Beasts Master

Beasts Master
Terdeteksi Gui Dao Lain



“Baiklah mari kita mulai ke pembahasan utama setelah menonton hiburan dari Putriku dan menantuku!” kata Kaisar Jiang Long—sehingga semua tamu undangan menatap arahnya. “Aku mengundang kalian semua karena Gui Dao Kekaisaran Jiang kita merasakan keberadaan Gui Dao yang ukurannya mungkin setengah dari Gui Dao kita. Karena Lu Xiaoran tidak di sini lagi maka aku meminta pendapat kalian, tindakan apa yang kita lakukan agar Gui Dao Kekaisaran Jiang kita dapat melahapnya.”


Dulu saat Lu Xiaoran masih ada di Kekaisaran Jiang, maka dia akan memberitahu informasi mengenai Gui Dao musuh tersebut—karena ia memiliki Sistem Surgawi yang dapat menganalisa informasi Gui Dao musuh, termasuk jumlah ahli beladiri dan Ranah Kultivasi mereka.


Namun, kini Kekaisaran Jiang telah kehilangan Lu Xiaoran yang tiba-tiba saja kalah melawan Zhao Jian, Beast Master yang memaksanya kabur menggunakan teleportasi entah ke mana perginya.


“Tentu kita akan menerjunkan Pasukan militer dalam jumlah besar. Ratakan saja Gui Dao itu dan salah satu Ranah Paramita bisa menyerap Kristal Beast Gui Daonya sehingga kita memiliki Ranah Immortal!” sahut Jenderal Jing Mu, karena saat ini hanya ada Tiga Ranah Paramita di Kekaisaran Jiang dan tidak ada Ranah Immortal setelah Kaisar menjadi Ranah World Master.


“Bukankah itu terlalu kejam membinasakan penduduk di sana, kita bisa menjadikan mereka menjadi sebuah Klan seperti Klan Zhao, Klan Nan, Klan Donfang, dan Klan Xuan. Kalau Gui Dao kita melahap Gui Dao musuh itu maka wilayah Kekaisaran Jiang juga akan bertambah luas, maka wilayah sisi kiri dekat Klan Zhao akan bertambah luas dan wilayah itu penduduknya tidak terlalu banyak sehingga kita bisa membuat Klan baru di sana!” sela Xiao Yan—Patriark Sekte Pedang Abadi yang juga menteri urusan Istana Kekaisaran.


Penduduk Kekaisaran Jiang sebenarnya terkonsentrasi di bagian dekat kepala cangkang Gui Dao Kekaisaran Jiang atau seluruh penduduk asli dan Klan-Klan Kekaisaran Jiang mendapatkan wilayah di bagian atas itu, sedangkan bekas-bekas Kerajaan yang Gui Daonya dilahap oleh Gui Dao Kekaisaran Jiang mendapatkan wilayah di sisi kiri dan kanan serta dekat cangkang bagian ekor, untuk bagian tengahnya adalah tempat terlarang atau Hutan Tengah yang merupakan tempat para Binatang Buas dan Beast tinggal.


“Kita tidak boleh terlalu baik saudara Yan! Kalau kita terus menampung mereka maka itu akan menjadi beban bagi Kekaisaran Jiang. Bisa saja mereka membawa penyakit menular, wabah atau menjadi pelaku kriminal yang merusak ketentraman Kekaisaran Jiang. Saat ini saja pelaku kejahatan di wilayah sisi kanan dan kiri terus meningkat karena banyak dari mereka yang tak puas dengan kebaikan kita. Aku yakin suatu saat mereka akan menjadi parasit yang menggerogoti kita dari dalam, serta tak menutup kemungkinan akan menjadi mata-mata Gui Dao besar lain!” seru Hua Dao—Patriark Sekte Gunung Hua yang juga Ranah Paramita seperti Xiao Yan.


