
Hari Ketujuh Kompetisi Perburuan Hutan Tengah, kelompok-kelompok murid-murid antar Sekte kini memfokuskan diri memburu Beast level tinggi untuk mengincar Juara satu.
Gaoer sangat berperan aktif dalam perburuan itu karena berkat indra penciumannya yang tajam dapat mendeteksi keberadaan para Beast dan herbal yang sangat berguna sebagai bahan alkimia.
“Gunung rendah ini sangat aneh sekali! Kenapa sangat sunyi sekali bahkan hembusan angin pun tak ada.” Zhao Jian keheranan—padahal tempat itu tidak istimewa seperti gunung-gunung tinggi yang dihuni oleh Beast kuat.
Ekor Gaoer tiba-tiba berdiri dan ia mundur beberapa langkah sembari menggonggong secara tiba-tiba, seakan-akan ia lupa telah bisa berbahasa manusia atau sifat hewaninya tiba-tiba kambuh.
“Ada apa Gaoer?“ Zhao Jian bertanya setelah ia menggunakan energi spritualnya untuk mendeteksi apakah ada sesuatu yang janggal di sekitar mereka, tetapi ia tidak merasakan ada sesuatu yang salah.
“Permukaan tanahnya tadi bergetar,” sahut Gaoer. “Mungkin tuan Jian tidak merasakannya, tetapi area lain di gunung ini memiliki permukaan tanah yang keras, mungkin saja ada sesuatu di dalam tanah!” Gaoer berspekulasi.
Zhao Jian berpikir mungkin kah itu sejenis Beast Cacing Tanah Beast Golem yang berkamuflase menjadi gunung kecil.
Untuk membuktikan apakah dugaan Gaoer benar, Zhao Jian segera menghunus Pedang Keadilan dan menebas permukaan tanah dengan menggunakan energi spritual angin.
Gunung kecil itu tiba-tiba runtuh, ternyata di bawah gunung kecil itu ada sungai bawah tanah. Zhao Jian dan kedua Beastnya terseret sungai bawah tanah itu dan hanya dalam hitungan beberapa tarikan napas mereka jatuh di air terjun yang masih di dalam tanah, tetapi ada gua besar di sana.
Gua itu sangat gelap, tak ada secercah cahaya pun yang menyinarinya. Namun, Zhao Jian merasakan Aura Ranah Paramita walaupun itu masih sangat lemah yang menandakan dia baru saja mencapai basis Kultivasi tersebut.
Zhao Jian meminta Daji atau Beast Rubah dengan simbol matahari di keningnya untuk keluar dari Tas Sihirnya, kemudian Daji keluar dari sana tetapi Huli Jing dan Violet juga keluar karena mereka juga merasakan Aura Ranah Paramita itu.
“Terangi gua ini, Daji!”
Zhao Jian berbisik pada Daji, karena tidak ingin Beast Ranah Paramita itu menyadari keberadaan mereka. Dia juga menduga Beast itu masih dalam keadaan Hibernasi untuk menyerap energi spritual di sekitarnya setelah mengeluarkan energi spritual yang sangat besar saat proses penerobosan basis Kultivasinya.
Gua itu menjadi terang seterang saat matahari menyinari Dunia, karena Daji itu menyerap esensi Matahari saat berkultivasi.
Ayam Jago dan Gaoer langsung ketakutan, keduanya sebenarnya ingin berteriak histeris bahkan Beast Ayam Surgawi dan Beast Anjing berbulu hitam itu berpelukan saking takutnya pada Beast Lintah yang dalam keadaan normal akan menghisap darah mangsanya hingga kering tersebut
“Kita harus mendapatkan Kristal Beastnya... ini adalah kesempatan untukku menerobos ke Ranah Paramita, tuan Jian!” bisik Violet sangat bersemangat walaupun tidak akan mudah menghadapi Beast Lintah, karena yang mereka hadapi adalah Ranah Paramita walaupun energi spritualnya masih lemah.
Zhao Jian tidak langsung menjawab seruan Violet, dia berpikir sejenak cara menaklukkan Beast Lintah itu dalam satu kali serangan sehingga tak ada serangan balik yang memungkinkan melukai dirinya atau Beastnya.
Serangan Ayam Jago dan Gaoer tidak akan dapat melukai Beast Lintah, sehingga keduanya perlu bersembunyi saja. “Violet... kau gunakan Jaring Sutera, kemudian aku akan menebasnya menggunakan energi spritual angin, dan Huli Jing akan membekukannya dengan energi spritual Es.”
Rencana itu terlihat sempurna, tetapi lawan mereka adalah Ranah Paramita yang belum pasti akan dapat melukainya dengan fatal.
“Bagaimana denganku, tuan Jian?” sela Daji yang juga ingin berkontribusi dalam penaklukan Beast Lintah tersebut.
“Kau akan membakarnya bila ia berhasil menghancurkan energi spritual Es, Huli Jing!” sahut Zhao Jian.
“Bagaimana bila ia tetap tidak terluka fatal? Apa yang akan kita lakukan?” sela Violet.
“Gunakan formasi pamungkas kita!” sahut Zhao Jian dengan ekspresi wajah serius menatap Beast Lintah yang sedang hibernasi tersebut.
Semua Beastnya itu keheranan mendengarnya, karena mereka tidak tahu apa formasi pamungkas yang dikatakannya itu.
Zhao Jian tahu apa yang mereka pikirkan, sudut bibirnya memancarkan senyuman tipis. “Maksudku adalah serang saja dengan serangan acak dan terkuat kalian... terutama Violet, gunakan juga energi spritual Racun walaupun aku ragu itu akan berpengaruh padanya!”
Mereka mengerutkan kening mendengarnya, padahal mereka berharap formasi pamungkas itu adalah sesuatu yang sangat hebat yang ia pelajari di Sekte Pedang Abadi. Namun, ternyata itu adalah serangan putus asa yang akan dilakukan oleh siapa saja bila dalam keadaan terdesak.