
Para Bandit menyembelih binatang buas Serigala dan menggunakan darahnya menggambar formasi Pembunuh Iblis Utara di jalur yang akan dilewati rombongan pengungsi yang akan menuju Kota Lingxi.
“Tuan Wang... kenapa kita membuang-buang banyak Kristal Batu pada formasi ini? Bukankah cukup taruh satu Kristal Batu saja di setiap sudut formasi?” Salah satu Bandit bertanya.
“Kalian bodoh sekali!” gerutu Xi Wang—Bandit kurus yang memiliki bekas luka sabetan di wajahnya. “Apa kalian tidak belajar dari pengalaman kita melawan Prajurit Kerajaan beberapa hari yang lalu? Mereka berhasil menghancurkan formasi Pembunuh Iblis kita dengan mudah, makanya kita harus meningkatkan kemampuan formasi ini ke level tertinggi walaupun lawan kita lemah, karena kita tidak tahu apakah ada ahli beladiri kuat berbaur dengan para pengungsi!” jelasnya.
“Ah, ternyata begitu he-he-he... pantas saja Bos selalu menjadikanmu sebagai tangan kanannya!” sahut Bandit itu segera mengeluarkan Kristal Batu dari Kantung Penyimpanan-nya.
Mereka meletakkan semua Kristal Batu yang mereka miliki pada farmasi Pembunuh Iblis Utara yang bila diaktifkan mampu mencederai ahli beladiri Ranah Spirit hingga terluka parah. Dan agar formasi ini tidak diketahui rombongan pengungsi, mereka menaruh dedaunan di atasnya—kemudian mereka menggambar formasi persembunyian di balik pepohonan agar Aura keberadaan mereka tersamarkan.
Rombongan pengungsi yang dipimpin oleh Yan Mo memasuki celah dua gunung sempit—dengan lebar jalan hanya cukup untuk satu gerbong kereta kuda saja.
Bila ada kereta kuda dari arah berlawanan maka salah satu pihak harus mengalah dengan mundur ke celah jalan yang agak lebar.
Yan Mo menghentikan laju kudanya dan mengangkat tangan kanannya agar rombongan pengungsi berhenti bergerak.
“Yan Yuan dan Yan Kai!” Yan Mo memanggil Dua bawahannya yang memiliki basis Kultivasi Ranah Spirit. “Pergi ke balik bukit dan tahan kereta kuda yang ingin memasuki celah gunung. Gunakan kembang api saat kalian telah mengosongkan jalanan ini!”
Yan Mo berpikir akan merepotkan bila rombongan pengungsi yang ia bawa bertemu dengan kereta kuda dari arah berlawanan—karena akan sulit berputar arah untuk kedua belah pihak nantinya.
“Baik tuan muda Mo!” sahut Yan Yuan dan Yan Kai sembari menangkupkan tinju, kemudian keduanya memacu kuda mereka memasuki jalanan sempit di celah dua gunung sempit tersebut.
Bos Bandit yang ada di puncak gunung tersenyum lebar melihat rombongan pengungsi akan mendekati jebakan yang dipasang anak buahnya. Dia segera menuruni gunung dengan kecepatan tinggi sembari membayangkan bersenang-senang dengan Zhao Que yang sangat cantik tersebut.
Zhao Jian menoleh ke arah puncak gunung dan merasa seperti ada yang mengawasi mereka.
Yan Yuan dan Yan Kai melewati celah gunung tanpa ada kendala, kemudian mereka menembakkan kembang api—yang langsung mewarnai langit dengan gambar mulut tersenyum.
Para Pengungsi tertawa melihat pemandangan itu, sedangkan Yan Mo mengerutkan keningnya—kenapa bawahannya malah menembakkan kembang api memalukan itu.
“Ayo semua cepat bergerak, kita tidak boleh berlama-lama di sini!” seru Yan Mo sembari memacu kudanya lebih dulu ke jalanan sempit di celah dua gunung di depannya tersebut. Dan para pengungsi pun ikut bergerak begitu juga dengan rombongan Zhao Jian.
