Beasts Master

Beasts Master
Kemunculan Zhao Jian



Zhao Jian dan Fang Jening langsung menuju halaman Paviliun Bunga, di sana Pangeran Fang Han dan Kasim Ma sedang bertarung melawan Penatua Beast Master dan Fang Yuan.


“Kasim Maaaaaaaaa!” teriak Fang Jening khawatir Kasim Ma akan dikalahkan oleh Beast Ular yang mengeluarkan energi spritual racun.


Fang Jening juga memiliki energi spritual racun dan saat bertarung tadi kenapa Kasim baik-baik saja ketika menolongnya—itu karena dia bisa mengkontrol siapa saja yang bisa terdampak energi spritual racun tersebut.


Kepulan asap ungu yang menutupi tubuh Beast Ular Putih dihempaskan oleh energi spritual angin Kasim Ma—sehingga terlihat Kasim Ma mendorong rahang Beast Ular Putih agar tidak menelannya.


“Kasim Ma memiliki fisik yang kuat,” gumam Zhao Jian takjub.


“Bantu Ular Putih, Beast Harimau!” seru Penatua Beast Master.


Beast Harimau melompat ke arah Kasim Ma, tetapi Pangeran Fang Han melompat ke arah Beast Harimau untuk menghadangnya. “Lawanmu adalah aku!” ancam Pangeran Fang Han hendak menebasnya.


“Kau anggap aku ini apa, sepupu?” sahut Fang Yuan mengayunkan pedangnya, kemudian sebuah niat Pedang melesat ke arah Pangeran Fang Han dan hanya dalam satu kedipan mata—Niat Pedang itu telah berada di hadapan Pangeran Fang Han.


“Dasar pengkhianat!” kutuk Pangeran Fang Han mundur beberapa langkah menghindari Niat Pedang tersebut.


Beast Ular Putih melilit tubuh Kasim Ma agar tidak bisa melarikan diri sehingga Beast Harimau dengan mudah menerkamnya, karena saat ini kedua tangan Kasim Ma sedang menahan rahangnya.


Penatua Beast Master dan Fang Yuan yakin pertarungan ini akan menjadi kemenangan di pihak mereka.


“Siapa yang melakukan itu?” Penatua Beast Master terkejut, karena serangan itu mengandung aura Ranah Saint—padahal hanya Pangeran Fang Han, tuan putri Fang Jening dan Kasim Ma saja Ranah Saint di istana saat ini.


Sorotan mata Penatua Beast Master tertuju pada sosok Pria yang mengenakan jubah Kekaisaran Jiang dan ia mengenali Pria itu, karena Pria itulah yang merebut Beast Anjing berbulu hitam saat di pelelangan tadi.


“Hmm, Hakim Jian!” gumamnya. “Sejak kapan ia menjadi Ranah Saint? Perasaan tadi ia masih Ranah Tianzun,” pikirnya lagi.


Ekspresi wajah Fang Yuan menjadi masam melihat kemunculan Zhao Jian, bila dia ada di sini maka Su Mo telah gagal menculik Jiang Ruo.


“Misi telah gagal! Apa yang akan kita lakukan, Penatua?” tanya Fang Yuan pada Penatua Beast Master yang masih menatap tajam pada Zhao Jian.


Penatua Beast Master berpikir sesaat dan berkata, “Kita tidak punya pilihan lain lagi karena kita kalah jumlah. Namun, setidaknya kita harus membunuh utusan asing itu!” Dia menunjuk ke arah Zhao Jian.


“Aku mengerti, Penatua!” sahut Fang Yuan memasang kuda-kuda beladiri dan mengayunkan Pedangnya. “Gerakan Kedua Jurus Pedang Meteor!” Pedang ditangannya melesat ke arah Zhao Jian, hanya dalam satu kedipan mata Pedang itu berada dihadapan Zhao Jian dengan ukuran sepuluh kali lebih besar dari bentuk aslinya.


Zhao Jian terkejut dan menangkis serangan itu dengan Pedang Keadilan, serangan itu dibelokkan ke arah samping. Namun, tiba-tiba Fang Yuan telah menggenggam gagang Pedang yang kini menjadi sangat besar itu dan menebas ke arah leher Zhao Jian.


Zhao Jian menggunakan tehnik Divine Martial Arts, dia menjatuhkan diri ke permukaan tanah dan energi pedang dari tebasan pedang Fang Yuan menghancurkan bagian depan Paviliun Bunga.


Keringat dingin membasahi wajah Zhao Jian. “Itu mengerikan sekali, hampir saja aku dikirim ke Dunia Bawah!” gumamnya sembari menekan permukaan tanah dengan ujung Pedang Keadilan sehingga posisinya kembali berdiri tegak dan menendang bahu Fang Yuan—yang membuat Fang Yuan terdorong beberapa langkah.