Beasts Master

Beasts Master
Serangan Zhu Fan



Dengan menggunakan tehnik beladiri langkah angin, Zhao Jian langsung menghilang dari sebelah Zhao Fu.


“Asap itu berasal dari Kediaman Hakim Jian, mungkinkah ada musuh yang menyerang dan nona Ruxu tadi pulang lebih dulu dari kami. Gawat! Aku harus melaporkan kejadian ini pada Klan Zhao!” Karena yang terdekat darinya adalah Kediaman Klan Zhao dan para Sesepuh Klan Zhao biasanya ada di sana.


Zhao Jian terpental saat menabrak dinding tak kasat mata, sehingga hidungnya langsung berdarah karena terbentur dengan keras.


“Sial! Kenapa ada formasi Perisai di sini?” gerutu Zhao Jian langsung mengeluarkan Pedang Keadilan dari Kantung Penyimpanannya.


...***...


Zhu Fan mendorong tubuh Liu Ruxu ke ranjang di belakang istri Hakim termuda Kerajaan Zhao yang mengenakan pakaian kelinci imut tersebut.


Liu Ruxu berteriak histeris memanggil nama suaminya agar segera datang menolongnya. Dia sangat takut Zhu Fan akan menerkamnya. Dia merasa seperti dunia seolah-olah akan hancur saat Zhu Fan melangkahkan kaki mendekatinya dan ia berharap agar tongkat sakti Zhu Fan layu sebelum bertempur supaya Zhu Fan mengurungkan niat bejattnya.


“Bersiaplah kelinci imutku... terimalah tongkat kenikmatan ini!” Zhu Fan naik ke ranjang. Namun, tiba-tiba kendalinya atas Formasi Perisai menghilang sehingga ia terkejut.


Zhu Fan tidak memeriksa siapa yang melakukan itu, karena ia masih memiliki Liu Ruxu sebagai sandera sehingga Zhao Jian dan Klan Zhao tidak akan bisa berbuat apa-apa padanya.


Namun, tiba-tiba pipinya dihantam oleh benda yang sangat keras—sehingga Zhu Fan terhempas menabrak dinding kamar yang langsung hancur dan baru berhenti di area dapur.


“Tendangan itu?” Zhu Fan merasakan Aura Ranah Jie Zhu dan teringat hanya Zhao Jian ahli beladiri Pendekar Pedang yang mencampur berbagai tehnik beladirinya. “Ouh, Aku lengah karena tidak sabar ingin bergulat dengan kelinci imutnya. Ah, Tongkat saktiku telah layu dan aku tidak berselera lagi untuk bergulat di atas ranjang!”


Zhu Fan mengelus pipinya yang terasa sakit dan menjentikkan jarinya—sehingga pakaiannya yang tergeletak di lantai langsung terbang ke arahnya.


Zhao Jian mengerutkan keningnya saat melihat Liu Ruxu menangis dengan Pakaian kelinci imut yang dipakainya tadi malam saat mereka lembur hingga menjelang pagi.


“Sialan! Babi brengsekk itu memaksa istriku mengenakan pakaian ritual menjelang tidur itu!” Zhao Jian sangat marah, karena mengira Zhu Fan memaksa Liu Ruxu mengenakan pakaian itu.


Liu Ruxu ingin mengatakan sesuatu, tetapi Zhao Jian telah menghilang dari pandangannya dan muncul di depan Zhu Fan yang telah memegang Kapak besar di tangannya.


Bilah Pedang Keadilan berbenturan dengan bilah Kapak Zhu Fan, sehingga area disekitarnya mereka terdistorsi dan sesaat kemudian terjadi ledakan energi spritual yang menghancurkan Kediaman Zhao Jian.


Liu Ruxu melihat para Ranah Spirit Klan Zhao mendekati kediamannya yang telah hancur, sehingga ia dengan tergesa-gesa mengambil Kantung Penyimpanannya dan mengenakan Pakaian lain, tetapi ia lupa melepas telinga kelincinya—sehingga semua mata tertuju padanya bukan ke arah Zhao Jian dan Zhu Fan.


“Aku penasaran, bagaimana kamu bisa menghancurkan Formasi Perisai yang kubuat?” Zhu Fan bertanya sembari menyeka darah yang menyembur dari mulutnya.


“Tentu saja Aku memotongnya dengan Pedang ini!” sahut Zhao Jian yang sebenarnya terkejut Pedang Keadilan mampu membelah Formasi Perisai itu dan Pedang yang ditinggalkan oleh ahli beladiri misterius tersebut adalah artefak tingkat tinggi.


Lagi pula tidak mungkin ahli beladiri misterius itu memiliki Pedang murahan, karena Kitab Keadilan saja sudah termasuk artefak tingkat tinggi belum lagi ia memberikan Tiga Beasts yang sangat kuat. Harta peninggalannya ini sebenarnya setara dengan satu Gui Dao dan seisinya.


“Oh, ternyata Pedangmu itu adalah artefak tingkat tinggi yang dapat menghancurkan Formasi Perisai. Aku tidak menyangka ada harta semewah itu di Gui Dao kecil ini he-he-he... kalau aku mendapatkan itu dan menyerahkannya pada Kaisar maka aku pasti akan naik jabatan!” Zhu Fan tertawa terkekeh-kekeh.


Zhao Jian tiba-tiba menghilang lagi dari pandangan Zhu Fan dan muncul di belakangnya.


“Tubuh Baja!” teriak Zhu Fan, sehingga tubuhnya tiba-tiba menjadi sekeras baja.


Zhao Jian terkejut, bilah Pedang Keadilan tidak sanggup menggoreskan luka pada punggung Zhu Fan.


“Aku akan membantu Jian gege!” Liu Ruxu berkata dari kejauhan dan energi spritual es melesat ke arah Zhu Fan sehingga ia menjadi Patung Es.


Namun, basis kultivasi Zhu Fan adalah Ranah Jie Zhu sehingga dengan mudah ia menghancurkan energi spritual es yang melekat pada tubuhnya itu.


“Ini bukanlah apa—apa ....”


Belum selesai Zhu Fan berbicara, Tapak tangan Zhao Jian mendarat di dada Zhu Fan—sehingga ia teringat dengan adegan kematian rekannya Jiang Xiaofan; di mana Zhao Jian memusatkan energi spritual angin-nya di telapak tangannya dan meledakkan energi spritual angin itu di dada Jiang Xiaofan.


Zhu Fan segera menggunakan tubuh Bajanya sembari mengayunkan Kapak besarnya ke arah tangan Zhao Jian, akan tetapi tubuhnya terhempas dengan keras sejauh Seratus Langkah.


“Bakar dia!” teriak salah satu Sesepuh Klan Zhao.


Para ahli beladiri Klan Zhao yang memiliki energi spritual Api segera menembakkan api ke arah Zhu Fan dari jarak yang cukup jauh, karena mereka tahu hanya kematian lah yang akan menanti mereka bila bertarung dengan jarak dekat dengan Zhu Fan.


“Kalian hanya menggelitikku, lebih baik enyah dari sini bila tak mau bertarung secara langsung!” bentak Zhu Fan kesal dengan ulah Ranah Spirit Klan Zhao.


Namun, ia tidak bisa menyerang mereka karena Zhao Jian akan memanfaatkan melakukan serangan saat ia lengah walaupun itu hanya dalam satu kedipan mata.