Beasts Master

Beasts Master
Kemunculan Sosok Berjubah Emas



Seratus mil dari Sekte Naga Surgawi, Yao Qiulin sedang dikejar oleh Kultivator bawahan Ye Mo.


Dia terluka cukup parah, untung saja ada murid Sekte Naga Surgawi yang mau memapahnya keluar dari medan Perang. Namun, naas, saat mereka hendak menuju ibukota Dinasti Gu Agung, sekelompok Kultivator bawahan Ye Mo mencegat mereka.


“Nak, kalian tinggalkan saja aku!” kata Yao Qiulin merasa dirinya hanya memperlambat pelarian murid-murid Sekte Naga Surgawi itu. Kalau dirinya terus ikut dengan mereka, dia yakin dirinya hanya akan membawa mereka ikut bersamanya ke dalam kematian.


“Tapi?” Pemuda yang memapahnya enggan menuruti permintaan Yao Qiulin. Namun, rekan-rekannya yang lain menatapnya dengan tatapan seperti mengatakan untuk menuruti keinginan Yao Qiulin karena mereka tidak ingin mati. Setelah menarik napas dalam-dalam dia pun menjawab, “Baiklah... maafkan aku Paman Yao... percayalah aku menjaga ketiga cucumu dengan baik!”


Yao Qiulin tersenyum hangat dan melambaikan tangan agar mereka segera pergi. Dia sangat lega, Pemuda itu akan menjaga Yao Ming setelah ia menceritakan tentang mereka padanya.


“Ah, aku sudah tua dan tidak sekuat sewaktu muda dulu, ha-ha-ha... bahkan aku tidak dapat melukai satu orang musuh pun!” gumamnya sembari memejamkan matanya, dia tidak ingin melihat bagaimana musuh akan membunuhnya.


Sekelompok Kultivator bawahan Ye Mo berhenti berlari di hadapan Yao Qiulin, salah seorang dari mereka memeriksa apakah Yao Qiulin masih hidup.


“Dia berpura-pura mati!” seru Kultivator yang memeriksa denyut nadi Yao Qiulin sembari menyeringai jahat.


“Jangan bermain-main! Bunuh dengan cepat, kita harus menangkap para Pemuda itu!” seru Ranah World Master yang merupakan pemimpin kelompok mereka.


Ranah World Master itu berasal dari Sekte kecil dan dia ingin menjadikan murid-murid Sekte Naga Surgawi itu menjadi murid Sektenya.


Dia sangat menyayangkan bila murid-murid berbakat itu dilenyapkan, dengan bakat mereka yang hebat tersebut dia yakin Sektenya di masa depan akan naik tingkat dan tidak menutup kemungkinan akan menjadi Sekte besar.


Bukan hanya dia yang berpikir seperti itu, Sekte-Sekte lain juga berpikiran sama. Makanya diluar medan Perang banyak bawahan Ye Mo yang berkeliaran, mereka akan membunuh Kultivator tua dan membiarkan Kultivator muda tetap hidup asalkan mau bergabung dengan Sekte mereka.


“He-he-he... baiklah Penatua!” sahut Kultivator yang memeriksa denyut nadi Yao Qiulin sembari mengayunkan Pedang ke arah leher Yao Qiulin. “Pak tua... jangan membenciku, salahkan saja dirimu sendiri kenapa kau sangat lemah!” ejeknya.


Bilah Pedang Kultivator itu melesat dengan cepat ke leher Yao Qiulin, tetapi tiba-tiba suhu udara disekitar mereka turun dan bukit kecil didepan mereka berubah menjadi bongkahan es yang terus menjalar ke arah mereka.


“Penatua!” Kultivator itu panik dan mundur beberapa langkah. “Apakah ada musuh kuat yang mendekat?” tebaknya berspekulasi.


Penatua itu mengerutkan keningnya dan menatap tajam ke puncak bukit kecil. Dia bingung, kenapa masih ada Ranah World Master diluar medan Perang dan dia merasakan energi spiritual Es yang mendekat ini sangat kuat, tubuhnya saja sampai kedinginan padahal ia memiliki energi spiritual Api.


“Berkumpul ke belakangku!” seru Penatua itu, tubuhnya tiba-tiba diselimuti energi spiritual Api.


Murid-muridnya sangat senang melihat Penatua itu menggunakan tehnik tubuh apinya.


“Sudah lama aku tidak melihat Penatua menggunakan tubuh Api Iblis itu, pasti lawan yang muncul ini adalah Ranah World Master!” kata salah satu muridnya.


“Kira-kira siapa yang lebih kuat antara Penatua dengan musuh ini?” tanya murid yang lain.


