Beasts Master

Beasts Master
Kompetisi Perburuan Hutan Tengah V



“Sial! Aku tidak akan dapat bertahan lebih lama lagi... semoga saja bala bantuan itu cepat datang!” gerutu Shao Xinghe. “Kalau aku terus bertahan sepertinya aku hanya akan menjadi bulan-bulanan saja!” Karena tehnik berpedang Zhao Jian sangat hebat dalam serangan jarak jauh.


“Eh, kenapa Jimat itu hanya menampilkan burung asap saja? Jangan-jangan itu untuk menakut-nakuti saja,” gumam Zhao Jian tersenyum lebar.


Zhu Li dan Dongfang Wei tak dapat mendekati murid wanita Sekte Tianxin itu, mereka selalu kalah cepat Lima Puluh langkah sehingga mereka tidak bisa menyerangnya.


Namun, tiba-tiba Xuan Ji melintas di jalur pelarian murid Sekte Tianxin itu. Dia terkejut melihat dua rekannya malah mengejar wanita dan berspekulasi mereka hendak memperkosa wanita itu.


Dia menggelengkan kepala dan tidak menyangka rekan satu Sektenya itu ternyata memiliki sikap seperti itu.


“Kalian jangan—” Xuan Ji hendak menghentikan Zhu Li dan Dongfang Wei, tetapi murid wanita itu langsung menyerangnya karena Jubah yang ia kenakan berlambang Sekte Pedang Abadi.


Xuan Ji terpaksa menghindari serangan wanita itu sembari mengerutkan keningnya dan menghunus Pedangnya.


“Jangan biarkan dia melarikan diri, dia telah membunuh rekan-rekan kita dari Puncak Abadi!” Zhu Li berteriak keras sehingga burung-burung yang bertengger di pepohonan langsung berhamburan karena teriakannya itu memekakkan telinga.


Xuan Ji akhirnya mengerti kenapa Zhu Li dan Dongfang Wei mengejar wanita itu sembari mengeluarkan Niat Membunuh. Perbuatan wanita itu tidak dapat dimaafkan, nyawa harus dibayar dengan nyawa.


Bilah Pedang milik Xuan Ji mengeluarkan energi spiritual Racun berwarna ungu, kemudian ia menebas ke arah depan.


Bilah Pedang milik Xuan Ji mengenai punggung wanita itu yang langsung tumbang dengan tubuh menghitam karena terkontaminasi energi spiritual Racun.


“Sejak kapan Xuan Ji sangat hebat begitu?” Dongfang Wei terkejut, terutama tehnik berpedangnya; dia menghunus pedang dan menebas musuh hanya dalam satu tarikan napas——Pedang itu telah kembali ke sarung pedang di punggungnya.


“Bukankah kau itu sampah Klan Xuan, kenapa kau tiba-tiba sangat hebat sekali? Apa jangan-jangan selama ini kau menyembunyikan kekuatanmu seperti tokoh utama dalam cerita dongeng?” Zhu Li mendekati Xuan Ji, tetapi tiba-tiba Beast Ular Tujuh Warna mendesis sehingga ia terpaksa mundur beberapa langkah. “Sial! Tokoh sampingan sepertiku sepertinya tak layak menjadi temanmu,” bisiknya sembari menghela napas panjang.


“Kalian terlalu menyanjungku... tadi itu kebetulan saja. Dia langsung mati karena aku telah membuat kontrak jiwa dengan Beast Ular Tujuh Warna yang memiliki energi spiritual Racun.” Xuan Ji tetap merendah dan tak ingin kekuatan aslinya terekspos untuk saat ini agar murid-murid berbakat lainnya tidak menganggap dirinya menjadi ancaman bagi mereka di masa depan. “Oh, ya... apakah benar gadis ini membunuh rekan-rekan kita dari Puncak Abadi? Bukankah dia hanya Ranah Tianzun bagaimana mereka bisa kalah?” Dia masih meragukan ucapan Zhu Li.


“Sebenarnya mereka berkelompok dan rekan-rekannya telah dilenyapkan oleh Dua Beast senior Jian, sedangkan senior Jian sendiri sedang melawan Pemimpin mereka yang merupakan Ranah Saint!” sahut Zhu Li.


“Ranah Saint? Pantas saja mereka menjadi beringas, untung saja ada senior Jian!” Xuan Ji bernapas lega, karena bila melawan musuh Ranah Saint maka ia belum berani walaupun ada Leluhur Pertama Klan Xuan yang menemaninya.


Dia juga yakin Zhao Jian dapat mengalahkan Ranah Saint itu, karena di Puncak Penjinak Beast semua murid-murid sudah mengetahui kalau Zhao Jian memiliki Beast Kupu-Kupu Ranah Saint.


“Apa kau tetap berkeliaran sendiri saja atau bergabung saja dengan kami karena berkelompok dengan senior Jian itu sangat asyik sekali! Yakinlah kau tidak akan menyesal,” bujuk Zhu Li——karena bila Xuan Ji yang memiliki Beast Legendaris itu bergabung dengan mereka maka kelompok Puncak Penjinak Beast akan menjadi yang terhebat.


