Beasts Master

Beasts Master
Kediaman Klan Gu Yang Mencurigakan



Prajurit Kerajaan Zhao bergerak cepat memperbaiki Formasi Susunan Bintang yang dihancurkan oleh orang-orang tidak dikenal. Mereka juga bergerak secara berkelompok agar tidak disergap lagi seperti kejadian sebelumnya yang menewaskan banyak Prajurit Kerajaan Zhao yang berjaga di tembok besar.


Zhao Jian tidak kembali ke gedung Pengadilan, ia dan Petugas Pengadilan Zhao Chen menelusuri area di sekitar tembok besar untuk menangkap salah satu musuh yang menyerang para Prajurit, karena ia ingin meneteskan darah mereka pada Kitab Keadilan agar Pengadilan dapat menangkap dalang yang berkhianat pada Kerajaan Zhao dan bekerja sama dengan ahli beladiri dari luar Gui Dao Kerajaan Zhao tersebut.


Namun, tiba-tiba Merpati Pesan hinggap di bahu Zhao Chen yang langsung memeriksa isi pesannya.


“Gawat! Pangeran Pertama telah memimpin Pasukan menyerbu Klan Gu!” seru Zhao Chen.


Yang mengirim Pesan itu adalah Petugas Pengadilan yang dipimpin Zhao Bai. Beberapa saat yang lalu Zhao Chen membagi dua tim Petugas Pengadilan untuk mengawasi Klan Lin dan Klan Gu. Namun, saat tim Zhao Bai akan menuju ke Klan Gu, tiba-tiba saja mereka bertemu rombongan Pangeran Pertama, makanya ia langsung melaporkan kejadian itu pada Zhao Chen.


“Kita harus segera menuju Kediaman Klan Gu, Aku takut para Ranah Jie Zhu lainnya juga telah menunggu di sana, sehingga kita akan kehilangan kekuatan tempur utama kita!” sahut Zhao Jian, karena hanya ada dirinya dan Pangeran Zhao Yi saja yang mencapai basis Kultivasi Ranah Jie Zhu, walaupun Ranah Jie Zhu Pangeran Pertama hanya sementara waktu saja.


Zhao Chen setuju dengan seruan Zhao Jian, karena situasi di Kota Tianwu kini tidak stabil. Semua pihak saling mencurigai dengan kemunculan Lu Xiaoran dan rombongan Ranah Jie Zhu yang datang bersamanya. Apalagi kabar kematian para Prajurit Kerajaan yang berjaga di tembok besar telah menyebar dengan cepat, seperti ada yang sengaja menyebarluaskannya untuk menimbulkan kepanikan di tengah-tengah masyarakat.


...***...


Pangeran Zhao Yi dan Pangeran Zhao San terkejut melihat gerbang masuk Kediaman Klan Gu dijaga ketat oleh Sepuluh Ranah Spirit dan masih ada banyak ahli beladiri lainnya yang bersembunyi di balik dinding tembok yang mengelilingi Kediaman Klan Gu tersebut.


“Maaf Pangeran... Patriark kami tidak bisa menerima tamu untuk saat ini!” Salah satu Ranah Spirit mencegah rombongan Pangeran Pertama dan Pangeran Ketiga.


“Oh, apakah Klan Gu ingin membangkang pada Jenderal ini?” Pangeran Ketiga menunjuk dirinya sendiri, karena ia merupakan Jenderal tertinggi untuk wilayah ibu kota dan sekitarnya.


Namun, ahli beladiri Klan Gu yang berjaga di gerbang masuk Kediaman Klan Gu itu malah tertawa terkekeh-kekeh.


“Sepertinya kedatangan kita sudah ditunggu-tunggu oleh mereka, sebaiknya kita mundur!” kata Pangeran Pertama melalui suara telepati pada Pangeran Ketiga yang langsung mengangguk pelan.


Lima Pengawal Naga Surgawi maju ke depan, sedangkan Pangeran Pertama dan Pangeran Ketiga mengambil langkah mundur, kemudian melompat ke atas punggung kuda.


Fluktuasi energi spritual yang sangat kuat merembes dari dalam Kediaman Klan Gu dan Pria Sepuh dengan basis Kultivasi Ranah Jie Zhu melayang Sepuluh tombak dari atap Kediaman Klan Gu.


“Hei, Pangeran... kenapa kalian malah pulang, padahal aku belum menyuguhkan teh untuk kalian ha-ha-ha ....” Patriark Klan Gu tertawa. “Aku tidak akan membiarkanmu pergi, Pangeran Zhao Yi. Karena tuan Lu Xiaoran menginginkanmu mati, maka Aku akan menunjukkan loyalitasku agar ia memberikan Klan Gu lebih banyak sumberdaya di masa depan!” gumamnya.


Kalau Lu Xiaoran memberikan Pil yang dapat menaikkan basis kultivasi Ranah Spirit ke Ranah Jie Zhu lagi, maka ia akan memberikannya pada Putranya, Gu Chang'an.


Dia belum mengetahui kalau Putranya telah tewas dibunuh oleh Lu Xiaoran karena tersinggung dengan ucapan Gu Chang'an yang menanyakan keputusannya menyerah mendapatkan Liu Ruxu.


Lin Tao maupun tuan muda lainnya dari Klan Lin dan Klan Gu masih merahasiakan tentang kematian Gu Chang'an, karena mereka takut Lu Xiaoran akan marah bila Klan Gu tiba-tiba melakukan pembangkangan sehingga Lu Xiaoran memusnahkan Klan Lin dan Klan Gu mereka.


Zhao Yi terpaksa turun dari kudanya dan menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat. “Sebenarnya kami ingin bertamu untuk membahas tentang kematian para Prajurit di tembok besar yang sangat misterius dan mengingatkan Klan Gu agar berhati-hati. Namun, Aku tidak menyangka, ternyata Klan Gu telah memperketat penjagaan tanpa harus dikabari lebih dulu. Jadi kami akan menuju Klan lain, karena lebih cepat mengabarkan kejadian aneh itu maka itu dapat meminimalisir kematian anggota Klan mereka!” Dia berkilah agar bisa meninggalkan Kediaman Klan Gu sesegera mungkin.


“Ooh... apakah itu benar? Kenapa Aku tidak mendengar kabar itu, ya... mungkin Pangeran harus memberitahu kami kronologinya lebih terperinci lagi!” Namun, sudut sudut bibir Patriark Klan Gu malah memancarkan seringai jahat.


Zhao Yi mengepal tangannya dan berpikir tidak bisa lagi mengelak dari Patriark Klan Gu. Satu-satunya cara menjauh dari sini adalah dengan bertarung secara langsung melawannya.