Beasts Master

Beasts Master
Melawan Kakek Legend



Zhao Jian menggenggam erat gagang Pedang Keadilan, senyuman disudut bibirnya pun menghilang digantikan dengan tatapan tajam.


Yun Ma tersenyum melihat perubahan ekspresi wajah Zhao Jian, digenggaman tangannya muncul Pedang yang merupakan artefak tingkat tinggi.


Dia tidak mau meremehkan kekuatan Zhao Jian hanya karena basis Kultivasinya lebih rendah, karena ia sebenarnya memiliki luka internal pada Dantian-nya sehingga ia tidak akan dapat mengeluarkan seluruh kekuatannya.


Bila terjadi sedikit kesalahan saja, maka dirinya yang akan tewas nantinya, lawan yang paling sulit dihadapi itu adalah Beast Master karena bukan lagi satu melawan satu, tetapi satu melawan gerombolan Beast dan Beast Master tersebut.


“Tu-tuan?” Ayam Jago merasa tertekan dengan Niat Membunuh yang dikeluarkan oleh Yun Ma.


Tanpa berkata sepatah katapun, Zhao Jian memasukkan Ayam Jago, Gaoer, dan Daji ke dalam Tas Sihirnya, kemudian ia mengeluarkan Violet dan Pemimpin Serigala Iblis.


Zhao Jian berpikir hanya keduanya saja yang sanggup bertarung melawan Pria tua ini, karena keduanya juga setara dengan Ranah Immortal.


“Tuan Jian... biarkan aku ikut melawan Kakek Legend sombong itu!” Suara Huli Jing menggema di benak Zhao Jian.


“Tidak! Terlalu beresiko bagimu melawannya,” sahut Zhao Jian karena Beast Rubah dengan simbol bulan sabit di keningnya itu hanya Ranah Paramita. Menang melawan dua tingkat Kultivasi diatasnya hanya ada dalam cerita dongeng saja atau oleh Lu Xiaoran, itupun hanya rumor saja dikalangan penduduk Kekaisaran Jiang.


Huli Jing menggertak kan giginya, sedih tidak dapat membantu Zhao Jian bertarung melawan musuh.


Para Beast Babi yang menduga akan dijadikan tumbal oleh Zhao Jian, akhirnya bernapas lega. Namun, mereka jug khawatir Zhao Jian tewas karena mereka akan terkurung selamanya di dalam Tas Sihirnya bila ia kalah melawan Pria tua itu.


“Hmm, Dua Beast Ranah Immortal!” Yun Ma sedikit terkejut, tetapi sesaat kemudian sudut bibirnya memancarkan seringai tipis karena basis Kultivasinya tetap lebih tinggi dari mereka.


Air dari sungai mau disela-sela akar Pepohonan tiba-tiba tersedot oleh Pedang di tangan Yun Ma dan membentuk siluet Naga yang sangat besar.


“Aku akan bersikap lembut terhadap semut kecil sepertimu, Zhao Jian... cobalah hadapi tebasan ini!” Yun Ma mengayunkan pedangnya ke arah bawah, tempat Zhao Jian berdiri.


“Bentuk formasi bertarung!” seru Zhao Jian mundur dua langkah sembari menarik Violet, sehingga yang berdiri di depan adalah Pemimpin Serigala Iblis.


“For-formasi apa-apaan ini? Kenapa aku merasa seperti menjadi Tameng hidup?” keluh Pemimpin Serigala Iblis menoleh ke belakang.


Melihat Pemimpin Serigala Iblis meraung-raung, Zhao Jian langsung menebak apa yang ia pikirkan.


“Ini ada formasi Segitiga yang baru saja kupikirkan,” sahut Zhao dengan ekspresi serius, seolah-olah tidak ada yang salah dengan formasi itu. “Kau akan menggunakan energi spiritual Kegelapan dan kami akan membantumu serta melakukan serangan balik!” Zhao Jian meyakinkan Pemimpin Serigala bahwa formasi itu akan berhasil menahan serangan Yun Ma.


“Sial! Kalian sengaja menjadikan aku sebagai tumbal!” Pemimpin Serigala Iblis mengutuk Zhao Jian pilih kasih terhadap Beast-Beastnya.


Violet tersenyum mendengar ucapan Pemimpin Serigala Iblis, sebagai sesama Beast ia memahami apa yang Pemimpin Serigala Iblis katakan.


Naga Air telah melesat dari bilah Pedang milik Yun Ma, Pemimpin Serigala Iblis terpaksa segera menggunakan energi spiritual Kegelapannya.


