Beasts Master

Beasts Master
Pembuktian Kekuatan Gaoer



“Jangkauan lompatanmu semakin jauh saja, Ayam Jago. Bagus... terus tingkatkan kemampuanmu maka di masa depan mungkin kamu bisa bermutasi menjadi Beast Phoenix atau Naga, kukira lebih cocok Naga karena saat aku menunggangimu maka aku akan terlihat berwibawa dan gagah.” Zhao Jian memuji Beast Ayam Surgawi.


“Teryata dia ingin aku kuat agar dapat dibanggakan saat menunggangiku!” keluh Ayam Jago dalam benaknya.


Zhao Jian memutuskan singgah di sebuah gunung yang menjulang tinggi dan puncaknya bahkan tertutup salju saking tingginya.


Tempat itu memiliki energi spiritual Yin yang cukup melimpah dan itu adalah tempat yang cocok bagi Huli Jing bermeditasi menyerap esensi bulan saat malam hari.


Daji juga akan bermeditasi di sana saat siang hari, walaupun tempat itu tidak terlalu bagus menyerap esensi Matahari karena disekitarnya terlalu banyak energi spiritual Yin.


Namun, Zhao Jian juga memiliki agenda lain, dia akan menjinakkan beberapa Beast yang ada di sana. Seperti kata pepatah, sediakan Payung sebelum Hujan... maka ia juga akan menyediakan tameng Beast yang akan melindunginya dari entitas kuat di Dinasti Gu Agung ini.


Dia menugaskan Violet menjaga meditasi Huli Jing dan Daji selama ia berburu di area sekitar gunung tinggi itu. Dia juga yakin di sana pasti ada Beast yang bersemayam kecuali Dinasti Gu Agung yang luas ini memiliki tempat khusus binatang buas seperti Hutan Tengah, Kekaisaran Jiang.


Namun, berdasarkan informasi yang dikirim Pasukan Naga ke Kaisar Jiang Long, Dinasti Gu Agung tidak mengenal konsep penangkaran Beast seperti itu. Beast-Beast di sini hidup di alam liar dan untuk bertahan hidup mereka menyendiri ke kedalaman hutan.


Mereka tidak punah karena para Kultivator kuat di Dinasti Gu Agung tidak memburu mereka selama tidak menimbulkan bencana, masalah Perburuan Beast biasanya dilakukan oleh murid-murid Sekte, atau Pendekar lepas tanpa Klan.


Walaupun terus diburu, Beast-Beast di sini tidak punah karena wilayahnya yang sangat luas dan penduduk Dinasti Gu Agung hanya sedikit lebih banyak dari Kekaisaran Jiang.


Dinasti Gu Agung kemungkinan melenyapkan semua penduduk Gui Dao yang mereka taklukkan saat Gui Dao Dinasti Gu Agung menyerap Gui Dao tersebut, tidak seperti Kekaisaran Jiang yang menampung penduduk Gui Dao yang mereka taklukkan.


“Apakah belum ada Beast yang kamu rasakan, Gaoer?” tanya Zhao Jian pada Beast Anjing berbulu hitam, karena mereka sudah menjelajahi gunung itu selama satu batang dupa dan mereka hanya menemukan tanaman herbal Spritual saja serta beberapa binatang buas yang belum dapat menyerap energi spiritual.


Zhao Jian dengan mudah menaklukkan binatang buas itu dan menyimpan ke dalam Tas Sihir khusus tempat penyimpanan makanan, hasil buruan dan sumberdaya.


Dua tas sihir lainnya adalah khusus tempat Beast betina dan Ayam Jago serta Beast-Beast yang akan ia taklukkan nantinya sehingga Ayam Jago akan memiliki junior di sana walaupun kabarnya Beast di Dinasti Gu Agung tidak dapat berbicara seperti Manusia, Beast di sini baru mencapai tahap itu saat mencapai Ranah World Master.


Zhao Jian sendiri tidak mengerti kenapa bisa begitu, tetapi inilah keunikan Dunia ini. Tak ada daratan, Dunia ini hanya terdiri dari lautan tak berujung dan satu-satunya tempat yang mirip seperti daratan adalah punggung Beast Kura-kura atau dinamakan dengan Gui Dao.


