Beasts Master

Beasts Master
Akar Spritual Phoenix



Ayam Jago melompat cukup jauh dari kediaman Pak tua Yin, tetapi saat mendekati Sekte Bangau Surgawi——Zhao Jian langsung menyimpannya ke dalam Tas Sihir karena tidak ingin menarik perhatian para Beast Master di Sekte itu.


Zhao Jian juga memutuskan beristirahat di sebuah Penginapan mewah. Dia mencoba mencari informasi dari pengunjung penginapan itu, apakah ada mobilisasi para Kultivator oleh Dinasti Gu Agung.


Namun, semua orang yang ia tanya tampak kebingungan dan mengatakan Dinasti Gu Agung tidak melakukan perekrutan Kultivator untuk menyerbu ke Gui Dao asing.


Zhao Jian sangat senang mendengarnya, karena itu menandakan Dinasti Gu Agung belum menyadari keberadaan Gui Dao Kekaisaran Jiang yang tidak jauh dari jalur berenang Gui Dao Dinasti Gu Agung.


Dia kemudian mengeluarkan satu merpati pesan dari Tas Sihir, kemudian menulis Empat pesan pada gulungan kertas yang tertuju pada Kasim Long, Jiang Ruo, Liu Ruxu dan Klan Zhao.


Dia tidak ingin orang-orang terdekatnya khawatir dengan keselamatannya di negeri asing ini. Dia juga menulis bahwa tak ada yang mengenali dirinya karena ia menggunakan penyamaran saat pertama kali menginjakkan kaki di Dinasti Gu Agung.


“Ah, aku harus berkultivasi selama beberapa hari di sini, Penginapan ini adalah tempat yang nyaman untuk bersembunyi karena dilengkapi dengan Perisai di setiap kamarnya,” gumam Zhao Jian tersenyum sembari melepaskan burung merpati yang membawa pesan darinya. “Mulai saat ini Daji akan mendampingiku saat siang hari dan Huli Jing untuk malam hari. Ada beberapa kerudung dan Topi caping bambu yang akan menutupi wajah kalian sehingga tak ada yang melihat telinga rubah kalian!”


“Bagaimana denganku, tuan Jian?” Violet juga ingin mendampingi Zhao Jian saat berkelana.


“Kau fokuslah bermeditasi, Violet... Daji kan butuh sinar matahari untuk menyerap esensi Matahari, begitu juga dengan Huli Jing. Aku juga akan berkultivasi hingga mencapai Ranah Paramita Puncak, kemudian menyerap Kristal Beast Hiu,” sahut Zhao Jian.


Kali ini ia memutuskan dirinya yang menyerap kristal Beast Ranah Immortal itu, bukan Violet lagi karena bila ia yang menyerapnya maka semua Beastnya kecuali Huli Jing dan Daji akan ikut naik tingkat Kultivasi.


Dia kini memiliki cukup banyak Beast, bila mereka ikut naik tingkat Kultivasi maka itu jelas akan menguntungkannya karena itu akan menghemat sumberdaya.


Daji pun muncul dalam bentuk wanita cantik, hanya saja ia memiliki telinga Rubah dan berekor juga.


Zhao Jian menyuruhnya mengenakan penutup wajah berwarna merah yang selaras dengan Hanfu merah yang ia kenakan serta mengenakan Topi caping bambu berwarna hitam.


Dia kemudian membuka jendela kamar agar sinar matahari masuk ke dalam yang kemudian diserap oleh Daji atau Beast Rubah yang memiliki simbol matahari di keningnya itu.


Tiba-tiba suara pintu kamar diketuk oleh seseorang yang suaranya mirip dengan Yao Ming, murid sekte Bangau Surgawi tersebut.


“Kenapa bocah itu malah mendatangiku?” selidik Zhao Jian penasaran dan kini merasa Kita ini tidak aman lagi untuk bersembunyi karena seseorang tetap mengetahui keberadaannya.


Zhao Jian membuka pintu dan terkejut melihat gadis muda dipangkuan Yao Ming yang tampak seperti kepanasan.


“Kenapa aku selalu bertemu bibit unggul di Kita kecil ini?” gumamnya, “cepat masuk! Apakah ada yang mengikutimu?” tanyanya karena tidak ingin berurusan dengan para Penatua Sekte Bangau Surgawi lagi.


Yao Ming menggelengkan kepala dan membawa adiknya masuk ke dalam kamar. Dia mengerutkan keningnya saat melihat ada seseorang gadis yang duduk bersila di atas ranjang——padahal seingatnya Zhao Jian selalu sendirian saja dan hanya ditemani oleh Beast Ayam yang dapat berbicara.


Zhao Jian tahu Yao Ming terkejut melihat keberadaan Daji. “Abaikan saja dia, bocah sepertimu lebih baik pikirkan bagaimana caranya agar kultivasimu meningkat, jangan pikirkan tentang apa yang dilakukan oleh orang Dewasa!” candanya sembari tersenyum lebar, sehingga pikiran Yao Ming bertambah liar.


“Adikku sudah menelan Pil Bulan Malam, tetapi energi spritual Apinya malah semakin berkobar yang membuatnya tidak sanggup lagi menahannya, tuan Jian!” seru Yao Ming dengan panik dan khawatir adiknya akan ditelan oleh energi spritual apinya sendiri.


Zhao Jian meletakkan kedua telapak tangannya di punggung Yao Yue‘er dan mengalirkan energi spritualnya untuk menyelidiki apa yang membuat energi spritual apinya menjadi seperti ini.


“Ini?” Zhao Jian terkejut. “Dia memiliki akar spritual Phoenix atau ia akan memiliki Roh Phoenix bila dapat melewati krisis ini!” jelasnya tersenyum lebar karena tidak menyangka gadis ini adalah jenius beladiri yang cocok menjadi heroin tokoh utama di masa depan.


“Betulkah?” Yao Ming sangat senang mendengarnya. Dia kemudian bersujud di hadapan Zhao Jian, “tolong bantu adikku tuan Jian dan aku akan melakukan apa saja yang kamu inginkan!”


“Jangan berteriak-teriak begitu, nanti tetangga sebelah terganggu!” tegur Zhao Jian karena terdengar suara desahann dari kamar sebelah dan ia teringat yang menginap di sana adalah Pria gemuk yang terlihat seperti berasal dari keluarga Kaya dan membawa gadis cantik bersamanya saat memasuki penginapan.


Yao Ming menutup mulutnya dan mengerutkan keningnya serta berpikir Zhao Jian mungkin akan melakukan hal yang sama dengan orang di kamar sebelah bila dirinya tak datang lebih awal.