Beasts Master

Beasts Master
Sergapan Bandit



Zhao Jian berhasil menonaktifkan formasi Pembunuh Iblis Utara setelah mengambil Kristal Batu yang menjadi sumber energi formasi tersebut. Namun, ia langsung terkejut melihat kemunculan Puluhan orang yang tiba-tiba menyerang mereka.


Yan Mo menggertak kan giginya, jumlah musuh terlalu banyak—apalagi beberapa bawahannya telah terluka. Namun, sebagai tuan muda Klan Yan, ia harus menunjukkan pada Hakim Zhao Jian bahwa Klan Yan-nya adalah Klan yang mementingkan keselamatan warganya, walaupun sebenarnya bila rombongan Hakim Zhao Jian tidak ada di sini mungkin ia akan mementingkan keselamatan dirinya saja.


Yan Mo menebas Bandit yang melompat ke arahnya dan segera menghadang Bos Bandit yang hendak menebas Hakim Zhao Jian.


“Biarkan kami saja yang mengatasi bandit-bandit rendahan ini Hakim Jian!” Yan Mo ingin menunjukkan pada Zhao Jian bahwa dirinya sangat kuat dan merupakan Pendekar penegak keadilan. “Semuanya bunuh para bandit ini dan jangan biarkan ada yang lolos!” teriaknya pada bawahannya.


Namun, para bawahan Yan Mo mengerutkan kening, karena jumlah Bandit jauh lebih banyak dari mereka.


“Cih, dalam situasi seperti ini tuan muda masih sempat-sempatnya melakukan pencitraan agar disanjung oleh Hakim Zhao Jian!” gumam bawahan Yan Mo menggerutu karena harus melawan Tiga bandit sekaligus dengan Ranah Kultivasi yang sama dengannya.


Pedang milik Yan Mo beradu dengan Pedang Hitam dan besar milik Bos bandit.


Yan Mo terdorong lima langkah ke belakang, sedangkan Bos bandit tetap di posisinya dan Zhao Jian berhasil menjauh membawa para pengungsi ke sisi belakang Petugas Pengadilan yang cukup jauh dari serbuan Bandit.


“Babi... eh tidak gorila besar ini kuat sekali!” gumam Yan Mo—bilah Pedangnya mengalami sedikit retakan.


“Yohoho... tuan muda Yan ingin merasakan sayatan Pedang Hitam-ku ternyata!” Bos bandit mengejek Yan Mo.


Namun, Yan Mo tidak menanggapi ejekannya, ia justru khawatir dengan bawahannya yang ternyata tidak mampu menahan serangan para Bandit.


Yan Mo awalnya berpikir bila ia berhasil mengalahkan Bos bandit dengan cepat maka para bawahan Bandit itu pasti akan kabur karena tidak ada lagi yang mengatur mereka, tetapi ia tidak menyangka Bos bandit ternyata sangat kuat dan akan membutuhkan waktu lama untuk mengatasinya.


“Bos... Aku akan menculik gadis cantik itu untukmu!” Xi Wang menyeringai menatap Zhao Que.


“Jangan sampai sehelai rambutnya rontok gara-garamu atau kulit tubuhnya yang mulus sampai tergores!” Bos bandit menatap Xi Wang dengan tatapan tajam—sehingga tangan kanannya itu ketakutan. “Aku akan memotong-motong tubuhmu dan memberikannya sebagai makanan anjing!” ancamnya.


“Te-tenang saja Bos, Aku pasti akan mengamankannya dengan baik!” sahut Xi Wang segera mendekati Zhao Que. “Cih, babi bodoh! Aku akan menikmati tubuhnya lebih dulu he-he-he ....” Air liurnya menetes deras karena langsung bergairahh menatap Zhao Que.


Zhao Que mengerutkan keningnya dan menatap jijik pada Pria kurus dengan bekas luka sayatan di wajahnya tersebut. “Jian‘er... bibimu akan ternodai! Ah, tolong aku!” Dia berpura-pura tidak berdaya karena harus menggendong Qingqing.


Kedua Beasts itu langsung menyerang Xi Wang tanpa diperintahkan oleh Zhao Jian, sehingga Zhao Que tercengang saat Benang Sutera dan energi spritual es tiba-tiba melesat melewati pipi kiri dan pipi kanannya.


“Eh, apa itu?” Xi Wang belum sempat bereaksi untuk mengalirkan energi spritual-nya melakukan serangan balik. Tubuh Xi Wang membeku dan Benang Sutera Putih setajam bilah Pisau memotong-motong tubuhnya menjadi potongan-potongan kecil.


“Apa mereka cemburu padaku? Kan, aku hanya wanita tua yang cantik dan bibi Jian‘er. Jadi, wajar aku bersikap manja padanya!” Zhao Que tersenyum masam dan mengacungkan jempol pada Zhao Jian. “Kerja bagus Hakim Jian!” katanya dengan gugup, takut Beasts milik Zhao Jian malah menyerangnya juga.


Zhao Jian melesat ke depan Zhao Que dan berkata, “Bibi Que mundur saja dan lindungi para penduduk desa. Aku akan membantu tuan muda Mo!”


Zhao Jian segera mengalirkan energi spritual Angin ke Pedang Zhenyi dan menebas bandit-bandit yang ingin menyerang para pengungsi.


Bos bandit tidak menyadari kalau bawahannya telah dihancurkan oleh Dua Beasts milik Zhao Jian dalam sekejap, dia terlalu fokus ingin melenyapkan Yan Mo, begitu juga dengan Yan Mo yang tidak memperhatikan sekitarnya dan ingin segera melenyapkan Bos bandit tersebut.


Zhao Chen berdiri di sebelah Zhao Jian. “Kira-kira siapa yang akan menang menurutmu Hakim Jian?”


“Kalau melihat dari segi kekuatan dan pengalaman bertarung, mungkin Bos bandit ini yang akan menang, Paman Chen!” sahut Zhao Jian.


Bos bandit dan Yan Mo bertukar puluhan tebasan dan pukulan tanpa menyadari kalau mereka sedang ditonton oleh rombongan Zhao Jian dan para pengungsi.


Pedang Hitam milik bandit hampir mengenai wajah Yan Mo yang langsung mengelak dengan mundur selangkah, Pedang-nya yang dipenuhi retakan mengeluarkan kobaran api dan Yan Mo segera menebas bahu kiri Bos bandit.


Namun, Bos bandit malah menyeringai, telapak tangannya yang besar mencengkram bilah Pedang milik Yan Mo—sehingga darah segar menetas dari sana. Akan tetapi bilah Pedang Yan Mo tiba-tiba mengeluarkan suara “Krek” dan langsung hancur berkeping-keping.


“He-he-he... saatnya kau mati, bocah bau!” ejek Bos bandit, tetapi ia heran kenapa Yan Mo malah tersenyum.


“Lihat sekelilingmu gorila busuk!” Kini Yan Mo yang mengejek Bos bandit setelah ia menyadari kalau Petugas Pengadilan telah menghancurkan kawanan bandit.


Bos bandit terkejut dan ia ingin melarikan diri, tetapi tiba-tiba ia merasa dadanya terasa sangat sakit dan ia mengerutkan keningnya. “Kau curang!”


“He-he-he... dalam pertarungan hidup mati itu tidak ada aturan bakunya. Tujuannya adalah menang apapun caranya!” Yan Mo tersenyum cerah karena menusuk dada Bos bandit dengan Pisau saat ia sedang lengah.