
Zhao Jian tak menyangka ternyata Jiang Ruo memiliki tubuh “Yin” yang sangat langka, pantas saja Lu Xiaoran sangat sabar menunggunya mencapai usia 17 tahun agar bisa menikahinya dan tidak mencari gadis-gadis lain walaupun Pesonanya dapat membuat gadis-gadis bertekuk lutut dihadapannya.
Basis Kultivasi Zhao Jian langsung meningkatkan ke Ranah Saint setelah terkulai lemah di sebelah Putri Mahkota Kekaisaran Jiang tersebut. Hawa dingin menusuk ke dalam tulang-tulang tubuhnya, dan energi spritual yang besar mengalir ke dalam Dantian-nya.
“Ruo‘er... bergelutnya besok saja, aku tidak bisa begerak lagi!” keluh Zhao Jian yang tidak dapat menggerakkan tubuhnya lagi.
Namun, Jiang Ruo tidak mempedulikan permohonan suaminya yang terlihat pasrah tersebut, Jiang Ruo mengambil alih kendali dan terus menerkam Zhao Jian hingga tidak sadarkan diri.
Sebenarnya Jiang Ruo tidak sadar telah menggila malam ini karena dia terpengaruh efek samping tubuh Yin di dalam dirinya. Kesadarannya akan kembali normal saat energi spritual Yin tersebut terserap habis oleh Zhao Jian dan disaat itulah basis Kultivasi-nya akan meningkat ke Ranah Saint.
Tiga batang dupa telah berlalu dan Jiang Ruo terkejut dirinya sedang berada di atas tubuh Zhao Jian yang terkulai lemas.
“Eh, apa yang terjadi?” Jiang Ruo terkejut dan malu.
“Awawawaw!” Zhao Jian berkata sangat pelan, tetapi Jiang Ruo tidak mengerti apa yang ia katakan.
Jiang Ruo tiba-tiba menyadari dirinya telah mencapai Ranah Saint dan dia langsung tersenyum lebar.
“Jangan tunggangi aku lagi, apa kamu ingin membunuh suamimu ini?” Zhao Jian berkata lagi setelah mendapat energi spritual dari Violet atau Beast Kupu-Kupu yang tertawa terkekeh-kekeh bersama Huli Jing dan Daji di dalam Kantung Penyimpanan-nya karena tidak menyangka tuan mereka yang biasanya sangat perkasa itu akan menjadi seperti anak ayam yang kedinginan.
“Eh?” Jiang Ruo segera menjauh dari Zhao Jian dan mengenakan pakaiannya, wajah memerah saat ingatan tentang apa yang terjadi tadi membanjiri pikirannya.
Zhao Jian yang tidak mengenakan pakaian langsung duduk bersila melakukan meditasi untuk memulihkan kondisi tubuhnya.
Gouer mengendus niat membunuh yang sangat banyak mendekat ke arah Paviliun Bunga, sehingga ia yang sedang tidur-tiduran di depan pintu kamar segera berdiri dan bersiap-siap bertarung.
Gouer tidak mengatakan ada musuh yang mendekat ke arah mereka pada Zhao Jian karena tidak ingin mengganggu malam yang penuh gairahh dari tuannya itu.
“Siapa kalian? Berani sekali kalian menyerang Istana, apakah kalian adalah para pemberontak dari Aliansi Aliran Hitam?” tanya Pangeran Fang Han yang sedang melayang seratus meter dari permukaan tanah di halaman Paviliun Bunga. “Atau orang-orang yang satu komplotan dengan Fang Huang?” selidiknya.
“Kau tidak perlu tahu siapa kami, menyingkirkan Pangeran Han atau kami terpaksa melakukan tindakan kekerasan!” sahut Penatua Beast Master sembari mengeluarkan Beast-nya dari Kantung Penyimpanan-nya.
Beast Ular Putih dengan diameter Sepuluh Meter dan Panjang Seratus Meter melingkar mengelilingi Penatua Beast Master, Beast Harimau Setinggi Dua Puluh Meter juga mengaum di sebelahnya.
Pangeran Fang Han jelas mengenali kedua Beast itu karena dirinya dulunya adalah murid Sekte Matahari Abadi. Dia sangat terkejut dan ekspresi wajahnya menjadi masam. “Ternyata Penatua Beast Master dalang dibalik kekacauan ini!” gerutunya.
“Ha-ha-ha... Pangeran Han sangat cerdas sekali!” Penatua Beast Master tertawa. “Kalau begitu tolong biarkan kami membawa gadis itu, dia bisa kita jadikan sebagai tawanan untuk memaksa Gui Dao Asing itu menjauh dari Gui Dao kita. Kamu sudah menebak, kan, kalau dia itu pasti Putri dari petinggi atau orang yang sangat berpengaruh?” kata Penatua Beast Master membujuk Pangeran Fang Han agar bergabung dengan rencana mereka.
Pangeran Fang Han merasa rencana Penatua Beast Master itu ada benarnya, tetapi ia tetap menggelengkan kepala karena ia telah menerima pesan dari ayahnya yang mengatakan untuk membawa utusan Gui Dao Asing itu ke Gunung Taiyang bertemu dengannya.
“Lebih baik Penatua Beast Master kembali saja, karena Yang Mulia Raja telah mengirim Pesan agar aku membawa mereka bertemu dengannya!” sahut Pangeran Fang Han sembari menangkupkan tinju. “Tolong... jangan buat situasi semakin runyam Penatua!” Pangeran Fang Han berkata dengan sungguh-sungguh.
Penatua Beast Master mendengus dingin dan mengangkat tangannya agar yang lainnya segera bergerak sesuai dengan rencana yang telah mereka susun.
Fang Yuan melesat lebih dulu ke arah Paviliun Bunga disusul tuan muda lainnya.
“Jangan berharap melewatiku dengan mudah!” bentak Pangeran Fang Han menyerang Fang Yuan yang mengenakan penutup wajah.
“Jangan coba-coba mengalihkan perhatianmu dari lawanmu, Pangeran Han!” sela Penatua Beast Master memerintahkan Beast Harimau menerkam Pangeran Fang Han.
“Apaaaa?” Pangeran Fang Han terpaksa mengalihkan serangannya pada Beast Harimau, sehingga Fang Yuan dan Puluhan tuan muda lainnya melewatinya.