Zhu Li, Zhu Huo dan Dongfang Wei sendiri memiliki Beast Harimau Ranah Spirit, mereka tidak mengeluarkan Beast tersebut dari Tas Sihir masing-masing karena takut Beast itu akan terbunuh saat melawan kelompok murid Sekte Tianxin tersebut.


“Maaf saudara Li... bukannya aku tidak mau berburu bersama kalian, aku ingin bertarung sendirian melawan Beast-Beast kuat agar kekuatanku meningkat,” sahut Xuan Ji yang sebenarnya tidak ingin ada yang mengetahui tentang Jiwa Leluhur Pertama Klan Xuan yang membimbingnya menjadi kuat.


Zhu Li sudah menduga Xuan Ji akan menolak ajakannya. Dia pun tersenyum lebar dan berkata, “Kalau begitu hati-hati saudara Ji dan Tas Sihir gadis itu untukmu saja karena kau yang mengalahkannya ha-ha-ha ....”


Zhu Li dan Dongfang Wei langsung pergi padahal Xuan Ji sebenarnya tidak menginginkan Tas Sihir itu——apalagi Tas Sihir itu berasal dari mayat musuh yang bisa saja ada tehnik rahasia yang dapat mengirim jejak yang membunuhnya pada Klan-nya.


Sebagai orang yang sangat hati-hati dalam bertindak, Xuan Ji tidak mau mengambil resiko berbahaya tersebut. Dia langsung menjauh dari mayat wanita itu tanpa mengambil Tas Sihirnya.


“Ke arah mana kita akan pergi, Leluhur?” Xuan Ji mengirim suara telepati pada Jiwa Leluhur Pertama Klan Xuan yang bersemayam di Kalung Gioknya.


“Awalnya aku ingin menyuruhmu memasuki bagian terdalam hutan tengah ini, tetapi posisi kita terlalu dekat dengan Zhao Jian. Pergilah ke arah Utara sejauh Lima Puluh Mil barulah masuk ke bagian terdalam,” sahut Leluhur Pertama Klan Xuan.


“Bukankah itu aku akan membuang-buang waktu satu hari hanya untuk menyusuri bagian pinggiran hutan tengah ini saja, Leluhur?” Xuan Ji takut ia tak akan mendapatkan Beast Ranah Saint nantinya karena kompetisi Perburuan Hutan Tengah hanya berlangsung Sepuluh hari saja dan kini sudah dua hari kompetisi itu berlalu.


“Tenang saja, aku akan membantumu mencari keberadaan Beast Level tinggi dari pada kita dekat dengan Zhao Jian, bukankah sudah kukatakan sosok sepertinya pasti akan diincar oleh entitas yang merasa dia akan menjadi ancaman bagi mereka di masa depan!” sahut Leluhur Pertama Klan Xuan karena Dunia Beladiri itu sangat keras dan berdarah-darah.


“Yang dikatakan oleh Leluhur benar... Xuan Yan pasti akan mencariku, dan aku melihat dia bergabung dengan kelompok serigala hitam yang juga berkonflik dengan senior Jian. Mereka pasti akan mengejarnya dan otomatis aku juga akan terlibat konflik dengan kelompok serigala hitam karena Xuan Yan bergabung dengan mereka!” Akhirnya Xuan Ji merasa dia harus menjauh sejauh mungkin dari kelompok Zhao Jian.


Sementara itu, asap hitam berbentuk burung kecil hinggap di pundak Hua Yin, cucu Patriark Sekte Gunung Hua yang juga berkonflik dengan Zhao Jian karena Patriark Sekte Gunung Hua berharap cucunya itu yang memperistri Jiang Ruo setelah Lu Xiaoran menghilang. Namun, Kaisar malah memilih Pemuda dari negeri antah berantah itu dan mengabaikan tentangan keras para menteri serta Jenderal Kekaisaran.


Sudut bibir Hua Yin memancarkan seringai tipis. “Bocah itu ternyata berkeliaran di pinggiran hutan tengah... pantas saja kita tidak bertemu dengannya.”


“Apa kita akan mengejarnya ke sana tuan muda Yin?” sahut murid Sekte Gunung Hua yang juga Ranah Saint.


Para murid-murid Sekte Gunung Hua telah diintruksikan untuk melawan Zhao Jian bila bertemu dengannya selama kompetisi Perburuan Hutan Tengah.


“Tidak perlu, kita berburu Beast level tinggi dulu agar peringkat Sekte Gunung Hua tetap nomor satu di Kekaisaran Jiang. Hari terakhir barulah kita akan mengejarnya bila ia tetap bersembunyi di pinggiran sana!” cibir Hua Yin yang tak menyangka sosok yang ditakutkan oleh militer dan kakeknya itu ternyata sangat penakut.