Para Patriark Klan yang dulunya adalah Raja di Gui Dao kecil hanya bisa menghela napas dan berwajah masam. Mereka tidak berani memberikan pendapat atau menyanggah ucapan Jenderal Jing Mu dan Hua Dao karena para Patriark Klan besar langsung mendukung ucapan keduanya—serta tak ada yang mendukung pendapat Xiao Yan, bahkan dari kalangan menteri malah mendukung seruan Hua Dao.


Xiao Yan menghela napas panjang dan menggertak kan gigi, kesal melihat ulah mereka yang menginginkan dilakukan genosida pada musuh. Dia yakin antek-antek militer seperti Jing Mu hanya ingin menjarah harta dan gadis-gadis cantik di Gui Dao kecil itu.


Walaupun perdagangan budak dilarang di Kekaisaran Jiang, tetapi praktiknya tetap berjalan di Pasar gelap dan gadis-gadis cantik ini biasanya akan berakhir menjadi wanita penghibur di rumah bordil setelah mereka bosan menikmatinya.


Hukum Kekaisaran memang sangat tegas pada praktek kejahatan, bahkan ada undang-undang hukuman mati. Namun, birokrasi di semua lini sudah terlanjur sekarat dan sulit memperbaikinya maka dirinya mengusulkan pada Kaisar untuk menjadi Zhao Jian sebagai menantunya karena ia memiliki Kitab Keadilan—yang tidak dapat dimanipulasi.


Melihat Patriark Sektenya disudutkan, Zhao Jian mengangkat tangan. “Apakah aku boleh berpendapat juga?”


“Betul! Masalah politik begini kamu belum bisa mencernanya dengan baik!”


“Lebih baik kau berlatih lebih giat lagi anak muda! Urusan seperti ini serahkan saja pada yang lebih berpengalaman!”


“Sial! Badut-badut tua ini menyebalkan sekali!” gumam Zhao Jian menggerutu karena langsung disudutkan oleh para Patriark Klan besar dan pejabat tinggi Kekaisaran.


“Katakan saja! Semua boleh berpendapat, kita ini sedang bermusyawarah bukan menunggu perintah dariku!” sahut Kaisar Jiang Long dengan ekspresi wajah tegas dan berwibawa yang membuat Zhao Jian menjadi gugup.


“Bagaimana kalau mengirim tim kecil ke sana untuk bernegosiasi dengan Raja Gui Dao kecil itu, bila mereka menolak barulah kita lakukan dengan kekerasan. Namun, kita tetap akan mengampuni para warga sipil serta musuh yang memilih menyerah!” Zhao Jian mengungkapkan pendapatnya.


“Kenapa kita harus menerima penduduk sipil mereka? Siapa yang akan menampung mereka dan apakah kamu bisa menjamin mereka tidak akan berbuat ulah di sini?” sela Hua Dao.


Zhao Jian tersenyum masam. “Klan Zhao tentu bersedia menampung mereka. Kami dulunya adalah sebuah Kerajaan dan sudah terbiasa mengatur kehidupan penduduk sipil, dan menambahkan beberapa juta penduduk kurasa itu bukan masalah besar.”


“Cih! Dasar sombong! Sekarang saja Klan Zhao masih kesulitan menjual tanaman herbal kalian dan kabarnya hasil pertanian kalian juga kelebihan produksi yang mengakibatkan harga-harga pangan turun drastis, untung saja menteri perdagangan memaksa Asosiasi pedagang mengurangi pembelian dari Klan Zhao!” cibir Patriark Klan Jing—yang wilayahnya berbatasan dengan Klan Zhao.


Zhao Jian langsung mati kutu dan segera duduk karena pendapat Patriark Klan Jing itu ada benarnya. Klan Zhao telah mengkhususkan diri sebagai Klan Petani dan menanam gandum serta tanaman herbal dalam jumlah besar. Namun, mereka kesulitan menjualnya sehingga keuangan Klan Zhao kini defisit, untung saja tidak ada pergolakan dari anggota Klan Zhao yang kini merupakan gabungan seluruh Klan dari Kerajaan Zhao.


Kaisar Jiang Long tidak mengatakan apapun, dia hanya memperhatikan perdebatan mereka dan terlihat melamun, sepertinya ia juga bingung membuat keputusan.