
Melihat situasi menjadi tegang, Zhao Jian berinisiatif untuk menenangkan situasi. Dia segera berdiri dan menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat pada Xiao Lang.
“Zhao Jian... utusan dari Kekaisaran Jiang menyapa tuan Xiao!” sapanya sembari tersenyum hangat. “Bagaimana kalau tuan Xiao dan Raja Fang mendengar tawaran dari Kekaisaran Jiang terlebih dulu.”
Xiao Lang kagum dengan sikap tenang yang ditunjukkan oleh Zhao Jian. Dia tidak menyangka utusan yang berusia muda berani mendatangi Gui Dao asing hanya dikawal oleh Ranah Tianzun saja.
“Hmm, tidak ada salahnya juga mendengarkan tawaran kalian dan aku penasaran apa yang akan terjadi pada kami bila kami menolak tawaran itu!” sahut Xiao Lang sembari mendarat dan duduk di kursi kosong tak jauh dari posisi duduk Zhao Jian.
“Tentu saja faksi militer kami yang sangat beringas itu akan meluluhlantakkan Kerajaan kura-kura awan ini!” sela Jiang Ruo dengan ekspresi wajah datar, tetapi semua orang yang ada di sana terkejut mendengarnya.
Mereka menatap Zhao Jian untuk memverifikasi kebenaran ucapan gadis cantik itu.
Zhao Jian tersenyum masam dan berkata, “Ucapan istriku itu benar! Kekaisaran Jiang itu terbagi menjadi dua faksi; satu menginginkan jalan damai dan satu menginginkan invasi penuh.”
Raja Fang Zihao mengerutkan keningnya dan bersyukur para tuan muda yang secara gegabah ingin menculik Jiang Ruo berhasil digagalkan oleh Putranya. Kalau misi penculikan itu berhasil dan Zhao Jian terbunuh, maka mungkin seluruh penduduk Kerajaan kura-kura awan akan dilenyapkan oleh Kekaisaran Jiang.
“Faksi damai itu hanyalah sekumpulan kelompok kecil saja, walaupun hanya kelompok kecil salah satu menteri kepercayaan Kaisar adalah bagian dari faksi damai!” Maksud Zhao Jian itu adalah Patriark Sekte Pedang Abadi. “Sedangkan faksi yang menginginkan invasi didukung oleh militer, Patriark Klan-klan besar dan sebagian besar menteri. Namun, Kaisar memberikan faksi damai untuk mengirim utusan untuk melakukan negosiasi damai dan akhirnya aku yang ditunjuk melakukan negosiasi itu!”
Ekspresi Raja Fang Zihao, Xiao Lang dan semua yang hadir di sama semakin masam mendengar penjelasan dari Zhao Jian. Kini mereka menebak Hakim muda ini dikirim agar Negosiasi tersebut berjalan buntu sehingga militer dapat melakukan serangan penuh.
“Tenang saja bila kalian menerima tawaran dariku maka aku menjamin seluruh penduduk Kerajaan kura-kura awan akan diperlakukan dengan baik!” seru Zhao Jian menghibur mereka.
“Baiklah... tawaran seperti apa yang Hakim Jian berikan?” sahut Raja Fang Zihao penasaran.
“Karena ada dua kekuatan yang saling berlawanan di Kerajaan kura-kura awan maka aku menawarkan penduduk asli Kerajaan kura-kura awan akan menjadi Klan Fang dan untuk penduduk yang berasal dari Gui Dao lain akan membentuk Klan kecil yang dipimpin oleh tuan Xiao,” kata Zhao Jian sembari tersenyum hangat. “Untuk para Patriark Klan kalian bisa menjadi Penatua di Klan itu nantinya, sedangkan untuk para Patriark Sekte maka kalian dapat melamar ke Sekte-sekte yang ada di sana karena biasanya semua Sekte akan melakukan perekrutan besar-besaran dari murid-murid sekte Gui Dao yang dilahap.”
Para Patriark klan-klan dan Sekte-sekte menghela napas panjang, mereka setuju dengan tawaran dari Zhao Jian walaupun itu sangat merugikan mereka. Karena, hanya tawarannya itulah jalan terbaik untuk saat ini.
“Bagaimana dengan tawaranku ini, apakah dapat diterima?” tanya Zhao Jian sembari menatap mereka satu-persatu.
