingnya dan terkejut, “Ini seperti kebun binatang saja? Hmm, banyak sekali Babi hutannya?”
Karena melakukan kontrak jiwa dengan tergesa-gesa, Zhao Jian tidak memperhatikan Beast jenis apa yang dibawa oleh Beast Serigala Iblis dan Kera Putih.
“Ah, alamak... aku harus banting tulang lebih keras kedepannya nih!” Zhao Jian tersenyum masam, karena butuh sumberdaya besar untuk merawat mereka. “Ah, tidak apa-apa lah, justru mereka akan menjadi tameng yang bagus di masa depan!“ pikirnya lagi menenangkan hatinya.
Beast Babi berkeringat dingin mendengar ucapan Zhao Jian, mereka tidak menyangka ternyata mereka sebenarnya tidak dibutuhkan.
Hati mereka terasa sakit, tetapi mereka berpikir juga lebih baik seperti ini daripada dibunuh seperti rekan-rekan mereka yang lain. Kristal Beast mereka diambil oleh para Manusia dan agar tidak bernasib sama dengan rekan-rekannya itu, mereka terpaksa mengembara agar tidak ditemukan oleh para Manusia.
“Baiklah, kalian harus disembunyikan karena aura kalian akan menarik perhatian para pemburu Beast!” seru Zhao Jian memindahkan Beast-Beast itu ke dalam Tas Sihirnya, hanya Ayam Jago, Gaoer dan Daji yang tersisa di sana.
“Apakah kita langsung menuju Kota terdekat, tuan Jian?” tanya Ayam Jago sudah tidak sabar ingin melihat sejauh mana lompatannya kini setelah mencapai Ranah Paramita.
Zhao Jian mengangguk setuju dan langsung duduk disebelah Daji yang hanyut dalam meditasinya.
Saat Ayam Jago hendak melakukan lompatan, tiba-tiba Pria tua muncul di langit dan memandang mereka dengan tatapan tajam.
“Apa orang-orang di Dinasti Gu Agung ini berdarah panas, ya?” pikirnya, makanya mereka selalu baku hantam saat melihat sosok yang tidak mereka kenali.
Zhao Jian tahu sosok di langit ini adalah Ranah World Master walaupun aura yang ia pancarkan tidak sekuat Kaisar Jiang Long. Namun, World Master tetaplah World Master, lebih baik tidak menyinggung perasaannya.
Dia pun menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat, sudut bibirnya memancarkan senyuman tipis sembari menyapa, “Yao Jian menyapa senior!”
Kini ia menggunakan nama keluarga Yao karena Klan Yao adalah Klan kecil di Kota Dishan, maka tidak akan ada yang mencurigai identitasnya bila meminjam nama Klan Penatua Yao Qiulin tersebut.
Namun, Pria tua itu tetap bersikap dingin sehingga Zhao Jian semakin merasa ada yang tidak beres.
Dia tidak mengetahui kalau Pria tua itu sebenarnya sudah mengetahui identitasnya dan tidak mungkin dapat dikelabui hanya dengan mengganti nama saja.
“Semuanya bersiap menghadapi Kakek Legend ini!” Zhao Jian mengirim suara telepati pada Beast-Beastnya.
“Sial! Baru juga bernapas lega, sudah mau dikirim ke gerbang reinkarnasi!” gerutu Beast Babi ketakutan, karena diantara semua peliharaan Zhao Jian——Ras mereka lah yang termasuk kategori Beast tingkat rendah dan tidak ada catatan dalam sejarah, seseorang Beast Master melakukan kontrak jiwa dengan Beast Babi. Para Beast Master pasti lebih memilih Beast jenis lain yang terlihat lebih sangar atau lebih imut seperti Beast Kucing.
Violet, Pemimpin Serigala Iblis, Huli Jing dan Daji segera menganggukkan kepala merespon seruan Zhao Jian. Sementara Ayam Jago langsung berkeringat dingin merasa tertekan dengan aura Pria tua itu padahal ia sudah mencapai Ranah Paramita.
“Sial! Sepertinya aku terlalu cepat untuk menjadi sombong, padahal aku mengira akan dapat membusungkan dada saat berjalan dihadapan para Manusia!” gerutunya dalam benaknya.
Suasana hening cukup lama, Zhao Jian tetap menangkupkan tinju dan menunggu Pria tua itu merespon sapaannya.
Pria tua itu mengelus-elus janggutnya dan berkata, “Baru beberapa bulan memasuki Dinasti Gu Agung, Anda sudah mencapai Ranah Immortal. Hebat sekali, tetapi... sayang sekali, bakat hebat itu harus berakhir ditangan tua ini!”
“Eh?” Zhao Jian terkejut mendengarnya. “Benar-benar Kakek Legend, sat-set langsung membunuh seseorang yang tidak ia sukai!” gerutunya sembari menghunus Pedang Keadilan.
Zhao Jian yakin, bagaimanapun dia membujuk Pria tua ini, dia pasti tetap akan membunuhnya. Sekarang, bualan jenis apa yang akan membuatnya takut? Apakah ia harus menggunakan nama Gu Jian lagi? Namun, itu tidak akan berhasil karena ia sudah terlanjur menggunakan nama Yao Jian tadi.
Pikiran Zhao Jian menjadi kacau karena basis Kultivasi Pria tua itu sangat tinggi, dia tidak yakin apakah dapat bertahan walaupun dibantu oleh Beast-Beastnya.
“Senior sedang bercanda, kan?” selidik Zhao Jian tersenyum masam. “Junior ini tidak mengenal senior, bolehkah aku bertanya hal apa yang membuat senior membenciku?” katanya lagi.
Pria tua itu tertawa terkekeh-kekeh dan berkata, “Kuakui, tidak ada dendam diantara kita. Namun, aku membunuhmu karena kau adalah Zhao Jian!”
Zhao Jian terkejut mendengarnya dan tidak menyangka indentitasnya telah terbongkar.