
Zhao Jian sangat puas karena manfaat membantu Huli Jing dan Daji menerobos ke Ranah World Master ternyata memberikannya tambahan energi spiritual dua kali lipat dari yang ia keluarkan tadi.
Dia juga terus merasakan energi spiritual di dalam Dantian-nya terus mengalir deras seperti banjir bandang yang tidak dapat dihadang, itu menandakan semakin banyak Beast-Beastnya yang menerobos ke Ranah World Master setelah memakan banyak mayat Kultivator yang berserakan di medan Perang.
Tanpa Zhao Jian ketahui, sebenarnya para Beast-nya telah menjadi topik hangat perbincangan para Kultivator di Dinasti Gu Agung atau di pihak Ye Mo.
Mereka kebingungan melihat fenomena di mana para Beast justru berkeliaran didekat medan Perang, padahal biasanya Beast-Beast akan menjauh bila merasakan Aura Ranah World Master manusia yang jumlahnya sangat banyak, seharusnya mereka akan merasa terancam bukan malah dengan tenang menyantap mayat Kultivator yang tergeletak di tanah.
Karena situasi sedang berperang, tak ada Kultivator yang mengejar mereka walaupun ada juga yang tetap terkena dampak ledakan energi spiritual dan berujung tewas karena kekuatan mereka terlalu rendah.
Setelah menstabilkan energi spiritual-nya, Zhao Jian membuka matanya dan sudut bibirnya memancarkan senyuman tipis, dia merasa pondasi Ranah World Masternya sudah berada pada puncaknya. Kalau saja ada Ranah Kultivasi di atas Ranah World Master maka dirinya pasti akan naik tingkat Kultivasi lagi.
“Situasi Perang ini semakin mencekam, kabarnya penduduk mulai menderita kelaparan sementara Klan-Klan besar malah menyimpan harta mereka. Tuan harus segera turun tangan menghentikan Perang ini,” kata Violet dengan ekspresi wajah sedih.
Violet telah mengirim beberapa kupu-kupu kecil yang dibentuknya dari energi spiritual-nya menjelajahi Dinasti Gu Agung, hatinya sedih melihat para penduduk yang berebutan makanan yang jumlahnya sedikit dari Dinasti Gu Agung.
Beberapa penduduk terpaksa memasuki hutan berburu binatang dan sebagian dari mereka malah menjadi mangsa Beast yang mendiami hutan itu.
Mendengar ucapan Violet, Zhao Jian menarik napas dalam-dalam dan menengadah menatap langit. “Sebagai Hakim Penegak Keadilan, aku harus menghentikan Perang ini walaupun aku bukan penduduk Dinasti Gu Agung. Aku yakin kedua belah pihak sebenarnya terpaksa berperang oleh ego pemimpin mereka yang rakus itu!”
Zhao Jian juga merasakan nasib tragis yang dialami oleh Kerajaan Zhao-nya yang diinvasi oleh Kekaisaran Jiang, untung saja saat itu Kaisar mengeluarkan titah untuk menerima semua penduduk Kerajaan Zhao asalkan Raja Zhao menyerahkan Gui Dao Kerajaan Zhao padanya.
Demi penduduk Kerajaan Zhao, ayah Zhao Jian dengan sukarela menyerahkan Gui Dao Kerajaan Zhao pada Kekaisaran Jiang. Namun, dalam keadaan terpuruk itu, Zhao Jian malah diuntungkan karena diangkat menjadi menantu Kaisar sehingga tidak ada yang berani mengusik Klan Zhao di Kekaisaran Jiang.
“Ayo kita hajar mereka, tuan Jian!” Ayam Jago sudah tidak sabar menjadi terkenal sebagai tunggangan Ranah World Master terkuat di Dunia.
Ayam Jago langsung membayangkan, Beast-Beast wanita akan berebut menjadi kekasihnya dan dia akan menjadi Raja Harem legendaris.
“Kita tidak bisa asal bergabung ke medan Perang, diperlukan sebuah status yang membuat kedua belah pihak segan atau menaruh rasa hormat pada kita. Apa aku mengatakan sebagai perwakilan Kekaisaran Jiang yang datang untuk menghentikan pertikaian mereka?” Zhao Jian kebingungan bila pihak lawan bertanya siapa dirinya.
