
Nan Jing kembali ke Puncak Gunung Pedang dengan ekspresi wajah murung. Dia tidak menyangka Liu Ruxu benar-benar sudah bersuami padahal selama ini ia mengira Liu Ruxu berkilah saja mengakui sebagai suami Zhao Jian agar tidak diusik olehnya.
“Kenapa kau sedih begitu Nan Jing?” Bai Lie kebetulan lewat di setelah Nan Jing yang diikuti oleh Sepuluh anggota Kelompok Serigala Hitam.
Nan Jing segera menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat pada murid terkuat di Sekte Pedang Abadi yang juga Bos dari Serigala Hitam tersebut.
Nan Jing tersenyum masam dan berkata, “Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, Bos Lie ....”
Bai Lie mengerutkan keningnya, tidak mungkin seseorang berwajah murung bila tidak memiliki masalah yang mungkin tidak dapat ia atasi.
“Hei, kau itu anggota Kelompok Serigala Hitamku, jangan sungkan mengatakan bila kau ada masalah... katakan saja dari Kelompok mana murid yang mengusikmu itu?” selidik Bai Lie penasaran.
“Mungkinkah kau sudah percaya kalau Liu Ruxu itu istri dari Zhao Jian?” sela Bai Yuejing—Murid yang pernah membujuk Zhao Jian agar bergabung dengan Kelompok Serigala Hitam. Namun, bujukan itu ditolak langsung olehnya.
“Liu Ruxu dan Zhao Jian memasuki penginapan Mawar tuan muda Jing!”
Tiba-tiba bawahan Nan Jing datang dengan terengah-engah setelah diam-diam mengikuti Zhao Jian dan Liu Ruxu. Dia bahkan mendengar suara des4han saat menempelkan telinganya pada jendela kamar yang dihuni oleh keduanya.
“Apa kau yakin?” Nan Jing mengerutkan keningnya.
“Aku bahkan mendengar Zhao Jian berkata akan membeli Pil Cap Harimau agar kuat mengimbangi Liu Ruxu di ranjang,” sahut murid tersebut.
Bai Lie dan yang lainnya terbatuk-batuk mendengarnya, karena mereka tidak menyangka gadis polos seperti Liu Ruxu sangat liar bila dihadapan suaminya.
Nan Jing menggertak kan giginya, hatinya terasa perih seperti disayat-sayat.
Bai Lie menepuk pundak Nan Jing, dia sangat bersimpati pada salah satu bawahan terkuatnya itu. Dia juga sangat membenci Zhao Jian karena Zhao Jian yang datang dari negeri kecil itu tiba-tiba dapat durian runtuh menjadi suami Jiang Ruo yang seharusnya menjadi istri dari salah satu tuan muda Klan besar Kekaisaran Jiang.
“Hubungi Jiang San, katakan padanya untuk menggerebek mereka!” seru Bai Lie.
“Tetapi mereka itu suami istri yang sah secara Hukum?” sela Nan Jing ragu-ragu menerima usulan Bai Lie.
“Tenang saja, kita hanya mempermalukan mereka saja. Seharusnya Jiang San dapat mencari celah hukum untuk menghukum keduanya!” sahut Bai Lie menyeringai jahat sembari menepuk pundak Nan Jing sekali lagi. “Aku akan melakukan Kultivasi tertutup karena sebentar lagi kekangan kultivasi di Gui Dao Kekaisaran Jiang kita akan melonggar, ini adalah kesempatan untuk menerobos ke Ranah Saint!” katanya lagi.
Nan Jing mengangguk pelan tanda memahami ucapan Bai Lie.
“Jangan terlalu fokus pada mereka... sebentar lagi akan diadakan perlombaan berburu di Hutan Tengah, kau juga harus mencapai Ranah Saint agar kita bisa mengalahkan Sekte-Sekte lain dan juga tentu mengalahkan bajingann Zhao Jian itu!” seru Bai Lie melambaikan tangannya setelah melangkah Sepuluh langkah dari Nan Jing yang termenung memikirkan apakah menerima saran dari Bos Kelompok Serigala Hitam tersebut.
Dia khawatir Klan Nan yang merupakan Klan kecil akan terkena dampak dari kemarahan Zhao Jian nantinya, mengingat status Zhao Jian jauh lebih kuat dari Klan Nan mereka.