“Aku setuju... toh, percuma saja kami melawan karena Kerajaan ini bukanlah negeri kami,” sahut Xiao Lang dengan sudut bibir menyeringai tipis menatap Raja Fang Zihao. Tatapannya itu menyiratkan ejekan kalau kalian kini bernasib sama dengan kami.
Raja Fang Zihao menengadah menatap langit biru dan menghela napas panjang. “Aku Raja Kerajaan kura-kura awan menerima tawaran damai dari Kekaisaran Jiang. Mulai sekarang... nasib penduduk negeri ini akan kuserahkan pada Hakim Jian!”
Zhao Jian mengeluarkan gulungan kertas kosong dari Kantung Penyimpanan miliknya, kemudian ia menuliskan surat penyerahan kedaulatan Kerajaan kura-kura awan. Dia meminta Raja Fang Zihao membuat tanda tangan darah, begitu juga dengan para Patriark klan-klan besar serta Sekte besar.
Setelah pernyataan penyerahan kedaulatan itu selesai, Zhao Jian langsung memutuskan untuk kembali ke Kekaisaran Jiang karena ia tidak bisa mengulur waktu terlalu lama; bisa saja para Jenderal, Patriark Klan besar dan para menteri mendesak Kaisar untuk segera memulai invasi mengingat tanda kehidupan salah satu Pasukan Naga telah menghilang.
Tanda kehidupan yang hilang itu berasal dari Pasukan Naga yang dihukum mati oleh Zhao Jian karena terbukti berusaha menghasut para tuan muda di Kerajaan kura-kura awan untuk menolak tawaran damai darinya.
...***...
Di Markas terbesar Pasukan Kekaisaran Jiang, Kota Yunjun, merpati putih hinggap di pundak salah satu Prajurit.
Prajurit itu mengambil tali berwarna Putih yang terikat di kaki merpati tersebut. Dia kemudian bergegas menuju ruangan Jenderal Jing Mu, salah satu Jenderal yang sangat membenci Zhao Jian karena Zhao Jian memenggal bawahannya yang merupakan Komandan militer di pusat keramaian dengan dalih bawahannya itu telah melakukan berbagai macam pelanggaran berat.
“Bocah itu ternyata berhasil melakukan negosiasi damai,” gerutu Jenderal Jing Mu mengerutkan keningnya. Dia kemudian menghancurkan meja kerjanya dengan sebuah tinjuan tanpa menggunakan energi spritual. “Sial! Kabarkan pesan ini pada Hakim Lu Xiao dan Patriark Sekte Gunung Hua!” Dia berharap mereka memberikan solusi agar dapat menggagalkan negosiasi damai itu.
Saat penyerbuan ke Gui Dao Kerajaan Zhao, militer juga gagal mendapatkan manfaat karena Jing Mo malah melapor pada Kaisar Jiang Long bahwa Raja Zhao Tian bersedia menyerahkan diri asalkan penduduk Kerajaan Zhao diperlakukan dengan baik.
Biasanya pihak militer akan merampas harta benda para penduduk dari Gui Dao yang ditaklukkan oleh Kekaisaran Jiang, mereka juga mengambil gadis-gadis cantik untuk dijadikan sebagai wanita penghibur di rumah bordil.
Namun, kini Kaisar seolah-olah berusaha menyingkirkan mereka dengan menempatkan Zhao Jian sebagai Hakim yang berada langsung dibawah kendalinya agar Hakim Kekaisaran tidak bisa mengintervensi keputusan yang dibuat oleh Zhao Jian. Hanya beberapa hari menjadi Hakim, Zhao Jian telah menyingkirkan salah satu bawahannya.
Jenderal Jing Mu yakin Zhao Jian akan menjadi benalu yang merusak kepentingan mereka, beberapa Patriark Klan kecil sudah mengadu padanya kalau mereka takut Zhao Jian menggunakan Kitab Keadilan untuk membongkar korupsi, pemerasan serta tindakan jahat mereka.
Jenderal Jing Mu mengatakan pada para mesin pendulang emasnya itu untuk tetap tenang dan mulai sekarang melakukan aksi mereka dengan tidak meninggalkan jejak agar Zhao Jian tidak memiliki alasan untuk menyelidiki mereka.
“Zhao Jian... tunggu saja, aku akan melenyapkanmu cepat atau lambat!” gumam Jenderal Jing Mu menggertak kan gigi.
...***...