Beasts Master

Beasts Master
Beast Serigala Iblis



“Beast Serigala Iblis!” Zhao Jian terkejut melihat segerombolan Beast Serigala Iblis sedang mengelilingi Gaoer yang berdiri di depan herbal langka, Shi Hua yang melepaskan energi spritual yang sangat besar untuk memikat binatang mendekatinya—kemudian ia akan menelan binatang itu. “Ha-ha-ha... aku tidak menyangka perjalanan ini akan membawa keberuntungan, mungkin kah Surga kasihan padaku?” Zhao Jian tertawa.


“Tuan Jiannnnn... tolong aku!”


Gaoer yang panik berteriak histeris karena merasakan aura herbal spritual Shi Hua seperti menghisapnya dari belakang. Dia sangat panik, bila ia menjauh dari herbal itu maka gerombolan Serigala Iblis akan menerkamnya.


Walaupun basis Kultivasinya kini telah mencapai Ranah Saint, dia tidak mungkin mengalahkan gerombolan Beast Serigala Iblis yang semuanya juga Ranah Saint tersebut, belum lagi di balik pepohonan pemimpin mereka yang setara dengan Ranah Paramita juga diam-diam memperhatikannya.


Dari sudut pandang manapun, Beast seperti dirinya tidak mungkin dapat meloloskan diri dari mereka, apalagi pemimpin Beast Serigala Iblis ini memiliki tubuh sebesar Gajah dengan aura kegelapan merembes dari tubuhnya sehingga membuat siapapun yang menatapnya merasa jiwa mereka dilahap oleh Pemimpin Beast Serigala Iblis itu.


Melihat air mata Gaoer telah membasahi wajahnya, Zhao Jian segera berhenti tertawa dan menatap ke arah Pepohonan. Dia tidak ingin Beast Serigala Ranah Paramita itu melarikan diri karena ini adalah tangkapan terbesarnya selama berada di Dinasti Gu Agung ini, belum lagi ada belasan Beast Serigala Iblis Ranah Saint lainnya yang akan membuat Pasukan Beastnya semakin banyak.


Membayangkan memimpin Beast yang sangat banyak dalam sebuah pertarungan saja, membuat Zhao Jian merasa dirinya akan seperti seorang Kaisar Beast.


“Ah, aku terlalu banyak mengkhayal, di luar sana masih banyak Pendekar yang dapat membuat langit bergetar, kekuatanku saat ini hanyalah seperti segenggam pasir, aku harus tetap rendah hati dan terus meningkatkan kekuatanku,” pikir Zhao Jian sembari melangkah secara perlahan-lahan mendekati Beast Serigala Iblis Ranah Paramita yang bersembunyi di balik pepohonan itu.


Pemimpin Beast Serigala Iblis tiba-tiba melolong, Lima Belas Beast Serigala Iblis Ranah Saint yang mengepung Gaoer langsung melesat mengepung Zhao Jian dengan rahang terbuka lebar, tatapan mata mereka penuh dengan Niat Membunuh, aura kegelapan yang merembes dari tubuh mereka membuat rerumputan dibawah kaki mereka menjadi layu. Itu adalah efek dari energi spritual kegelapan yang mengandung korosif atau menggerogoti esensi kehidupan makhluk hidup.


Sudut bibir Zhao Jian memancarkan seringai tipis, dia kagum gerombolan Beast Serigala Iblis ini tidak mengenal rasa takut walaupun tahu dirinya memancarkan aura Ranah Paramita.


“Kok-kok-kokkkkkkkkkkk!”


Ayam Jago mendarat di dekat Zhao Jian sembari mengepakkan sayapnya dengan bangga, dan memandang rendah gerombolan Beast Serigala yang lebih kecil darinya itu.


Setelah bermeditasi dan makan dengan banyak selama berada di dalam Tas Sihir Zhao Jian, tubuhnya kini bertambah besar dan gemuk.


Bila ia diibaratkan sebagai ayam ternak, maka dia termasuk jenis ayam dengan daging berkualitas tinggi saking gemuknya. Dia kini sebesar Gajah dengan bulu-bulu yang tebal, membuat siapapun yang duduk di punggungnya akan merasa nyaman dan itu dibuktikan oleh Daji yang tetap fokus duduk bersila dan memejamkan matanya, dia tidak merasakan guncangan saat pendaratan Ayam Jago itu.


Pemimpin Beast Serigala Iblis mengerutkan keningnya saat menatap sosok wanita yang mengenakan penutup wajah bertopi caping di atas punggung Ayam Jago, dia merasakan aura Ranah Paramita memancar dari sana.


Dia melolong keras sebagai tanda untuk segera mundur karena tidak mungkin bagi mereka menang melawan Dua Ranah Paramita sekaligus.


Dia melarikan diri lebih dulu, hanya dalam sekejap aura keberadaannya telah mencapai ratusan langkah dari posisi Zhao Jian.


