Beasts Master

Beasts Master
Kota Dishan



Selama perjalanan menuju Kota terdekat, Zhao Jian berhasil menjinakkan Satu Beast Harimau yang setara dengan Ranah Saint dan Sepasang Beast Ular Piton yang setara dengan Ranah Spirit.


Zhao Jian memutuskan mengambil jalur tengah, bukan melewati pinggiran Gui Dao Kekaisaran Jiang padahal biasanya wilayah pinggiran Gui Dao itu lebih banyak dihuni karena pinggiran pantainya ada tembok besar yang dijaga oleh militer, mengantisipasi serangan mendadak dari penyusup asing.


Setelah melewati puluhan gunung, Zhao Jian akhirnya menemukan dataran rendah yang diapit pegunungan dan terdapat Kota yang cukup besar di sana serta lahan pertanian yang sangat luas.


Melihat pemandangan itu, Zhao Jian menjadi teringat dengan Klan Zhao-nya yang juga mengelola lahan pertanian dan ia juga pergi tanpa berpamitan pada Ayah serta Tiga Saudara laki-lakinya.


“Kurangi kecepatanmu, Ayam Jago!” seru Zhao Jian tidak ingin penduduk di sana ketakutan dengan kemunculan Ayam Jago bila ia berlari dengan kecepatan tinggi.


“Syukur lah akhirnya aku bisa bernapas dengan normal lagi!” gumam Ayam Jago terengah-engah karena terus melompat menggunakan energi spiritual selama satu harian penuh.


“Ibuuu... ada Ayam yang sangat besar!” Gadis kecil berusia Lima tahun tampak senang melihat Ayam Jago yang lewat di sebelahnya.


Ibu gadis kecil itu langsung menggendong Putrinya dan menundukkan kepalanya untuk menunjukkan rasa hormat pada Zhao Jian, karena ia yakin Zhao Jian berasal dari keluarga kaya sebab memiliki tunggangan Beast.


Zhao Jian tersenyum ke arah mereka sehingga gadis kecil itu tersenyum juga, tetapi Zhao Jian langsung turun dari punggung Ayam Jago dan mendekati mereka.


Dia tidak menyangka gadis kecil itu ternyata sudah memiliki energi spiritual walaupun terasa sangat tipis, dia mungkin secara tidak sadar telah menyerap energi spiritual dari sekitarnya.


Untuk penduduk biasa yang tidak memiliki latar keluarga terpandang, sangat jarang dari mereka yang dapat menyerap energi spiritual dan menjadi Kultivator, apalagi ibu gadis itu tidak memiliki Dantian (tempat menyimpan energi spiritual atau Ki).


Ibu gadis itu terlihat gugup karena Zhao Jian mendekatinya, sedangkan gadis kecil itu tetap tersenyum lebar karena Zhao Jian juga tetap tersenyum ke arahnya.


“Apakah suami bibi seorang Kultivator?” sapa Zhao Jian, “Putri bibi ini memiliki energi spiritual Es, salah satu energi spiritual yang kuat. Namun, bibi harus merahasiakannya sebelum ia memasuki sebuah Sekte, karena bila ada Kultivator yang mempraktikkan tehnik terlarang maka dia mungkin akan diculik sebab energi spiritual Yin-nya sangat cocok diserap untuk meningkatkan basis Kultivasi mereka!”


Ibu gadis itu terkejut mendengarnya, suaminya yang berada dalam rumah langsung keluar sembari menghunuskan Pedangnya dan menarik istrinya ke belakangnya.


Zhao Jian mengangkat kedua tangannya, “Maaf Paman... aku tidak berniat melukai atau menculik putrimu.”


Pria berusia Tiga Puluhan tahun itu mengerutkan keningnya, ia segera menyarungkan kembali Pedangnya.


“Ternyata kamu bukan orang-orang suruhan Dia!” sahut Pria itu mendengus dingin, “sudah berapa kali kukatakan jangan membiarkan Yi‘er keluar dari rumah!” Pria itu menegur istrinya.


“Ternyata Paman sudah mengetahui kalau Putrimu memiliki energi spiritual Es,” sahut Zhao Jian tidak menyangka orang biasa sepertinya dapat mengetahui hal itu. “Kebetulan sekali aku memiliki Kalung yang dapat menyembunyikan auranya, dengan memakai kalung ini maka hingga ia mencapai Ranah Penempaan Tubuh Tahap Pertama tak akan ada yang tahu kalau ia memiliki energi spiritual Es. Namun, sebelum ia memasuki sebuah Sekte maka jangan pernah ajarkan dia berkultivasi.” Zhao Jian menginginkan mereka.


Pasangan suami-istri itu sangat senang mendengarnya dan langsung bersujud di hadapan Zhao Jian.


“Ah, Paman dan Bibi tidak perlu melakukan hal itu!” seru Zhao Jian awalnya ingin menjual Kalung yang ia dapatkan dari Tas Sihir di Gua sarang Beast Beruang tersebut. Namun, sebagai seorang Hakim yang menegakkan keadilan, hatinya tergerak untuk menolong gadis kecil itu agar tidak diusik oleh Kultivator berhati Iblis.


Pasangan suami-istri berdiri kembali dan memaksa Zhao Jian agar mampir di kediaman mereka. Mereka ingin mentraktir Zhao Jian makan bersama.


Kebetulan juga, Zhao Jian sudah bosan makan Daging bakar yang hanya ditaburi garam saja.


