
“Gui Dao Kekaisaran Jiang telah terlihat!” seru Jing Mo sembari menunjuk ke arah depan, di mana Kepala Gui Dao Kekaisaran Jiang itu sedang mengarah ke arah mereka yang menandakan dia sedang berenang mendekati Gui Dao Kerajaan kura-kura Awan.
Zhao Jian yang sedang bermeditasi segera membuka matanya, dia tersenyum dan tidak sabar ingin bertemu dengan Liu Ruxu.
Pertemuan terakhir mereka adalah saat ia memberikan istri pertamanya itu Kristal Beast dan ia berharap setelah selesai berkultivasi tertutup basis Kultivasi Liu Ruxu akan naik ke Ranah Jie Zhu.
Jing Mo melepaskan kembang api ke langit sebagai tanda bahwa mereka telah kembali dan Prajurit yang berjaga di pinggiran Gui Dao Kekaisaran Jiang segera membuka Perisai.
Komandan Pasukan Penjaga Perbatasan bertubuh gemuk segera menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat sembari tersenyum lebar menyambut kedatangan mereka.
“Sebuah kehormatan bagiku menyambut kedatangan tuan Putri Jiang Ruo dan Hakim Zhao Jian!” sapanya dan ratusan Prajurit Ranah Spirit ikut menyapa juga dengan bertekuk lutut sembari menangkupkan tinju.
Jiang Ruo mengangguk pelan sedangkan Zhao Jian tersenyum hangat dan menangkupkan tinju juga menyapa mereka.
Zhao Jian tidak berhenti di sana dan ia memerintahkan agar terus terbang menuju Kota Yunzun, ibukota Kekaisaran yang letaknya tidak jauh dari bagian Kepala Gui Dao Kekaisaran Jiang tersebut.
Pihak istana lebih dulu mendapatkan laporan kedatangan mereka, sehingga saat rombongan Zhao Jian sampai di istana——ribuan Pasukan Naga langsung bertekuk lutut menyambut kedatangan mereka.
Kasim Istana langsung memandu Zhao Jian dan Jiang Ruo ke dalam istana, sedangkan Jiang Mo dan Pasukan Naga lainnya kembali ke barak mereka.
“Zhao Jian menyapa Yang Mulia Kaisar!” sapanya sembari menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat.
Kaisar Jiang Long tersenyum lebar, dia yakin misi yang dilakukan menantunya itu berhasil karena sikap Putrinya tetap dingin seperti biasanya, dan Zhao Jian juga terlihat tenang karena bila misi itu gagal maka keduanya pasti akan murung.
“Bagaimana dengan misi yang kau lakukan Hakim Jian?” sahut Kaisar Jiang Long.
“Raja Fang Zihao dari Kerajaan kura-kura awan bersedia menyerahkan Gui Dao mereka pada Kekaisaran Jiang.” Zhao Jian mengeluarkan gulungan kertas yang berisi tanda tangan darah dari para tokoh penting di Kerajaan kura-kura awan.
Kasim yang berdiri tak jauh dari Zhao Jian segera mengambil gulungan kertas itu dan menyerahkannya pada Kaisar Jiang Long.
Kaisar membaca isi perjanjian yang tertulis di sana dan ekspresi wajahnya tampak terkejut, sehingga Zhao Jian mengerutkan keningnya dan berpikir apakah Kaisar tidak suka dengan tawaran damai yang ia berikan pada Kerajaan kura-kura awan.
Detak jantung Zhao Jian berdegup kencang, dia menggertak kan giginya dan membayangkan para penduduk Kerajaan kura-kura awan akan dihancurkan oleh militer Kekaisaran.
“Hebat sekali ada seseorang Ranah Immortal di sana, sayang sekali dia adalah laki-laki maka sulit memberikan jabatan penting padanya,” kata Kaisar Jiang Long menghela napas panjang.
Di Kekaisaran Jiang belum ada yang mencapai Ranah Immortal, adapun Tiga Patriark Sekte besar hanya Ranah Paramita saja. Namun, salah satu dari mereka akan mencapai Ranah Immortal setelah mendapatkan Kristal Gui Dao Kerajaan kura-kura awan.
“Walaupun namanya adalah nama laki-laki... sebenarnya dia mempraktikkan kultivasi terlarang sehingga dia kini menjadi wanita cantik!” sahut Zhao Jian sehingga Kaisar Jiang Long terkejut mendengarnya.
“Dia berubah menjadi wanita?” Kaisar Jiang Long memperjelas lagi.
Zhao Jian mengangguk pelan. “Benar Yang Mulia... kami telah berjumpa langsung dengannya, tetapi walaupun penampilannya seorang wanita dia tetap tersinggung bila dikatakan cantik!”
“Ha-ha-ha... kalau begitu dia akan menjadi Kasim di istana, karena tidak mungkin membuatnya hanya menjadi Patriark Klan kecil sementara dia adalah yang terkuat kedua di Kekaisaran kita nantinya!” Kaisar Jiang Long tertawa terkekeh-kekeh.
Para menteri dan Kasim pun ikut tertawa, hanya Jiang Ruo saja yang tetap diam.
“Atas keberhasilanmu melakukan misi ini maka aku akan menghadiahkanmu Seratus Ribu Keping Emas!” kata Kaisar Jiang Long.
Sudut bibir Zhao Jian memancarkan senyuman tipis karena masa-masa suram kekurangan dana untuk membiayai Beastnya kini telah teratasi, padahal ia sempat khawatir karena telah menambah Dua Beast lagi yang secara otomatis akan menambah biaya pengeluarannya.