Yan Mo merasa ada yang salah dengan jalanan sempit yang mereka lalui. Kawanan Monyet yang biasanya bergelantungan di sisi kedua jalan tidak muncul kali ini. Padahal mereka biasanya sangat jahil dan suka menghadang orang-orang yang lewat agar diberikan makanan.
Formasi Pembunuh Iblis tiba-tiba mengeluarkan Tombak darah yang menusuk siapa saja yang terjebak di dalam formasi.
Yan Mo melompat tinggi ke udara dengan mengorbankan kudanya yang langsung tewas tertusuk Tombak darah tersebut.
Zhao Jian menggunakan energi spritual Beast Ulat Ungunya, sehingga dari ujung jarinya muncul Puluhan Benang Sutera Putih dan ia kemudian melompat tinggi ke udara—sembari menarik para pengungsi yang merupakan penduduk biasa yang tidak bisa berkultivasi tersebut.
Para pengungsi sangat terkejut mendengar teriakan Yan Mo dan mereka belum sempat berteriak panik, tiba-tiba saja tubuh mereka telah melayang tinggi di atas permukaan tanah.
Zhao Que segera menggendong Qingqing dan menghunus Pedangnya.
Dia bersama Petugas Pengadilan berada di barisan belakang rombongan pengungsi, sehingga mereka tidak terkena jebakan formasi Pembunuh Iblis milik Bandit.
Beberapa anggota Klan Yan yang terlambat bergerak terkena Tombak Darah dan basis Kultivasi mereka langsung menurun drastis.
“Formasi yang mengerikan, tetapi siapa yang memasangnya?” Zhao Jian mengalirkan energi spritual-nya, tetapi tidak ada siapapun disekitar mereka. “Ini aneh sekali, apa Dua anggota Klan Yan tadi adalah pengkhianat? Namun, aku merasa bukan mereka karena tidak mungkin memasang formasi dalam waktu singkat!” pikirnya lagi.
Zhao Jian menjentikkan jari tangan kirinya, Benang Sutera kembali muncul dan Benang Sutera tersebut meliuk-liuk seperti Ular menuju pinggir formasi.
Setiap formasi butuh Kristal Batu agar berfungsi dan untuk mengakhiri efek formasi tersebut dibutuhkan Tiga cara. Pertama memaksa orang yang mengaktifkannya menonaktifkan formasi tersebut, Kedua membuang Kristal Batu yang diletakkan di formasi dan Ketiga membiarkan Kristal Batu habis sendiri, tetapi itu bukanlah pilihan karena sama saja membiarkan formasi menyerang mereka.
Tombak Darah meluncur ke arah Benang Sutera yang menjalar di pinggir formasi Pembunuh Iblis Utara, sehingga Benang Sutera tersebut berhenti melaju. Namun, tiba-tiba Benang Sutera itu bercabang dan meluncur lagi menuju tempat Kristal Batu berada.
“Ternyata ada ahli beladiri kuat yang bersembunyi bersama para pengungsi!” gerutu Xi Wang. “Bos... apakah kita akan mundur atau tetap merampok mereka?” Nyalinya langsung menciut melihat senjata benang aneh dari Zhao Jian.
Bos Bandit menatap Zhao Que yang hanya berjarak Dua Puluh langkah darinya, akan tetapi keberadaan mereka tidak terendus karena mereka menggunakan formasi yang menyamarkan aura keberadaan mereka. Dia mendengus, bagaimana ia menyia-nyiakan wanita cantik seperti Zhao Que.
“Serang mereka, Aku yang akan melawan Bocah Benang itu!” Bos Bandit langsung melompat ke arah Zhao Jian.
Dia berpikir Zhao Jian akan kewalahan melawannya karena ia masih harus melindungi para pengungsi yang kini melayang di udara, sementara untuk Klan Yan cukup anak buahnya saja yang mengatasi mereka—karena jumlah anak buahnya jauh lebih banyak dari mereka.