Beasts Master

Beasts Master
Toko Kecil di Kota Dishan



Zhao Jian merasa Pria ini tidak berbohong, tetapi entah kenapa intuisinya mengatakan dia adalah sosok yang berbahaya——apalagi detak jantungnya tetap stabil saat berhadapan dengan dirinya yang merupakan Ranah Paramita.


Saat dirinya berhadapan dengan Yao Qiulin yang Ranah Immortal, ia sangat gugup dan menggunakan tehnik rahasianya untuk menstabilkan detak jantungnya sehingga Penatua Pelataran Luar Sekte Bangau Surgawi itu menjadi ragu menekan dirinya.


“Apakah dia menggunakan tehnik rahasianya juga?” pikir Zhao Jian berspekulasi, “tetapi walaupun ia menggunakan tehnik rahasia, aku tetap tak bisa menghukumnya karena tidak memiliki bukti menyakiti Paman Jang,” pikirnya lagi.


Zhao Jian menghela napas panjang, kalau saja ia membawa Kitab Keadilan maka apa yang disembunyikan Pria ini akan ketahuan.


“Aku sudah menaruh tanda spritual pada gadis kecil itu, bila kamu mengusiknya lagi maka aku akan mencarimu!” Zhao Jian mengancamnya, padahal ia sebenarnya tidak menaruh tanda spritual apapun pada gadis kecil yang memiliki energi spritual Es tersebut.


“Aku tidak akan berani mengusik kehidupan keluarga Jang lagi, senior Agung dan tampan!” sahut Pria asing itu sembari menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat. “Selama Anda belum ditangkap oleh Klan Yun tentunya!” Dalam benaknya ia mencibir Zhao Jian.


“Kenapa aku tetap merasa jawabannya seperti para penjilat di pemerintahan agar diberikan jabatan tinggi, ya?” gumam Zhao Jian teringat dengan cara bicara orang-orang disekitar ayahnya saat menjadi Raja Kerajaan Zhao dulu. “Sudahlah lupakan saja, kau pergi sana!” Dia mengusir Pria itu yang langsung melesat dengan kecepatan tinggi.


Zhao Jian kembali lagi ke arah Kota Dishan, dia langsung ke pusat kota tanpa berhenti di rumah Jang karena tidak ingin merepotkan mereka. Dia yakin keluarga Jang kini sedang bahagia karena putrinya telah bebas dari gangguan orang asing itu.


Sementara itu, Pria asing itu langsung menulis Pesan yang dikirim ke Kelompok Bayangan di ibukota Dinasti Gu Agung agar diteruskan ke Klan Yun bahwa sosok yang mereka cari telah muncul di Kota Dishan.


Sudut bibirnya memancarkan senyuman lebar karena dia yang berhasil menyelesaikan misi berhadiah tinggi tersebut. Dia langsung membayangkan pundi-pundi emas akan dikirimkan padanya, dan menjadi orang terkaya di Kota Dishan.


...***...


Hal pertama yang dilakukan oleh Zhao Jian di Kota Dishan adalah mencari toko yang mau membeli herbal spritual yang ia dapatkan dari Gunung.


Berkat informasi dari seseorang ia yang sogok dengan Satu Keping Perak, Zhao Jian berakhir di toko yang terletak di gang sempit. Namun, menurut informannya itu, toko itu menerima barang apapun tanpa perlu dijelaskan dari mana asalnya.


Zhao Jian tentu langsung ke sana karena ia juga ingin menjual barang-barang yang ia kumpulkan dari Tas Sihir yang ia dapatkan dari sarang Beast Beruang.


“Tunggulah selama setengah batang dupa, karyawanku akan menghitung nilai nominal barang-batangmu itu!” kata Pria tua, pemilik toko itu tersenyum pada Zhao Jian. “Buatkan teh untuk tuan muda ini agar ia tidak merasa jenuh!” Dia berkata pada salah satu Karyawannya yang tidak melayani pelanggan.


Zhao Jian hanya tersenyum tipis dan duduk di kursi kosong. Tak lama berselang, gadis cantik membawakan segelas teh untuk Zhao Jian yang langsung menyeduhnya.


“Tuan Jian?” sapa remaja yang mengenakan jubah Sekte Bangau Surgawi. “Aku tidak menyangka tuan Jian akan mengunjungi Kota Dishan!” Dia tersenyum cerah karena kata gurunya, hanya sebuah keberuntungan saja mereka dapat bertemu lagi dengan Zhao Jian yang berasal dari keluarga Dinasti Gu tersebut.


Zhao Jian tersenyum masam dan tidak menyangka akan bertemu lagi dengan murid Penatua Yao Qiulin, padahal ia berharap tidak bertemu mereka lagi karena tidak ingin bualannya terbongkar.


“Aku hanya ingin menjual sedikit hasil buruanku,” sahut Zhao Jian, “kamu sendiri sedang apa di sini? Bukankah seharusnya bila kamu membutuhkan sumberdaya maka tinggal tukar dengan Poin Prestasi di Sekte?” Zhao Jian langsung mengalihkan pembicaraan.