Pemimpin Serigala Iblis meraung keras, Lubang Hitam tiba-tiba muncul dihadapannya.


Yun Ma mengerutkan keningnya karena merasakan energi spiritual kegelapan itu membuka gerbang ke Domain lain.


Semakin keras raungan itu, semakin membesar lubang hitam itu——apalagi kini basis Kultivasinya telah mencapai Ranah Immortal, tentu Lubang Hitam yang muncul kali ini Dua kali lebih besar dari saat bertarung melawan Zhao Jian dulu.


Ratusan sabit angin melesat seperti badai tornado dan sebagian kecil tubuh Naga Air itu dihancurkan oleh Sabit Angin.


“Gawat, itu tidak berpengaruh!” Zhao Jian mengerutkan keningnya.


Violet melepaskan energi spiritual Anginnya juga dan membuat Jaring Sutera besar menghadang Naga Air.


Namun, Naga Air itu tetap menghancurkan serangan dari Violet. Pemimpin Serigala Iblis berkeringat dingin menatap Naga Air yang sudah berada dihadapannya.


Kepala Naga Air dilahap oleh Lubang Hitam, tetapi tubuhnya terlalu besar sehingga butuh waktu lama menelannya hingga habis.


“Sial! Aku tak tahan lagi!” Pemimpin Serigala Iblis meraung pilu karena tekanan energi spiritual air Ranah World Master itu sangat kuat, pembuluh darahnya pecah dan ia juga memuntahkan seteguk darah.


Ekor yang tersisa dari Naga Air itu kemudian menghempaskan tubuh Pemimpin Serigala Iblis sehingga membuatnya terhempas sejauh Seratus langkah.


Yun Ma terlalu fokus memperhatikan Lubang Hitam yang hampir sepenuhnya menelan Naga Air, kemudian ia tersadar kalau Zhao Jian dan Wanita bersayap kupu-kupu tidak ada di belakang Pemimpin Serigala Iblis.


“Apakah mereka kabur?” gumamnya sembari mengedarkan energi spiritual-nya mencari keberadaan Zhao Jian dan Violet.


Namun, tiba-tiba ribuan kupu-kupu kecil terbang ke arahnya sehingga Yun Ma mengerutkan keningnya, “Ternyata kalian memanfaatkan kelengahanku untuk melakukan serangan menyelinap!”


Yun Ma segera mengayunkan pedangnya, gelombang air seperti sungai menyapu kupu-kupu kecil tersebut. Namun, ratusan kupu-kupu yang muncul dari atas tetap berhasil mendekat ke arahnya.


“Pak tua persiapkan dirimu!” Zhao Jian sengaja berteriak keras agar Yun Ma fokus ke arahnya, apalagi ia datang dari arah belakangnya.


Sengatan-sengatan listrik memercik dari bilah Pedang Keadilan sehingga Yun Ma mengerutkan keningnya karena merasa tebasan pedang Zhao Jian itu sangat berbahaya.


“Gerakan Ketiga Jurus Pedang Gelombang!” Yun Ma mengayunkan pedangnya ke arah Zhao Jian.


“Gerakan Pertama Jurus Pedang Guntur!” teriak Zhao Jian sembari mengayunkan Pedang Keadilan ke arah Yun Ma.


Dari bilah Pedang Keadilan menggeliat Belut Listrik disertai Sambaran Petir yang langsung menghantam gelombang air.


Zhao Jian dibawa oleh arus gelombang air itu menabrak ribuan Pepohonan, berhenti saat menabrak gunung dengan keras.


Dia merasa tubuhnya remuk sehingga ia kesulitan untuk berdiri. Namun, sudut bibirnya memancarkan senyuman lebar sehingga Yun Ma keheranan dan berpikir apakah Zhao Jian telah gila karena merasa hidupnya tidak akan lama lagi di Dunia ini.


Namun, Yun Ma langsung mengerutkan keningnya saat melihat di dalam gelombang air menggeliat Belut Listrik, sesaat kemudian Belut Listrik itu menerkamnya.


“Dasar cacing kurang ajar!” umpat Yun Ma marah, Dia mengayunkan pedangnya menebas Belut Listrik itu. “Energi spritual Petir?” Dia terkejut tubuhnya merasakan sensasi Sambaran Petir.


Kalau dirinya bukan Ranah World Master maka dia yakin tubuhnya akan hangus oleh Sambaran Petir itu.


Yun Ma memuntahkan seteguk darah, luka internal pada Dantian-nya semakin besar akibat ulah Belut Listrik itu.