“Mencoba kabur?” Zhao Jian mengerutkan keningnya. “Jangan biarkan mereka kabur, Violet!” Dari Tas Sihir Zhao Jian muncul cahaya menyilaukan dan Benang Sutera Putih setipis rambut langsung melesat mengikat gerombolan Beast Serigala Iblis Ranah Saint.


Zhao Jian sendiri menghilang dibawa hembusan angin kencang yang tiba-tiba muncul.


Sangat mudah mengikuti ke mana pergi Pemimpin Gerombolan Beast Serigala Iblis itu, karena setiap tumbuhan yang ia lewati akan menjadi layu.


Beast Serigala Iblis Ranah Paramita itu menggertakkan giginya saat merasakan ancaman muncul di belakangnya, dia berhenti berlari dan segera melolong keras; energi spritual kegelapan berbentuk lubang hitam melesat ke arah Ratusan Sabit Angin yang melesat ke arahnya.


“Dilahap?” Zhao Jian terkejut. “Ini semakin menarik saja, kalau aku berhasil menjinakkanmu maka aku dapat menggunakan kekuatan itu!”


Namun, ia sedikit khawatir karena tidak memiliki tehnik beladiri yang berspesialisasi pada energi spritual kegelapan. Hanya Kultivator yang mempraktikkan tehnik terlarang yang biasanya memiliki energi spritual kegelapan, sosok yang pernah ia temui yang memiliki energi spritual seperti ini adalah Ye Jing.


“Walaupun aku tidak memiliki tehnik beladiri yang berspesialisasi pada energi spritual kegelapan, aku masih dapat menggunakannya secara kasar dan itu pasti berguna saat keadaan terdesak,” gumam Zhao Jian.


Dia memasang kuda-Kuda beladiri, tangannya menggenggam erat gagang pedang Keadilan.


Mereka saling saling bertatapan, beberapa tarikan napas pun berlalu dan keduanya masih mematung ditempat masing-masing.


Zhao Jian bingung, bukankah binatang spritual di Dinasti Gu Agung ini tidak memiliki kecerdasan seperti Manusia? Kenapa Serigala yang satu ini terlihat cukup cerdas karena ia juga menunggu pihak lawan yang lebih dulu mulai menyerang.


“Ah, kau sepertinya sangat waspada, ya?” cibir Zhao Jian memutuskan menyerang lebih dulu. “Gerakan Pertama Jurus Pedang Es Abadi!” teriaknya saat menerjang ke arah Beast Serigala Iblis.


Beast Serigala Iblis juga segera melompat ke arah Zhao Jian, aura kegelapan menyelimuti seluruh tubuhnya dan dari mulutnya kembali muncul Lubang Hitam. Namun, raut wajahnya tiba-tiba mengkerut karena merasakan energi spritual Zhao Jian berbeda dengan yang sebelumnya.


Saat bilah Pedang Zhao Jian bersentuhan dengan Bola Hitam itu, energi spritual Es tiba-tiba menjalar dengan cepat.


Walaupun sebagian energi spritual Es itu dilahap oleh Lubang Hitam itu, sebagian energi spritual es lainnya membekukan cakarnya dan menjalar keseluruhan tubuhnya.


Beast Serigala Iblis terkejut, tetapi ia bernapas lega karena energi spritual es itu digerogoti oleh energi spritual kegelapan yang menyelimuti seluruh tubuhnya, dalam benaknya dia berpikir akan mencakar wajah Zhao Jian dalam beberapa tarikan napas lagi setelah es yang membekukan tubuhnya menghilang.


Namun, ia membelalakkan mata dan meraung kesakitan karena tiba-tiba merasakan benda tajam menusuk kepalanya.


“Hmm, sepertinya kau baik-baik saja?” Suara Zhao Jian itu membuat Beast Serigala Iblis langsung mengutuknya, karena saat ini sebenarnya ia ingin berkata, “Tolong ampuni aku dan aku akan menjadi Serigala yang baik hati serta tidak mengusik kehidupan manusia!” Namun, sayang sekali, Zhao Jian tidak memahami bahasa binatang liar.


Zhao Jian mengepal tangannya, dia menggunakan Jurus Tinju Kingkong Surgawi tanpa menggunakan energi spritual Api karena Daji saat ini sedang bermeditasi. Namun, tinjuan itu tetap membuat rahang Beast Serigala Iblis bergetar hebat dan beberapa giginya berhamburan saat tubuhnya yang besar itu terpental puluhan langkah.


“Hmm, sepertinya masih kurang juga!” kata Zhao Jian dengan ekspresi wajah datar. “Apa aku belah saja perutnya?” Dia memasang tampang wajah kebingungan.


Beast Serigala Iblis mengerutkan keningnya, bagaimana mungkin Beast Agung Penguasa gunung sepertinya akan berakhir seperti ini, dia berpikir keras bagaimana cara agar selamat dari Manusia gila ini.