“Bagaimana kalau tuan Jian berpura-pura menjadi Hakim Surgawi yang diutus oleh Surga untuk menegakkan keadilan di Dunia ini. Walaupun tuan Jian tidak suka berbohong, tetapi kalau demi kebaikan kurasa itu tidak apa-apa. Toh Surga saja tidak adil, hanya demi keseimbangan mereka telah membiarkan terjadinya kesenjangan antara Kaya dan Miskin, serta banyak hal yang tidak adil lainnya!” sahut Ayam Jago.
“Hi-hi-hi... aku setuju dengan ucapan Ayam kita,” sahut Violet sembari tertawa.
“Hakim Surgawi... gelar itu terdengar hebat dan berwibawa.” Huli Jing, sedangkan Daji menganggukkan kepala tanda setuju dengan ucapan saudari kembarnya itu.
Zhao Jian tersenyum hangat dan segera menghunus Pedang Keadilan, kemudian mengangkatnya tinggi-tinggi. “Semua Beast dengarkan seruanku, kembali ke sini dan besok kita akan menuju medan Perang menghentikan pertikaian berdarah ini.”
“Tuan Jian keren sekali!” Ayam Jago langsung memuji Zhao Jian, sehingga Violet kembali tertawa karena tindakannya itu terlihat seperti penjilat yang akan memuji tuannya apapun tindakan tuannya itu.
...***...
Di Sekte Naga Surgawi, Yao Ming mendengar dari senior-seniornya bahwa Beast yang berkeliaran memakan mayat-mayat Kultivator di medan Perang telah meninggalkan medan Perang secara tiba-tiba.
Seniornya itu mulai khawatir, kalau Beast-Beast itu sebenarnya dikendalikan oleh Beast yang sangat kuat. Dia takut mereka akan datang lagi, tetapi bukan lagi memakan mayat-mayat Kultivator. Namun, mereka malah menyerang manusia, memanfaatkan kekacauan ini untuk mengambil alih Dinasti Gu Agung.
Yao Ming terkejut mendengarnya. “Apa aku perlu memberitahu kabar ini pada senior Jian, ya? Tapi semua pesan yang kukirim selama ini tidak pernah mendapat balasan!” Dia khawatir, kalau Zhao Jian sebenarnya telah terbunuh atau mati di medan Perang.
“Hei, kau tidak boleh berkeliaran di sini!” Penatua Pelataran Luar Sekte Naga Surgawi menegur Yao Ming. “Situasi saat ini sedang kacau, apa kamu tidak takut kalau ada penyusup yang datang kemari dan membunuhmu!” tegurnya lagi.
Yao Ming tersenyum masam dan segera menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat. “Maaf Penatua, aku ke sini mencari informasi tentang Paman Yao Qiulin yang tidak ada kabar tentangnya setelah pergi ke medan Perang!” sahutnya.
Penatua itu menghela napas panjang, dia juga khawatir nasib temannya itu. Agar Yao Ming yang sebenarnya tidak layak diterima di Sekte Naga Surgawi diterima sebagai murid pribadinya, Yao Qiulin rela menggantikan dirinya menuju medan Perang.
“Dia pasti baik-baik saja, karena dia pergi bersama Lu Xiaoran dan para Penatua Sekte Naga Surgawi kita yang merupakan Ranah World Master terhebat di Dinasti Gu Agung, jadi... tak perlu khawatir, kau berkultivasi lah dengan keras agar kedua juniormu tidak melampaui basis Kultivasimu!” sahut Penatua itu, karena dua gadis kecil yang dibawa Yao Qiulin memiliki bakat beladiri yang sangat hebat dan dia yakin keduanya akan sehebat Lu Xiaoran di masa depan.
Yao Ming menganggukkan kepala tanda setuju dengan ucapan Penatua itu, walaupun sebenarnya ia sangat meragukannya karena basis Kultivasi Yao Qiulin hanya Ranah Immortal saja.
Dia sudah melihat papan pengumuman murid-murid yang tewas di medan Perang dan jumlahnya sangat mencengangkan, ratusan ribu murid-murid Sekte Naga Surgawi telah gugur termasuk diantaranya adalah Ratusan Penatua Ranah World Master.