Beasts Master

Beasts Master
Gouer



Setelah melakukan Kontrak Jiwa dengan Beast Anjing Hitam, Zhao Jian pun tersenyum bahagia tetapi dia teringat kalau sudah memiliki Lima Beast sekarang.


“Sepertinya saat kembali ke Sekte Pedang Abadi, aku harus lebih sering menjalankan misi agar dapat menyediakan sumberdaya untuk Beast Anjing Hitam dan Ayam Jago,” gumam Zhao Jian. “Oh, aku harus memberikan nama panggilan untukmu, tapi kamu itu jantan atau betina? Aku harus memastikannya agar tidak salah memberikan nama!”


Sudut bibir Zhao Jian memancarkan seringai tipis yang membuat bulu-bulu Beast Anjing Hitam berdiri karena ketakutan melihat seringai jahat tuan barunya itu.


Zhao Jian mengangkat ekor Beast Anjing Hitam, tetapi tiba-tiba Beast tersebut mencakar wajahnya.


“Aaaaaaaa! Sakittttt!” Zhao Jian mengerang kesakitan.


“Sial! Dasar tuan mesumm!” gerutu Beast Anjing Hitam.


Zhao Jian langsung teringat kalau Binatang yang telah berevolusi menjadi Beast akan mendapatkan kecerdasan seperti manusia dan juga dapat berbicara seperti Ayam Jago.


“Kenapa kamu tidak berbicara dari tadi? Kan, aku mengira kamu itu bisu! Ah, wajahku masih sakit sekali!” keluh Zhao Jian mengelus wajahnya. “Aku akan memberikan nama Gouer saja, bagaimana menurutmu?”


“Terserah tuan Jian saja!” sahut Beast Anjing Hitam dengan suara datar, tetapi ekor dan telinganya malah bergoyang-goyang.


Zhao Jian tersenyum melihat ekspresi Gouer dan mengeluarkan botol kecil berisi darah Pemuda tampan yang berusaha menusuknya saat di restoran tadi.


Darah tersebut ia teteskan pada Kitab Keadilan dan beberapa kejahatan yang pernah dilakukan Fang Huang tertulis di Kitab Keadilan itu.


Zhao Jian sudah menduga penyerangan terhadap dirinya bukanlah sebuah penyerangan tiba-tiba karena Pemuda itu cemburu melihat dirinya berjalan bersama Fang Zening, dia yakin Pemuda itu mungkin juga berkaitan dengan terbunuhnya Pelayan wanita Istana.


“Aku harus mempercepat proses negosiasi damai ini agar situasi tidak makin runyam, kalau aku berlama-lama di sini maka takutnya Militer akan bergerak dengan dalih ingin menyelamatkan kami dan mereka mengatakan pada Kaisar kalau kami mungkin telah dijadikan sebagai sandera seperti yang kulakukan dulu pada Jiang Mo!” gumam Zhao Jian sembari berjalan menuju kamarnya.


...***...


Kasim Ma menceritakan apa yang terjadi di restoran pada Pangeran Fang Han. Dia juga menceritakan kalau banyak tuan muda yang menuju Sekte Matahari Abadi setelah kejadian gagal dalam upaya penusukan terhadap utusan Gui Dao Asing tersebut.


Pangeran Fang Han terkejut mendengarnya dan mengutuk para tuan muda Klan besar tersebut. Dia bertambah kesal saat mengetahui kalau pelakunya ternyata Fang Huang, tuan muda dari keluarga cabang Klan Fang-nya sendiri.


“Bagaimana hasil interogasi Petugas Pengadilan? Apakah ia mengatakan siapa dalang dibalik kejadian itu? Aku curiga kematian Pelayan Istana tadi malam mungkin berkaitan dengan Fang Huang, tetapi tadi malam dia tidak datang ke Istana. Apakah ada Prajurit Istana yang terlibat dalam jaringan mereka?” Fang Han berspekulasi.


“Petugas Pengadilan mengatakan masih membutuhkan waktu untuk mengungkap penyebab kematian Chi Mei. Aku merasa ada yang aneh dengan pihak Pengadilan, mereka seperti menunda-nunda penyelidikan sebab kematian Chi Mei. Apakah karena Chi Mei berasal dari kasta terendah makanya mereka malas melakukan penyelidikan walaupun tuan Putri Zening sudah menyuruh mereka untuk mengungkapkan kasus kematian Chi Mei secepat mungkin!” sahut Kasim Ma.


Pangeran Fang Han merasa kepalanya menjadi pusing memikirkan kasus-kasus aneh yang tiba-tiba muncul sejak kedatangan utusan Gui Dao Asing.


Awalnya kematian Chi Mei, upaya penusukan terhadap Zhao Jian dan berkumpulnya banyak tuan muda Klan besar di Sekte Matahari Abadi.


“Perketat penjagaan Istana dan tolak semua kunjungan pribadi semua tamu kecuali masalah kenegaraan!” seru Pangeran Fang Han pada Kasim Ma, karena ia merasa masih ada yang mencoba membunuh Zhao Jian atau Pasukan Naga—apalagi mereka sangat berani bertindak walaupun di dalam Istana yang seharusnya menjadi tempat paling aman di seluruh Kerajaan Kura-kura Awan tersebut.