
“Mulai sekarang berkultivasi lah agar basis Kultivasimu meningkat!” seru Zhao Jian sembari menyerahkan Kristal Beast yang setara Ranah Jie Zhu pada Gaoer.
Saat akan kembali ke Gui Dao Kekaisaran Jiang, para Patriark Klan, Patriark Sekte dan kalangan pejabat istana Kerajaan Kura-Kura awan menghadiahkannya beberapa kristal Beast.
Zhao Jian menolaknya tetapi mereka tetap memaksa, sehingga dengan senang hati ia menerima kristal Beast tersebut. Dia yakin mereka ingin menjalin persahabatan dengannya sehingga bila mereka mengalami masalah di negeri baru itu maka mereka akan mengadu padanya.
Zhao Jian tentu akan menolong mereka selagi mereka di pihak yang dizolimi, tetapi bila mereka di pihak yang salah maka ia tidak akan ragu untuk mengeksekusi mereka sesuai Hukum yang berlaku di Kekaisaran Jiang.
Gaoer menatap Kristal Beast dengan mata berbinar-binar, ekornya bergoyang-goyang kencang. “Un-untuk tuan saja... sebentar lagi belenggu Kultivasi di Kekaisaran Jiang akan mengendur setelah melahap Gui Dao Kerajaan kura-kura awan, maka dengan menyerap energi spritual dari Kristal Beast itu tuan akan berkesempatan melangkah ke Ranah Paramita.”
Zhao Jian tersenyum mendengar jawaban dari Gaoer, padahal jelas-jelas dia sangat tertarik dengan Kristal Beast tersebut bahkan air liurnya sampai menetes.
“Ini hanya Kristal Beast Ranah Jie Zhu maka ini tidak akan berguna untukku!” sahut Zhao Jian. “Ambil lah! Kalau kau tidak mau maka aku akan memberikannya pada Ayam Jago saja!” candanya.
Gaoer dengan cepat meraih Kristal Beast dari tangan Zhao Jian dan ia menuju sudut gubuk bambu kediaman tuannya itu untuk mulai menyerap energi spritual dari Kristal Beast tersebut.
Zhao Jian sangat senang melihat tingkah lakunya itu, dia kemudian mengeluarkan salah satu gulungan seni beladiri yang diberikan Penatua Xiao Shi padanya.
Yang diambilnya itu adalah seni beladiri berspesialisasi Es, Jurus Pedang Es Abadi.
“Gerakan Pertama Jurus Pedang Es Abadi akan membuat lawan membeku bila bersentuhan dengan bilah Pedang, tetapi itu dapat dipatahkan bila lawan memiliki energi spritual yang sama kuat atau lebih tinggi dari penggunanya,” gumam Zhao Jian membaca gulungan seni beladiri Jurus Pedang Abadi itu. “Ini hebat sekali padahal baru Gerakan Pertama saja, bagaimana gerakan berikutnya? Itu pasti luar biasa!”
Zhao Jian tersenyum lebar, dia tidak buru-buru membaca Gerakan Kedua. Dia ingin memahami Gerakan Pertama Jurus Pedang Es Abadi dulu.
Zhao Jian keluar dari gubuk bambu tetapi tiba-tiba Violet, Huli Jing dan Daji keluar keluar dari Tas Sihirnya. Mereka keluar dengan bentuk wanita cantik yang akan membuat para lelaki berhalusinasi liar.
(Kantung Penyimpanan ganti nama menjadi Tas Sihir ya agar lebih mudah dipahami)
“Tuan Jian... aku sepertinya sudah mencapai Ranah Tianzun puncak dan akan menerobos ke Ranah Saint bila menyerap esensi matahari lebih banyak lagi!” kata Daji tersenyum lebar karena sebentar lagi akan mencapai Ranah Saint.
Huli Jing meraih lengan tangan Zhao Jian dan menempelkannya di sela-sela gunung kembar empuk miliknya sehingga Zhao Jian mimisan karena terlalu menikmati sensasi tersebut. “Aku juga telah mencapai Ranah Tianzun dan bila menyerap esensi Bulan maka akan mencapai Ranah Saint!”