Pria itu mulai bercerita kalau tabib yang membantu persalinan istrinya lah yang mengatakan kalau Putrinya memiliki energi spiritual Es. Namun, entah mengapa setahun yang lalu tiba-tiba seorang Pria berusia empat puluhan tahun mendatangi mereka dan meminta Putri kecilnya menjadi murid Pria itu. Dia mengaku sebagai salah satu Penatua Sekte yang berasal dari luar Kota.


Namun, Pria asing itu mengatakan kalau Sekte Bangau Surgawi cuma Sekte kecil dan tidak cocok untuk Putrinya yang kemungkinan besar akan menjadi jenius beladiri di masa depan.


Mereka tetap menolak tawaran Pria asing itu, karena tidak mungkin melepaskan Putri mereka yang masih kecil kepada orang asing. Namun, Pria asing tetap membujuk mereka agar melepaskan Putrinya dan selalu berkunjung setiap bulannya.


“Aku tidak menyangka dia tidak merebut Yi‘er dengan paksa, biasanya Kultivator jahat itu memiliki kesabaran setipis daun alang-alang!” Zhao Jian keheranan dan sulit menebak apakah Pria asing itu adalah penjahat atau asli Penatua dari Sekte besar di Dinasti Gu Agung ini.


“Mungkin ia tidak ingin menarik perhatian Sekte Bangau Surgawi yang dekat dari sini!” sahut Ayah gadis kecil itu.


Zhao Jian teringat dengan Penatua Yao Qiulin yang juga mengaku berasal dari Sekte Bangau Surgawi. “Aku sebenarnya memiliki kenalan dengan Penatua Pelataran Luar di Sekte Gunung Sur—”


“Saudara Jang... aku kembali datang menjumpaimu, apakah kamu sudah memikirkan tawaranku yang dulu? Agar kau percaya maka aku akan membawa kamu dan istrimu ke Sekteku!”


Pria asing yang dikatakan pasangan suami-istri itu tiba-tiba muncul.


“Eh, kenapa ada Beast Ayam Surgawi di sini? Apakah ada Penatua dari Sekte Bangau Surgawi datang?” Pria asing itu langsung masuk ke dalam rumah.


“Kau?” Pria asing itu malah terkejut melihat Zhao Jian. “Dia sama persis dengan lukisan wajah pria yang dicari oleh Klan Yun! Aku harus melaporkan hal ini,” pikirnya segera berbalik badan. “Maaf tuan Jang... karena Sekte Bangau Surgawi sudah menginginkan Putrimu maka aku berhenti menawarkan diri menjadi gurunya!”


“Aneh sekali, kenapa dia kaget melihatku?” gumam Zhao Jian penasaran. “Aku sedang terburu-buru Paman Jang, kalau kalian ingin memasukkan Putrimu ke Sekte Bangau Surgawi maka temui lah Penatua Yao Qiulin dan katakan kalau Putrimu direkomendasikan oleh Gu Jian!” Dalam sekejap, Zhao Jian menghilang dan Pasangan suami-istri itu hanya merasakan hembusan angin sesaat sebelum ia menghilang dari pandangan mereka.


“Jang gege... apa yang terjadi?” Istrinya kebingungan karena Pria asing yang selalu ingin menjadikan Putrinya sebagai muridnya malah terlihat ketakutan dengan Pemuda tampan yang menawarkan bantuan pada mereka tersebut.


Jang menggaruk kepalanya yang tidak gatal, “Dunia beladiri itu sangat rumit, kita hanya perlu bersyukur pada Pemuda baik hati itu karena menawarkan bantuan tanpa meminta bayaran. Eh, tunggu... nama depannya Gu? Bukankah itu nama keluarga Dinasti Gu Agung?”


Pasangan suami-istri itu langsung mengucapkan terima kasih sekali lagi walaupun Zhao Jian tidak ada di hadapan mereka.


...***...


“Sial! Kenapa dia mengikutiku? Apa Jang mengatakan kalau aku hendak mencuri Putrinya?” gerutu Pria Asing itu karena Zhao Jian mengejarnya.


"Berhenti!” teriak Zhao Jian yang memperpendek jarak dengannya.


Pria asing itu berhenti melarikan diri dan bersujud di hadapan Zhao Jian. “Maafkan aku tuan muda... aku tidak akan mengusik keluarga Jang lagi!”


Dia menyamarkan penyebab ketakutannya saat melihat Zhao Jian, karena ia yakin Zhao Jian tidak tahu sedang dicari oleh Klan Yun.


Klan Yun telah membayar Assassin dari Kelompok Bayangan yang terkenal menerima misi pembunuhan, mata-mata, pengawalan atau misi-misi lainnya asalkan bayarannya sesuai dengan permintaan mereka.


Dia termasuk anggota dari Kelompok Bayangan yang beroperasi di Kota Dishan, dan menerima laporan tentang Zhao Jian dua hari yang lalu. Namun, siapa sangka sosok yang paling dicari itu malah muncul di hadapannya, tetapi basis Kultivasinya hanya Ranah Saint saja sehingga tidak dapat menangkap Zhao Jian seorang diri.


Dia ke rumah Jang hari ini karena ingin merayu Jang agar memberikan Putrinya menjadi muridnya. Dia yakin bila dilatih dengan baik maka gadis kecil itu akan menjadi mesin pembunuh hebat di masa depan karena memiliki energi spiritual Es.