“Untukku tidak ada?” sahut Jiang Ruo karena Kaisar Jiang Long tidak mengatakan apapun padanya.
“Berikan aku 75.000 keping emas!” Jiang Ruo mengirim suara telepati pada Zhao Jian yang langsung terkejut mendengarnya.
“Banyak sekali?” sahut Zhao Jian mengerutkan keningnya.
“Hutangmu padaku sebesar 40.000 keping Emas, sisanya sebagai biaya hidupku!” gerutu Jiang Ruo.
Zhao Jian tersenyum masam, padahal uangnya belum jatuh ke tangannya tetapi sudah kena potongan yang sangat besar.
“Lima Puluh Ribu Keping Emas saja, ya... kan, aku juga harus membiayai Ruxu‘er!” sahut Zhao Jian memelas dengan menatap Jiang Ruo dengan mata berbinar-binar.
Jiang Ruo mendengus dingin. “Baiklah!” sahutnya singkat dan tidak mengatakan apapun lagi.
...***...
Zhao Jian dan Jiang Ruo kembali ke Sekte Pedang Abadi, Kaisar Jiang Long hanya mengutus Pasukan Naga yang akan bekerjasama dengan para ahli beladiri Kerajaan kura-kura awan melakukan evakuasi penduduk ke Kekaisaran Jiang.
Para petinggi militer semakin tidak senang dengan Zhao Jian karena gara-gara dia mereka tidak dilibatkan dalam misi tersebut.
Patriark Sekte Gunung Hua yang satu koalisi dengan militer juga sangat murka saat mendengar kabar kalau Kaisar Jiang Long memilih Patriark Sekte Pedang Abadi yang akan mendapatkan Kristal Gui Dao Kerajaan kura-kura awan.
Dengan menyerap energi spritual dari Kristal itu maka Patriark Sekte Pedang Abadi akan menjadi Ranah Immortal dan secara otomatis membuat Sektenya menjadi Sekte terkuat di Kekaisaran Jiang.
Raja Fang Zihao melakukan eksekusi besar-besaran pada para tahanan di penjara-penjara seluruh Kerajaan kura-kura awan. Dia juga memburu para pelaku kriminal yang belum tertangkap. Hal itu ia lakukan agar mereka tidak membuat masalah di Kekaisaran Jiang nantinya.
...***...
"Aku akhirnya kembali ke istana mewahku ini, setelah pergi ribuan tahun ternyata tak ada yang berubah!” Zhao Jian tersenyum lebar menatap gubuk yang terbuat dari bambu di Puncak Penjinak Beast.
“Istana?” Gaoer mengerutkan keningnya. “Umur tuan Jian saja baru Dua Puluh tahun, bagaimana tuan bisa meninggalkan gubuk jelek ini ribuan tahun!” Dia semkin bingung.
“Itu hanya kata-kata motivasi saja agar aku betah tinggal di tempat yang mirip hutan belantara ini. Kau tahu kan, Sekte Pedang Abadi itu adalah Tiga Sekte terbesar... tetapi aku sangat sial sekali karena diculik oleh Penatua Hantu!” sahut Zhao Jian sembari menghela napas panjang dan membuka pintu gubuknya.
“Hantu? Siapa Penatua Hantu itu?”
Sebuah suara yang sangat familiar membuat bulu kuduk Zhao Jian berdiri. Dia tersenyum masam dan menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat.
“Penatua Shi... lama tidak bertemu, aku sangat rindu padamu. Ah, aku tadi mengatakan kau adalah Penatua tercantik yang pernah ada, bukankah begitu Gaoer!” Zhao Jian mengedipkan mata agar Gaoer mengiyakan ucapannya.
“Kata tuan dia terpaksa menjadi murid di sini karena diculik oleh Penatua Hantu!” sahut Gaoer dengan sudut bibir menyeringai jahat dan ekornya bergoyang-goyang saking senangnya melihat ekspresi wajah cemberut dari Zhao Jian.
“Ara... ara... ternyata muridku ini semakin nakal saja setelah naik ke Ranah Saint!” Penatua Xiao Shi melompat dari punggung Beast Phoenix dan langsung menjewer telinga Zhao Jian.
“Ma-maafkan aku Penatua... itu tadi hanya bercanda saja!” keluh Zhao Jian sembari mengirim suara telepati pada Gaoer untuk mempersiapkan bokongnya akan di tampar hingga menjerit histeris.
“Ambil ini dan berlatih lah dengan giat, jangan terlalu sering keluar dari Sekte walaupun kau itu sangat suka mencampuri urusan orang lain!” Penatua Xiao Shi memberikan Dua gulungan seni beladiri.
Zhao Jian tersenyum bahagia dan membaca judul pada gulungan seni beladiri itu. “Ini adalah tehnik berpedang yang berspesialisasi Api dan Es.” Dia segera menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat. “Terimakasih Penatua Shi... aku berjanji akan melatih tehnik berpedang ini hingga ke tahap sempurna!”
Penatua Xiao Shi melambaikan tangannya, kemudian ia tersenyum menatap Gaoer dan melompat ke atas punggung Beast Phoenix. “Ayam Jagomu sedang melakukan meditasi tertutup di Gua Hitam, mungkin beberapa hari lagi dia akan keluar!”
“Oh, Beast Ayam Surgawi itu bekerja keras juga untuk meningkatkan kultivasi-nya ya ....” Zhao Jian sangat senang mendengar kabar itu, pantas saja Ayam Jago tidak ada di sekitar gubuknya.