Nan Jing menatap tajam bawahannya itu. “Lupakan matamu, bagaimana aku bisa merelakan Liu Ruxu pada buaya rakus itu!” gerutunya sembari berjalan menuju Paviliun Penegak Hukum Sekte Pedang Abadi.
...***...
Nan Jing memasuki Paviliun Penegak Hukum dan salah satu murid langsung menyambut kedatangan serta meminta Nan Jing mengisi formulir keluhan apa yang ingin ia sampaikan. Namun, Nan Jing langsung mengatakan ingin bertemu Jiang San.
Murid yang melayaninya itu mengerutkan keningnya mendengar permintaan Nan Jing.
“Aku adalah anggota Kelompok Serigala Hitam dan diutus oleh Bos Bai Lie!” seru Nan Jing tanpa menjelaskan secara rinci dan itu sudah cukup membuat murid tersebut dengan tergesa-gesa berlari ke ruangan Jiang San; mengatakan ada tamu penting yang ingin bertemu dengannya.
Jiang San mengundang Nan Jing ke ruangannya, Pemuda kurus yang selalu tersenyum ramah itu langsung dapat menebak apa yang diinginkan oleh Nan Jing. Dia langsung menyuruh semua bawahannya keluar dari ruangannya agar ia bisa berbicara secara rahasia dengan Nan Jing.
“Sekarang hanya ada kita berdua di sini, jadi jangan sungkan untuk mengungkapkan keinginanmu,” kata Jiang San masih dengan senyuman hangatnya.
“Sebenarnya ini ....” Nan Jing menjelaskan mengenai permasalahannya dan Jiang San mendengarkan dengan seksama.
“Ini tidak akan mudah karena Zhao Jian juga anggota Penegak Hukum Sekte yang ditunjuk oleh Puncak Penjinak Beast. Namun, untuk sekedar mempermalukannya kurasa adalah pilihan yang paling tepat,” sahut Jiang San sembari berpikir sejenak cara untuk mempermalukan Zhao Jian dan Liu Ruxu. “Untuk mempermalukannya maka suruh anak buahmu membuat laporan tentang dua murid Sekte Pedang Abadi yang memasuki Penginapan Mawar itu dan aku telah memikirkan siapa orang yang tepat melakukan tugas penggerebekan nanti,” katanya dengan sudut bibir tersenyum seperti biasanya.
Nan Jing hanya mengangguk pelan dan dia mengeluarkan Plakat murid Puncak Gunung Pedang miliknya. “Ambil Seribu Poin Prestasi untukmu sebagai ucapan terimakasih dariku!”
“He-he-he... ternyata kau tahu prosedur resmi kami,” sahut Jiang San mentransfer Seribu Poin Prestasi ke Plakat Puncak Gunung Pedang miliknya. “Senang berbisnis denganmu saudara Jing, yakinlah murid yang kukirim ini adalah murid yang sangat membenci perbuatan asusila. Saat dia mengetahui yang berbuat asusila adalah murid baru maka ia dengan tegas akan menghukum mereka,” katanya lagi.
“Kalau dia mengetahui mereka suami istri bagaimana?” sahut Nan Jing penasaran apakah Penegak Hukum Sekte masih akan mencoba menangkap Zhao Jian dan Liu Ruxu.
“Aku akan mengatakan kalau kami kurang informasi mengenai status tersangka itu, jangan khawatir kau lihat saja nanti akan ada pertunjukan menarik!” Jiang San berkata dengan senyuman khasnya.
...***...
Setengah batang dupa kemudian, Belasan murid Pelataran Dalam Sekte Pedang Abadi dengan lambang Penegak Hukum Sekte mengepung Penginapan Mawar.
Jiang Qinluan, murid wanita cantik menjadi Pemimpin rombongan itu. Dia terkenal sangat galak di Sekte Pedang Abadi dan sangat membenci perbuatan asusila yang dilakukan sesama murid, sudah puluhan murid baik Pelataran Luar maupun Pelataran Dalam yang diusir dari Sekte Pedang Abadi setelah ditangani olehnya.
“Panggil Pemilik Penginapan ini, aku ingin tahu murid mana yang bosan menjadi murid Pedang Abadi kita ini!” kata Jiang Qinluan menyeringai jahat sembari menendang pintu masuk Penginapan Mawar.