Murid yang ditanyai itu menggelengkan kepala. “Aku tidak tahu, ini pertama kali aku melihat seorang Kultivator melepaskan energi spiritual dengan radius yang sangat luas!” sahutnya.


Dia tidak membantah dan diam-diam setuju. Namun, entah mengapa ia merasa musuh yang muncul ini lebih kuat dari Penatuanya yang merupakan yang terkuat kedua di Sektenya itu.


Pemuda berjubah emas yang menunggangi Beast Ayam Surgawi bertubuh besar dan gemuk muncul di Puncak Bukit kecil.


“Ranah World Master!”


Mereka langsung panik karena bila terjadi pertarungan maka itu dapat berimbas pada mereka.


Murid-murid Sekte Naga Surgawi yang telah melarikan diri menoleh ke belakang karena merasakan sensasi dingin di punggung mereka.


“Siapa itu? Apakah dia Kultivator Dinasti Gu Agung? Kenapa aku belum pernah melihatnya?” Salah satu diantara mereka berkata, padahal biasanya Pemuda yang mencapai Ranah World Master akan topik utama obrolan seperti Lu Xiaoran.


“Entahlah, tetapi sepertinya dia di pihak kita!” sahut yang lain karena bawahan Ye Mo itu ketakutan melihat Pemuda itu.


Ayam Jago mengepakkan sayapnya dan membusungkan dada. “Hei, kalian semut-semut kecil di sana!” katanya dengan sombong. “Hentikan pertikaian ini, tuanku Hakim Surgawi yang diutus oleh Surga akan mengirim kalian ke alam kematian bila tetap nekat berbuat jahat. Karena kalian hanya bidak yang dikendalikan oleh orang lain maka ia akan mengampuni kalian bila kalian bersedia berhenti ikut dalam pertikaian ini!”


Zhao Jian tersenyum mendengar ucapan Ayam Jago yang terdengar seperti orator ulung tersebut.


Dia menaruh kedua tangannya ke belakang dan mengunci pandangannya pada Penatua bertubuh Api Iblis itu.


Penatua itu merasakan serangan Spritual yang kuat dan membuat Api Iblisnya padam, dia sangat terkejut dan sangat marah karena merasa harga dirinya diremehkan oleh Pemuda sombong itu.


Namun, di belakangnya, murid-muridnya langsung panik dan ketakutan. Mereka merasa sudah tidak ada harapan lagi walaupun Penatuanya mengeluarkan kembali Api Iblisnya, tetapi dengan Spritual itu saja sudah menandakan pihak lawan lebih kuat darinya.


Murid-murid Sekte Naga Surgawi sangat senang melihat Zhao Jian menekan bawahan Ye Mo itu. Mereka memutuskan akan membantu Zhao Jian melawan murid-murid Penatua itu.


Namun, mereka berhenti melangkah karena suara telepati Zhao Jian menggema di benak mereka. “Kalian kembali saja ke Sekte dan berkultivasi dengan sungguh-sungguh. Kedamaian Dunia ini serahkan saja padaku!”


Zhao Jian merasa sudah seperti tokoh utama dalam cerita dongeng saja saat mengatakannya. Walaupun terkesan sombong, ia tetap melakukannya karena menurut Ayam Jago itu dapat membuat pihak lain ketakutan atau merasa tertekan.


“Apa? Senior ini memiliki kemiripan dengan senior Lu Xiaoran saja, apakah mereka lahir dari ibu yang sama? Atau ibu mereka berbeda tetapi berasal dari kecebong ayah yang sama!” Murid Sekte Naga Surgawi bertubuh gemuk memuji ucapan Zhao Jian dan merasa Zhao Jian sangat hebat sekali.


Yang lain juga setuju dengan ucapan murid gemuk itu, sedangkan Zhao Jian malah merasa geli dianggap sebagai saudara dari Lu Xiaoran yang jelek itu. Namun, istrinya dan para gadis-gadis lain justru menganggapnya tampan.


Saat Zhao Jian sedang menatap ke arah murid-murid Sekte Naga Surgawi, Penatua yang memiliki Api Iblis itu melepaskan energi spiritual Api yang lebih besar. Trisula muncul di genggaman tangannya, Trisula itu kemudian ditusukkan ke arah dada Yao Qiulin.


Zhao Jian mengerutkan keningnya, karena sosok tua itu adalah kenalan lamanya dan dia juga tuan dari Yao Ming yang telah berjasa mengirimkan informasi perkembangan Dinasti Gu Agung padanya, makanya mau tidak mau dia harus menolong Yao Qiulin agar Yao Ming tidak merasakan kehilangan sosok yang telah menjadi pengganti orangtuanya tersebut.