Setiap Gui Dao juga memiliki Kekangan terhadap Kultivasi, semakin besar Gui Dao itu maka Kekangan Kultivasi di sana akan melonggar.


“Aku merasakan Niat membunuh yang sangat besar!” seru Gaoer mengendus ke arah semak-semak belukar di tebing berbatu.


“Mungkinkah dibalik semak-semak itu adalah mulut Gua dan ada Beast yang berhibernasi di sana?” Zhao Jian berspekulasi sembari menghunus Pedang Keadilan.


Dia ingin melatih kemampuan bertarungnya juga, dia tidak ingin hanya berkontribusi sebagai Anjing pelacak saja. Dia juga ingin seperti Ayam Jago yang ditugaskan berburu sendirian oleh Zhao Jian agar Ayam Jago semakin kuat.


Gaoer mencakar semak-semak, energi spiritual Angin langsung menghancurkan semak-semak belukar itu dan ternyata di sana benar ada sebuah Gua.


“Grgrgrgrgrgrgr!”


Suara gertakan terdengar dari dalam Gua, sepertinya sosok yang mendiami Gua itu menyuruh Gaoer untuk pergi.


Zhao Jian menduga sosok itu tidak langsung menyerang Gaoer karena basis Kultivasi Gaoer sekarang adalah Ranah Saint, yang berarti sosok di dalam Gua itu lebih lemah dari Gaoer.


“Aku akan melihat apakah Kau akan seperti Anjing pemburu yang ganas atau hanya anjing rumahan!” kata Zhao Jian pelan tetapi masih terdengar oleh Gaoer.


“Jangan panggil aku Anjing, tuan!” gerutu Gaoer tidak senang mendengar panggilan itu. “Aku adalah Beast yang telah dapat menyerap energi spiritual dan memiliki kecerdasan seperti Manusia!” keluhnya lagi.


Zhao Jian tersenyum masam karena wujudnya jelas-jelas adalah Anjing berbulu hitam, kenapa dia malah marah dipanggil Anjing. "Maaf-maaf... cepat lah Gaoerku yang ganas dan kuat taklukkan Beast yang ada di dalam Gua itu!” sahutnya.


Gaoer mendengus dingin dan Zhao Jian berpikir temperamen Gaoer ini mungkin terpengaruh oleh sifat Jiang Ruo, karena temperamen mereka mirip sekali.


Saat Gaoer hendak melangkah ke dalam Gua yang gelap itu, tiba-tiba bongkahan-bongkahan batu melesat ke arahnya.


“Mungkinkah bukan hanya satu Beast yang menghuni gua itu?” gumam Zhao Jian karena tidak mungkin satu Beast dapat melempar banyak Batu besar sekaligus.


Karena Beast di Dinasti Gu Agung tidak memiliki kecerdasan seperti Manusia, maka mereka hanya menyerang secara asal-asalan tanpa tehnik beladiri seperti Gaoer yang sudah ia ajarkan tehnik Divine Martial Art dan Cakar Iblis.


Zhao Jian hendak membantu Gaoer, dia khawatir Gaoer mungkin akan terluka. Namun, bila saat ini yang ada didepannya adalah Ayam Jago maka ia akan membiarkannya hingga babak belur lebih dulu.


“Aku dapat menanganinya, tuan Jian!” seru Gaoer sehingga Zhao Jian tidak jadi mendekat.


“Apa kau yakin Gaoer? Aku merasakan ada banyak Aura Beast tumpang tindih di dalam sana!” sahut Zhao Jian setelah mengedarkan energi spiritual-nya memeriksa jumlah Beast di dalam Gua itu. Namun, ia tidak dapat memprediksinya karena Aura mereka berbaur, mungkin karena mereka saling berdempetan di dalam Gua itu.


“Akan aku tunjukkan perbedaan antara Beast yang memiliki kecerdasan dengan Beast buas!” seru Gaoer melompat ke dalam Gua yang gelap tersebut.


Zhao Jian mengerutkan keningnya, kenapa Beast betina satu ini sangat keras kepala. Dia malah masuk ke dalam sarang musuh yang tidak diketahui berapa jumlahnya itu. Zhao Jian segera mendekat ke mulut Gua dan bersiap-siap menolongnya bila ia tidak mampu mengatasi kawanan Beast tersebut.