Beasts Master

Beasts Master
Daji Naik Ke Ranah Immortal



“Tuan Jian... sepertinya aku akan menerobos ke Ranah Immortal!” seru Daji merasakan fluktuasi energi spiritual dalam Dantian-nya.


“Kita akan mencari Gunung yang cocok dijadikan tempat meditasi!” sahut Zhao Jian memperhatikan pegunungan disekitarnya, sekarang mereka telah menjauh 50 Kilometer dari Kota Feixian. “Gunung yang itu pasti cocok!” Dia menunjuk gunung yang paling rendah, karena yakin di sana hanya ada Beast tingkat rendah sehingga yang berburu di sana hanya para Pendekar berbasis Kultivasi rendah.


Namun, bila mereka memilih gunung yang tinggi——takutnya di sana ada Beast tingkat tinggi yang justru menarik perhatian para Kultivator berbasis Kultivasi tinggi.


Zhao Jian sudah trauma berurusan dengan para Pria tua arogan, dia lebih ingin hidup nyaman dan tidak melakukan pertarungan berdarah lagi.


Merpati Pesan tiba-tiba hinggap di pundak Zhao Jian.


Dia langsung tersenyum, karena ia yakin Pesan ini pasti dari Yao Ming. Hanya Yao Ming lah yang memiliki hubungan dekat dengannya di Dinasti Gu Agung ini.


Zhao Jian mengerutkan keningnya saat membaca pesan yang dikirim oleh Yao Ming.


Dia mengatakan kalau Gui Dao Asing yang jauh lebih besar dari Gui Dao Dinasti Gu Agung telah menabrak sisi kanan Dinasti Gu Agung. Dan itulah yang menyebabkan fenomena gempa bumi tersebut dan gemuruh yang memekakkan telinga itu karena Gui Dao Dinasti Gu Agung merasa kesakitan, cangkang bagian kanan itu hancur sebagian.


Zhao Jian mengerutkan keningnya, awalnya ia berpikir Gui Dao Dinasti Gu Agung akan menjadi ancaman bagi Kekaisaran Jiang. Namun, sekarang yang terjadi malah Gui Dao asing yang menginvasi Dinasti Gu Agung.


Yao Ming juga menuliskan, Kaisar Dinasti Gu Agung telah mengeluarkan titah untuk mengevakuasi penduduk ke sisi kiri Gui Dao Dinasti Gu Agung.


Bagian Tengah akan dijadikan sebagai benteng pertahanan menahan serbuan para Kultivator dari Gui Dao Asing itu.


Zhao Jian jadi teringat dengan ucapan Pria tua (Yun Han) yang mengatakan Ye Mo akan menyerap esensi kehidupan seluruh penduduk Dinasti Gu Agung.


Zhao Jian berkeringat dingin, “Sepertinya aku telah memasuki sarang Harimau. Apa yang harus kulakukan? Apakah aku kembali saja ke Kekaisaran Jiang, tetapi itu sangat jauh sekali. Ayam Jago tidak akan sanggup terbang ke sana, yang ada kami akan dilahap oleh Beast Hiu ataupun Ikan raksasa lainnya.”


Zhao Jian menghela napas panjang, sepertinya tidak ada cara lain. Dia harus memanfaatkan kekacauan ini untuk meningkatkan basis Kultivasinya ke Ranah World Master, kemudian mencoba menghentikan konflik ini.


Sebagai Hakim Penegak Keadilan, Zhao Jian tidak tega melihat penduduk yang tidak bersalah terdampak oleh konflik para Kultivator serakah tersebut.


Sinar matahari tiba-tiba redup disekitar gunung itu karena diserap secara besar-besaran oleh Daji.


“Dia memasuki fase kritis!” gumam Zhao Jian memperhatikan Daji.


Tak lama berselang, Daji akhirnya berhasil menerobos ke Ranah Immortal. Sudut bibirnya memancarkan senyuman manis menatap Zhao Jian.


“Tuan... aku berhasil!” Daji mengepal tangannya.


“Sial! Aku tertinggal jauh dari saudari kembarku!” gerutu Huli Jing.


Penyerapan esensi bulan yang ia lakukan berjalan lambat karena tidak semua malam itu berbulan, kadang-kadang malam gelap gulita atau ditutupi oleh awan yang hendak akan hujan.


“Jangan sedih saudari... kan, kami juga masih Ranah Paramita!” sahut Ayam Jago menghibur Huli Jing.


“Ara... ara... tidak boleh begitu Huli Jing, dia juga saudara kita. Di masa depan, dia mungkin akan merubah takdirnya dengan menjadi Beast Ayam legendaris yang melindungi kita dari serangan musuh!” sahut Violet tersenyum manis dan membenamkan wajah Huli Jing ke dadanya yang empuk tersebut.


