
“Tuan putri Zening... aku serahkan Pemuda ini pada Prajurit Istana dan Pengadilan Kerajaan Kura-Kura Awan yang akan menyelidiki apa motifnya menyerang kita!” seru Zhao Jian sembari menyimpan botol kecil berisi darah tuan muda keluarga cabang Klan Fang tersebut.
“Tenang saja Hakim Jian, kami akan mengungkapkan kasus ini dengan cepat dan melaporkan hasilnya pada Anda nantinya!” sahut Fang Zening merasa malu ternyata pelakunya berasal dari Klan-nya sendiri.
Zhao Jian tersenyum hangat dan berkata, “Ya, aku percaya Pengadilan Kerajaan Kura-Kura Awan akan mengungkapkan motifnya melakukan penyerangan tadi. Nah, sekarang kita harus segera menuju Pelelangan, jangan sampai kita terlambat ke sana dan tak sempat melihat Beast yang di lelang itu!”
“Benar juga, pikiranku telah teralihkan oleh penyerangan ini sehingga aku lupa kalau kita akan menuju tempat pelelangan!” sahut Fang Zening segera membawa Zhao Jian dan Jiang Ruo menuju tempat pelelangan yang lokasinya tidak jauh dari restoran tempat mereka makan.
Saat mereka sampai di pelelangan, ternyata acara lelangnya telah lama berlangsung dan kini telah memasuki acara puncak, barang lelang utama akan diperlihatkan.
Semua yang hadir di pelelangan itu langsung takjub begitu melihat petugas lelang membuka tirai, Beast Anjing berbulu tebal dengan warna bulu hitam tampak ketakutan menatap puluhan peserta lelang yang tersenyum ke arahnya.
“Ini adalah Beast Anjing Ranah Jie Zhu dan dia memiliki energi spiritual tanah. Cocoklah dijadikan sebagai anjing penjaga rumah atau Sekte ha-ha-ha ....” Petugas lelang itu tertawa setelah memberikan informasi tentang Beast Anjing itu.
Sudut bibir Zhao Jian memancarkan senyuman tipis karena ia tertarik dengan Beast Anjing itu, apalagi Anjing terkenal mampu mengendus bau seseorang dan sangat cocok dijadikan sebagai pelacak ketika menangani sebuah kasus yang rumit, di mana pelakunya belum diketahui.
“Bisakah tuan Putri Zening ikut menawar Beast Anjing itu? Aku tertarik untuk membelinya!” bisik Zhao Jian pada Fang Zening.
“Tentu dengan senang hati aku akan membantu Hakim Jian, tetapi berapa modal yang Hakim Jian miliki agar aku tidak salah menawar nantinya?” sahut Fang Zening.
Zhao Jian sengaja menyuruh Fang Zening karena yakin nanti pihak-pihak lain akan enggan melakukan penawaran—karena takut keluarga Kerajaan akan tersinggung bila bersaing dengannya.
Zhao Jian jelas tidak memiliki uang dan ia langsung tersenyum ke arah Jiang Ruo yang keheranan melihat tingkahnya.
“Ada apa?” tanya Jiang Ruo.
“Ruo‘er... kamu pasti membawa uang, kan? Bolehkan aku meminjam uangmu dulu. Tenang saja gajian nanti aku akan cicil membayarnya!” sahut Zhao Jian menatap Jiang Ruo dengan tatapan berbinar-binar.
Jiang Ruo mengerutkan keningnya dan berpikir kenapa ayahnya malah menikahkan dirinya dengan laki-laki miskin begini.
“Tawar saja setinggi-tingginya! Aku memiliki Seratus Ribu Keping Emas!” sahut Jiang Ruo sembari mendengus dingin.
Para peserta lelang saling berbisik-bisik dengan rekan mereka, diangka berapa mereka akan melakukan penawaran sehingga peserta lelang lain tak sanggup meningkatkan jumlah tawarannya.
“20.000 Keping Emas!” seru peserta lelang dari Klan Su.
“30.000 Keping Emas!” sela peserta lelang dari Klan Dong.
“35.000 Keping Emas!” Penatua Sekte Matahari Abadi berkata dengan senyum cerah.
Peserta lelang lainnya langsung tersenyum masam, karena mereka tidak berani menaikkan tawaran—takut Sekte Matahari Abadi memusuhi mereka.
Suasana menjadi hening, petugas lelang menatap peserta lelang dari Klan Su maupun Klan lainnya agar meningkatkan tawaran, karena harga 35.000 keping emas itu masih terlalu murah.
“40.000 Keping Emas!” Suara wanita muda memecahkan keheningan itu, sehingga semua Peserta lelang menoleh ke arah belakang.
Mereka terkejut, ternyata yang melakukan penawaran itu adalah Fang Zening, Putri dari Raja Fang Zihao.
Penatua Sekte Matahari Abadi menggertak kan giginya karena ia tak mungkin menawar harga lebih tinggi lagi. Dia bingung kenapa Fang Zening tertarik dengan Beast Anjing itu padahal ia bukan Beast Master.
Tatapan matanya kemudian beralih ke arah Zhao Jian dan Jiang Ruo. “Bukankah mereka utusan dari Gui Dao asing, mungkinkah mereka yang telah menyuruh tuan Putri Zening melakukan penawaran itu?” pikirnya sembari mendengus kesal.
“40.000 Keping Emas! Apakah masih ada yang melakukan penawaran? Kami akan menghitung sampai Sepuluh, bila tak ada yang menaikkan tawaran maka Beast Anjing ini akan menjadi milik tuan Putri Zening!” seru Petugas lelang walaupun sudah yakin tidak akan ada yang berani menaikkan harga lagi.
“10, 9, ... 3, 2, 1!”
“Selamat kepada tuan Putri Zening telah memenangkan lelang ini. Kami akan menghantarkan Beast Anjing ini ke istana sesegera mungkin!” seru Petugas Pengadilan itu sembari menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat.
Fang Zening hanya tersenyum hangat saja dan melambaikan tangan, kemudian ia langsung berjalan keluar dan berbisik pada Prajurit Istana untuk mengatakan pada Petugas lelang bahwa pembayarannya akan dilakukan di istana ketika Beast Anjing itu diantarkan ke sana.