
Namun, Zhao Jian terkejut, satu Pedang Darah malah muncul di depannya—untung saja Huli Jing melepas energi spritual Es yang membentuk tembok Es di depannya, akan tetapi tembok Es itu dihancurkan oleh Pedang Darah dalam satu tebasan.
“Sial! Kenapa masalah selalu mengikutiku!” gerutu Zhao Jian—padahal ia ingin menonton pertarungan antar Ranah Jie Zhu, akan tetapi ia malah dijadikan korban pertama Pedang Darah.
Zhao Jian mengayunkan Pedang Zhengyi atau nama lainnya adalah Pedang Keadilan ke arah Pedang Darah yang melesat seperti hantu yang membuat ciut nyali orang yang melihatnya.
Energi Spritual Angin milik Zhao Jian mengalir ke bilah Pedang Zhengyi yang langsung memancarkan cahaya terang, sehingga Prajurit Kerajaan dan ahli beladiri dari Klan Yan menoleh ke arahnya—padahal mereka sedang bersiap-siap melakukan serangan jarak jauh pada Ye Jing.
“Hakim Jian?” Patriark Klan Yan terkejut melihatnya.
Zhao Chen dan Petugas Pengadilan bawahan Zhao Jian langsung mencemaskan keselamatannya—karena lawan yang dihadapinya adalah kekuatan Ranah Jie Zhu.
Booommm!
Ledakan keras menghancurkan atap Kediaman Klan Yan dan Zhao Jian terhempas beberapa langkah serta menyemburkan seteguk darah dari mulutnya.
Zhao Jian tersenyum sembari menyeka darah dari sudut bibirnya, sedangkan Pedang Darah yang menyerangnya telah menghilang—sehingga Ye Jing yang awalnya fokus menatap Zhao Yi langsung mengerutkan keningnya dan menatap Zhao Jian.
“Pemuda yang menarik, aku tidak menyangka kamu berhasil menahan kekuatan Ranah Jie Zhu dan hanya membuatmu terluka ringan saja!” Ye Jing menyeringai dan menghilang dari tempatnya berdiri.
Zhao Yi menyipitkan matanya dan melempar Tombak Emas di tangannya ke arah Zhao Jian, padahal ia sedang menghadapi Sembilan Pedang Darah.
Zhao Yi memadatkan energi spritual-nya dan membentuk Niat Tombak, kemudian mengayunkan Niat Tombak itu ke arah Pedang Darah yang menusuk ke arahnya.
Suara menggelegar keras memekakkan telinga terdengar saat Niat Tombak berbenturan dengan Pedang Darah, Kilatan Petir muncul dari Niat Tombak yang langsung menghancurkan ke Sembilan Pedang Darah Ye Jing tersebut.
Zhao Jian mengerutkan keningnya saat melihat Tombak milik Zhao Yi melesat ke arahnya dan sudah terlambat untuk menghindar—sehingga ia langsung mengayunkan Pedang Zhengyi.
Namun, saat Tombak milik Zhao Yi berjarak Dua langkah lagi dari Zhao Jian—asap berwarna darah muncul di sana dan Suara Petir menggelegar kembali terdengar.
Zhao Jian terkejut, ternyata Zhao Yi telah menduga Ye Jing akan menargetkan dirinya, makanya Zhao Yi melemparkan Tombak ke arah dirinya.
Tangan Iblis Ye Jing mencengkeram bilah Tombak Zhao Yi dan kilatan listrik masih memancar dari tubuh Ye Jing yang malah menyeringai.
“Serangngngngng!”
Prajurit Kerajaan Zhao dan ahli beladiri Klan Yan kemudian melakukan serangan jarak jauh ke arah Ye Jing.
Anak panah yang mengandung energi spritual Petir, Niat Pedang Api, Niat Tombak Angin dan sebagainya menghantam Ye Jing. Namun, lagi-lagi Ye Jing hanya menyeringai dan menjadi asap berwarna darah, kemudian menghilang dari pandangan mereka.
“Ke mana dia?” Zhao Jian panik.
Mata Huli Jing tiba-tiba bersinar terang dan mengunci pergerakan Ye Jing. “Tuan, dia menuju ke arah para Ranah Spirit!”