Zhao Jian menyeka mimisan di hidungnya, setiap kali Violet bereaksi selalu membuat pikiran melayang-layang. “Baiklah, jangan berdebat lagi. Sebentar lagi wilayah tengah akan menjadi medan Perang, kita akan menyelinap ke sana dan mengumumkan Tas Sihir dari mayat-mayat Kultivator. Yang paling utama adalah mengambil mayat Beast milik Beast Master, Kristal Beast itu akan membantu kalian meningkatkan basis Kultivasi kalian!” sela Zhao Jian menghentikan candaan mereka.


Ayam Jago mengepakkan sayapnya, dia yang paling bersemangat karena tidak sabar ingin mencapai Ranah World Master dan merubah takdirnya.


Dia ingin berevolusi menjadi Naga ataupun Phoenix sehingga terlihat berwibawa atau menjadi Beast yang Agung.


...***...


Sudah Sepuluh hari Lu Xiaoran memasuki meditasi tertutup, para pengikut setianya menjaga kediamannya dengan ketat siang dan malam. Mereka tidak ingin Assassin dari Gui Dao Asing menyelinap ke dalam dan membunuhnya.


Lu Xiaoran adalah Pahlawan Dinasti Gu Agung yang ditunggu-tunggu oleh semua penduduk Dinasti Gu Agung. Hanya dialah satu-satunya harapan mereka yang dapat mengusir Ye Mo dan antek-anteknya.


Lebih dari setengah Penatua Sekte Naga Surgawi tewas di medan Perang melawan bawahan Ye Mo, ratusan ribu murid-murid Sekte Naga Surgawi juga meregang nyawa dikalahkan murid-murid Sekte yang berasal dari Gui Dao Asing itu.


Bawahan Ye Mo terlalu kuat padahal Ye Mo sendiri belum menunjukkan dirinya di medan Perang itu. Dia sepertinya senang melihat keputusasaan yang dirasakan oleh Kultivator Dinasti Gu Agung.


Mereka hanya bertahan di bagian sisi Kanan Dinasti Gu Agung dan tidak mencoba melewati garis pertahanan tengah yang dibuat oleh Pasukan Dinasti Gu Agung, bahkan mereka membiarkan Kultivator yang melarikan diri dari medan Perang.


Beberapa Penatua Sekte Naga Surgawi menyimpulkan, Ye Mo sedang melakukan tekanan psikologis dan itu terbukti dengan semakin banyaknya Kultivator yang tidak berani bertarung melawan bawahan Ye Mo.


Dalam situasi kacau seperti ini, dibutuhkan figur seorang Pemimpin yang dapat membakar semangat juang para Kultivator di Dinasti Gu Agung dan sosok yang dapat melakukan itu hanyalah Lu Xiaoran yang sedang berada dalam pengasingan tersebut.


“Senior Lu Xiaoran akhirnya mencapai Ranah World Master!” Para murid-murid Sekte Naga Surgawi bersorak gembira.


Dari kediaman Lu Xiaoran merembesnya aura Ranah World Master, atap kediamannya tiba-tiba hancur dan sosok yang memiliki Pesona aura Agung melayang di udara.


Jubah emas Sekte Naga Surgawinya berkibar, matanya kemudian terbuka dan sudut bibirnya langsung memancarkan senyuman hangat yang membuat para murid wanita menjerit histeris.


“Senior Xiaoran... tolong banting aku dan lahirkan anak yang lucu!”


“Senior Xiaoran... tubuh ini akan menjadi penghangat ranjangmu!”


Lu Xiaoran hanya tersenyum mendengar ucapan aneh murid-murid wanita itu. Dia heran, kenapa ribuan murid berkumpul di sini padahal hal biasa seorang Kultivator meningkatkan basis Kultivasi mereka.


Patriark Sekte Naga Surgawi mengirim suara telepati pada Lu Xiaoran yang memintanya segera datang ke Paviliunnya.


“Terimakasih telah datang kemari dan merayakan berhasilnya aku menerobos ke Ranah World Master. Namun, aku harus pergi sekarang karena Patriark memanggilku!” seru Lu Xiaoran yang membuat murid-murid yang sebagian besar murid wanita itu kecewa karena mereka masih ingin berlama-lama dengan Lu Xiaoran.


Tak lama berselang, Lu Xiaoran memasuki Paviliun utama Sekte Naga Surgawi. Dia heran melihat ekspresi wajah para Penatua yang tampak murung dan beberapa wajah lama tidak terlihat lagi termasuk Penatua yang mengasuhnya.