Beasts Master

Beasts Master
Kami Mampu Mengungkapkan Kasus Ini Tanpa Bantuan Hakim Jian



“Kenapa Hakim Jian membunuhnya tanpa melalui proses pengadilan?” tanya Fang Zening merasa Zhao Jian sangat arogan sekali walaupun Pasukan Naga itu berusaha menghasut salah satu tuan muda Klan besar untuk menggagalkan misinya dalam menaklukkan Gui Dao Kerajaan Kura-Kura Awan secara damai.


Zhao Jian menjentikkan jari tangannya dan energi spiritual Angin kemudian menerbangkan noda darah yang tertinggal pada bilah Pedang Keadilan.


“Aku adalah Hakim khusus yang berada langsung dibawah perintah Kaisar dan mendapatkan hak istimewa mengadili seluruh penduduk Kekaisaran Jiang tanpa pandang bulu walaupun itu Kaisar sendiri. Bila ia salah maka aku berhak mengadilinya!” sahut Zhao Jian sembari tersenyum. “Namun, itu secara teori saja, kenyataannya aku tidak akan berani mengadilinya!”


Bila ia berani mengadili Kaisar yang basis Kultivasi-nya Ranah World Master itu maka sama saja ia berusaha menggali kuburnya sendiri, belum lagi ia adalah menantu Kaisar hati nuraninya pasti sulit melakukan tindakan itu—kecuali Kaisar menindas rakyatnya sendiri maka mau tak mau ia harus mengadilinya.


Fang Zening tidak menyangka Hakim muda di hadapannya ini ternyata adalah tangan kanan Kaisar, padahal awalnya ia mengira Zhao Jian hanya Hakim biasa saja atau bukan pejabat tinggi di Gui Dao musuh itu—makanya mereka menunda-nunda negoisasi dengannya.


Pasukan Naga yang tersisa telah meneteskan darah mereka pada Kitab Keadilan dan hanya Hua Ming saja yang melakukan kontak dengan Chi Mei, itupun hanya sebatas meminta gadis pelayan itu untuk mempertemukannya dengan salah satu tuan muda Klan besar.


“Pasukan Nagaku tidak terlibat dalam kasus kematian nona Chi Mei... yang berarti pelakunya adalah warga negara kalian. Apakah kalian butuh bantuanku untuk mengungkapkan kasus ini?” kata Zhao Jian sembari menatap Petugas Pengadilan dan Fang Zening.


“Aku tidak memiliki wewenang dalam memutuskannya dan aku akan melapor pada Hakim Agung dulu!” sahut Petugas Pengadilan yang tidak ingin Zhao Jian terlibat dalam penyelidikan kematian Chi Mei.


“Oh, begitu... memang ini sudah tanggung jawab Pengadilan Kerajaan Kura-Kura Awan. Namun ....” Sudut bibir Zhao Jian memancarkan seringai tipis. “Aku akan mencatat kejadian ini dan akan melanjutkan kasus ini setelah penduduk Kerajaan Kura-Kura Awan menjadi penduduk Kekaisaran Jiang. Dan... semua yang terlibat akan bernasib sama dengan Prajurit berhati Iblis ini!”


“Tentu Pengadilan Kerajaan Kura-Kura Awan akan menuntaskan kasus ini. Aku akan menjamin kasus ini akan selesai dalam beberapa hari ke depan!” sahut Fang Zening merasa Zhao Jian meremehkan kemampuan Pengadilan Kerajaan Kura-Kura Awan-nya. “Betulkan Petugas Pengadilan? Apalagi sudah ada petunjuk awal mengarah ke mana kasus ini!” katanya lagi dengan tatapan tegas.


Zhao Jian hanya tersenyum saja, sedangkan Petugas Pengadilan itu tampak berkeringat dingin dan menangkupkan tinju. “Kami akan menuntaskan kasus ini dengan cepat, tuan Putri Zening!” sahutnya.


“Baguslah... aku akan menantikannya, tetapi bila kalian ingin meminta bantuanku maka jangan ragu-ragu untuk mendatangiku. Kitab Keadilan ini bukan hanya mengadili penduduk Kekaisaran Jiang saja, semua pelaku kejahatan tak bisa lepas darinya!” seru Zhao Jian. “Oh, ya... apakah Yang Mulia Raja Fang belum kembali ke ibukota? Aku harap kalian jangan mengulur-ulur waktu karena aku tidak bisa menahan gerombolan liar militer kami yang telah lama ingin mengacak-acak Gui Dao lain. Bila mereka telah turun tangan maka nasib penduduk Kerajaan Kura-Kura Awan akan bernasib tragis, makanya aku datang kemari agar hal itu tak terjadi!”


Zhao Jian berterus-terang pada Fang Zening karena Pangeran Fang Han dan dia selalu menghindar darinya, dengan mengatakan yang sebenarnya Zhao Jian berharap mereka untuk tidak mengulur-ulur waktu lagi.


Fang Zening tersenyum masam dan berkata, “Kami sudah mengirim pesan pada Ayahanda dan kabarnya Beliau akan segera tiba ke ibukota. Hakim Jian tolong bersabarlah sebentar lagi, percayalah kami juga menginginkan jalan kedamaian bukan jalan kekerasan!”


Zhao Jian mengangguk pelan dan mengirim perintah pada Jiang Mo melalui telepati untuk tetap mengawasi Pasukan Naga dan mereka tidak boleh meninggalkan Paviliun Selatan.


“Di mana nona Ruo, Hakim Jian? Aku sebenarnya datang kemari untuk mengundang kalian sarapan pagi di restoran terbesar di ibukota ini,” kata Fang Zening mengalihkan pembicaraan dan tersenyum hangat, ekspresi wajah tegasnya langsung menghilang.


“Istriku masih tidur, mungkin dia kelelahan?” sahut Zhao Jian—sehingga ekspresi wajah Fang Zening memerah karena teringat dengan cerita kakaknya yang berpura-pura menjadi Pelayan wanita dan menerobos masuk ke kamar Zhao Jian. “Kalau begitu aku akan memanggilnya, dia mungkin suka bila diajak jalan-jalan!” katanya lagi menduga-duga karena ia sebenarnya tidak tahu seperti apa sifat asli dari Jiang Ruo termasuk kegemarannya.