Remaja yang merupakan murid paling menonjol yang dibawa oleh Penatua Yao Qiulin saat berburu di Gunung tersebut langsung menundukkan sedikit wajahnya, tersirat kesedihan dari raut wajahnya itu.


“Semuanya 5000 Keping Emas dan 75 Perak!” seru Pria tua pemilik toko.


Sudut bibir Zhao Jian memancarkan senyuman lebar karena mendapatkan dana yang lumayan besar, ini akan membuat petualangannya laksana liburan saja karena ia dapat menginap di penginapan dan makan di restoran.


“Oh, ya, Paman... apakah tokomu menjual Kristal Beast Ranah Immortal?” bisik Zhao Jian melupakan kehadiran remaja murid Sekte Bangau Surgawi di belakangnya.


Pria tua itu menatap Zhao Jian tanpa berkedip, ia seperti ragu menjawab pertanyaan itu. Kristal Beast Ranah Immortal itu biasanya hanya ada di toko-toko milik Klan besar dan penjualannya pun melalui lelang.


“Aku bukan agen pemerintah atau toko sebelah, Paman... aku ingin mencoba peruntungan menerobos ke Ranah Immortal dalam beberapa bulan ke depan,” bisik Zhao Jian membujuk Pria tua itu——karena ia curiga ada Kristal Beast Ranah Immortal di sini mengingat ekspresi wajahnya langsung berubah saat ditanya tentang Kristal Beast Ranah Immortal.


“Baru kali ini aku melihat anggota keluarga Dinasti Gu Agung itu ternyata pembual atau jangan-jangan dia bukan berasal dari keluarga Dinasti Gu Agung? Ah, sepertinya Penatua Yao telah dikibulin, lagi pula tak mungkin orang-orang terhormat mengunjungi toko ilegal seperti ini,” pikir Remaja murid Sekte Bangau Surgawi itu tersenyum masam. Rasa hormatnya pada Zhao Jian luntur seketika itu juga.


Pria tua itu mendekati wajah Zhao Jian dan berbisik, “Aku memiliki satu Kristal Beast Hiu Ranah Immortal. Ini ditemukan oleh sekelompok Prajurit yang berpatroli di Pantai dan menjualnya padaku. Sebenarnya aku tidak berani menerimanya, tetapi mereka memaksa agar dibeli karena bila diketahui oleh atasannya maka Kristal Beast Hiu itu pasti akan diambil alih oleh atasannya itu.”


“Berapa harganya!” sela Zhao Jian sudah tak sabar ingin memilikinya, ia tidak peduli dari mana asal-usul Kristal Beast Hiu itu.


“100.000 Keping Emas!” sahut Pria tua itu.


“Apaaaaaaaaaaaaaaa?” Zhao Jian terkejut mendengar nominalnya, “banyak sekali nolnya, bisa di buang saja Nol paling ujung!” tawarnya, karena ia tidak memiliki Kepingan Emas sebanyak itu.


Bahkan dalam hidupnya, ia hanya sekali menggenggam kepingan Emas sebanyak 100.000 dan tak lama kemudian, uang sebanyak itu harus dibagi-bagi untuk membayar hutang dan biaya hidup kedua istrinya.


Senyum Pria tua itu memudar karena Zhao Jian menawar terlalu sadis, siapa juga yang mau menyerahkan barang seharga 100.000 menjadi 10.000 kecuali barang itu menjadi cacat dan tidak dapat diperbaiki lagi.


Zhao Jian tahu Pria tua itu menolak tawarannya, ia pun berpikir keras agar mendapatkan Kristal Beast Hiu Ranah Immortal itu.


Terlintas di benaknya untuk merebutnya secara paksa, tetapi itu akan menodai reputasinya sebagai Hakim Penegak Keadilan.


“Bagaimana kita melakukan barter saja?” tawar Zhao Jian. “Aku akan memberikan 5000 Keping Emas ditambah dengan Beast Harimau!”


Zhao Jian langsung mengeluarkan Beast Harimau yang jauh lebih besar dari Harimau liar yang belum dapat menyerap energi spritual.


“Ini?” Pria tua itu terkejut melihatnya, apalagi Aura yang dipancarkan oleh Beast Harimau itu membuatnya tertekan. “Beast Harimau memang salah satu Beast terkuat, tetapi itu tidak sepadan dengan Kristal Beast Hiu itu!” Dia menggelengkan kepala.


Zhao Jian mengepal tangannya, “Apakah aku serahkan saja Ayam Jago? di Dinasti Gu Agung dia pasti memiliki harga yang tinggi karena dapat berbicara seperti Manusia!”


“Haccimmmmmmmm!” Ayam Jago yang menunggu di luar Toko tiba-tiba bersin, dia tidak mengetahui kalau tuannya sedang berniat untuk menjualnya.