Violet hanya tersenyum berdiri di sebelah Daji, basis Kultivasi-nya masih stagnan di Ranah Saint dan untuk melangkah ke Ranah Paramita maka ia perlu sumberdaya yang sangat besar atau dengan menyerap Kristal Beast Ranah Paramita yang tentu sangat sulit ditemukan.
Sebenarnya maksud dari terusik itu adalah para murid-murid Pria akan berkerumun disekitar mereka karena belum ada Beast yang berevolusi menjadi Manusia, kecuali dalam catatan sejarah bila mereka telah mencapai Ranah World Master.
“Aku akan mengawasi mereka, tuan Jian!” sahut Violet yang memiliki pemikiran jauh lebih Dewasa dari pada Huli Jing dan Daji, dia terlihat seperti sosok kakak perempuan tertua bagi mereka.
“Baiklah... aku akan serahkan mereka padamu, Violet!” Zhao Jian melambaikan tangannya sembari berjalan ke tanah lapang tempat Beast Ayam Surgawi biasanya berlatih dengan melakukan latih tanding melawan Beast Ayam Surgawi lainnya.
Daji segera melompat ke pucuk Pohon dan menggunakan tehnik meringankan tubuh agar tunas muda ujung Pohon itu dapat menahan beban tubuhnya. Dia duduk bersila dan mulai menyerap esensi Matahari.
...***...
Patriark Sekte Gunung Hua tersenyum lebar dan sangat bahagia saat ini karena cucunya baru saja mencapai Ranah Saint.
Kemarin ia mendapat pesan dari Jenderal Jing Mu bahwa Zhao Jian berhasil menjalankan misi yang diberikan Kaisar padanya——sehingga Hua Dong sangat murka, apalagi Zhao Jian mendapatkan manfaat dalam misi itu di mana ia mencapai Ranah Saint.
“Selamat cucuku... kamu adalah Ranah Saint Pertama di Sekte Gunung Hua yang mencapai tingkatan itu dalam usia 20 tahun!” Hua Dong memuji Hua Yin yang tampak keheranan, karena dalam catatan sejarah yang tercepat mencapai Ranah Saint berusia 21 tahun dan seharusnya dirinya lah yang pertama di Kekaisaran Jiang.
“Apakah ada generasi muda dari Sekte lain yang lebih cepat dariku, Kakek?” selidik Hua Yin penasaran.
Hua Dong menghela napas panjang. “Putri Mahkota Jiang Ruo lah yang termuda yang mencapai Ranah Saint!” sahutnya.
Hua Dong yakin Zhao Jian dan Jiang Ruo mencapai Ranah Saint karena keduanya telah melakukan hubungan badan, dia sangat menyayangkan tidak dapat membuat cucunya menikah dengan Jiang Ruo——karena ia juga mengetahui tentang tubuh Yin Jiang Ruo yang dapat meningkatkan basis kultivasi.
“Lima Bulan lagi perlombaan perburuan di Hutan Tengah akan dibuka maka aku ingin kau membunuh seseorang. Jangan khawatir masalah yang akan timbul kemudian, karena pihak Pengadilan tidak akan mengusutnya!” seru Hua Dong dengan ekspresi wajah serius.
“Apakah orang itu adalah Hakim muda Zhao Jian?” tebak Hua Yin yang telah mendengar ada Hakim muda yang mengusik kepentingan para Klan besar dan militer.
Hua Dong menganggukkan kepala sembari mengelus janggutnya. “Jangan lawan dia sendirian, setelah belenggu kultivasi di Gui Dao Kekaisaran Jiang melonggar maka akan mudah mencapai Ranah Saint, beberapa murid berbakat dari Sekte Gunung Hua kita akan mencapai Ranah Saint juga... bekerjasama lah dengan mereka melenyapkan Hakim Jian itu!”
Hua Yin menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat, sudut bibirnya memancarkan seringai tipis. “Yakinlah Kakek... Zhao Jian akan mati di tanganku!” sahutnya dengan penuh percaya diri, karena di tahun sebelumnya ia mampu mengalahkan semua jenius beladiri dari Sekte Pedang Abadi. Namun, dia tidak bisa menjadi Ranah Tianzun terkuat karena Lu Xiaoran terlalu tangguh dengan System Surgawinya.