“Apa?” Zhao Jian terkejut. “Mungkinkah ia ingin menyerap esensi kehidupan mereka setelah ia kehilangan banyak energi spritual akibat menahan serangan Pangeran Yi!” Zhao Jian berspekulasi.
Zhao Yi juga terkejut dan langsung menghilang, hanya kilatan Petir yang terlihat saat ia melesat ke arah Kediaman Klan Yan.
“Tolong!”
“Tidakkkk!”
“Ibuuuuuuu!”
Satu persatu Prajurit Kerajaan Zhao dan anggota Klan Yan menjadi kerangka yang hanya dibalut kulit tipis, karena esensi kehidupan mereka dilahap oleh Ye Jing.
Dalam beberapa tarikan nafas, Belasan Ranah Spirit telah menjadi korban—sehingga yang lainnya langsung melarikan diri ke segala arah.
Zhao Jian juga berteriak pada Zhao Chen, Zhao Que dan Zhao Bai untuk segera kabur dari area Kediaman Klan Yan sejauh mungkin.
“Bekukan dia, Huli Jing!” seru Zhao Jian pada Beast Rubah.
“Dia melakukan lompatan sangat jauh dan secara acak, sehingga sulit membidiknya, tuan!” sahut Huli Jing.
Zhao Jian menggertak kan giginya, bingung cara menghentikan kegilaan Ye Jing—sedangkan Pangeran Pertama tampak seperti kilatan Petir yang melesat ke segala arah mengikuti pergerakan acak Ye Jing.
Kini Puluhan Ranah Spirit telah menjadi korban Ye Jing walaupun mereka kabur ke segala arah, tetapi Ye Jing tetap mampu mengejar mereka.
Zhao Jian menarik napas dalam-dalam dan memejamkan matanya. “Huli Jing dan Daji, alirkan energi spritual kalian padaku!” Dia berbicara melalui telepati.
Energi Spritual Api, Es dan Angin mengalir ke bilah Pedang Zhengyi—sehingga bilah Pedang tersebut memancarkan kilatan-kilatan Petir, padahal ia tidak memiliki energi spritual Petir. Namun, dengan menggabungkan energi spritual Api, Es dan Angin maka muncullah energi spritual Petir tersebut.
Zhao Jian mengayunkan Pedang Zhengyi ke arah depan dan disaat bersamaan asap berwarna darah muncul di depannya.
Dia telah menduga Ye Jing juga akan mengincar dirinya karena Ranah Spirit lainnya telah menjauh dari Kediaman Klan Yan.
Tangan Iblis Ye Jing menjulur ke arah wajah Zhao Jian, akan tetapi ekspresi wajahnya mengkerut saat melihat bilah Pedang Zhao Jian dipenuhi Kilatan Petir dan satu tarikan nafas kemudian, tangan Iblis Ye Jing terpotong—sehingga ia menjerit kesakitan.
Huli Jing dan Daji yang bertengger di bahu Zhao Jian tersenyum lebar ke arah Ye Jing.
Daji memuntahkan bola api membakar wajah Ye Jing, kemudian disusul Daji yang langsung membekukan kakinya agar tidak bisa melakukan lompatan darah lagi.
Zhao Yi muncul di belakang Ye Jing dan menusukkan Tombak-nya ke punggung Ye Jing hingga tembus ke dadanya.
Namun, kobaran api hitam malah menghilangkan kobaran api Daji yang membakar wajah Ye Jing, bongkahan es yang membekukan kakinya juga ikut mencair.
“Ha-ha-ha... menarik!” Ye Jing malah tertawa dan menjadi asap berwarna darah lagi, sehingga Zhao Jian mundur selangkah.
“Mau kabur! Tidak semudah itu!” Telapak tangan Zhao Yi yang dipenuhi kilatan-kilatan Petir mencengkram gumpalan asap berwarna merah dan meledakkan energi spritual Petir di sana.
Walaupun Ye Jing berhasil kabur, akan tetapi Pangeran Pertama merasakan kalau kekuatan Ye Jing akan melemah saat ia terluka dan butuh esensi kehidupan untuk memperbaiki lukanya serta menambah energi Spritual-nya.