
Ye Mo sedang bersenang-senang bersama Tujuh gadis cantik yang berasal dari berbagai Sekte Gui Dao miliknya, kesenangannya langsung terusik oleh laporan Kasim Istana yang mengatakan pihak musuh tiba-tiba membalikkan keadaan Perang, Ranah World Master yang masih muda muncul yang langsung mengalahkan para Ranah World Master bawahan Ye Mo dengan mudah.
“Apakah kau kenal dengan nama itu?” Ye Mo bertanya pada Yun Mu yang langsung bergabung dengan Ye Mo setelah kabur dari Kota Feixian.
Awalnya Yun Mu mengira Ye Mo akan marah, dia bahkan sudah pasrah energi kehidupannya dihisap oleh Ye Mo. Namun, yang terjadi justru Ye Mo hanya menyuruhnya menjadi pengawal pribadi saja.
Yun Mu mengepal tangannya, ekspresi wajahnya tampak sedih setelah mendengar nama Lu Xiaoran. “Dia adalah jenius beladiri murid Sekte Naga Surgawi dan dialah yang melenyapkan semua anggota Klanku,” sahutnya.
“Oh, jadi dia adalah Ranah Immortal yang dapat mengalahkan World Master itu!” Sudut bibir Ye Mo memancarkan seringai tipis. “Akhirnya ada juga Kultivator yang menarik di Dunia sampah ini, awalnya kukira kalian semua hanya dapat menggonggong saja... ternyata ada Harimau penyendiri yang cocok dijadikan lawan mengasah Pedangku!” Lidahnya menjulur ke pipi gadis cantik yang terlihat hanya bisa pasrah saja.
Setelah Ye Mo turun ke Dunia ini, ia telah menghancurkan banyak Gui Dao. Semua yang menentangnya akan diserap esensi kehidupannya dan akan membiarkan mereka yang mau jadi kaki tangannya. Namun, mereka harus mematuhi apapun yang ia katakan termasuk bila ia meminta saudari atau wanita untuk dijadikan mainannya.
“Baiklah... mari kita temui anak manja itu he-he-he ....” Ye Mo tertawa dan meraih kerah baju Yun Mu, kedua langsung menghilang dari Istana.
Patriark Sekte, Patriark Klan dan mantan-mantan Kaisar serta Jenderal militer segera mengikuti Ye Mo menuju Dinasti Gu Agung.
Dari awal perang besar itu, Ye Mo hanya mengirim para Kultivator dari Sekte-Sekte kecil saja dan Kultivator pengembara. Namun, hasilnya cukup memuaskan karena mereka sempat membuat Dinasti Gu Agung babak belur sebelum Lu Xiaoran datang membalikkan keadaan.
Setelah sampai di bagian sisi Kanan Dinasti Gu Agung, Ye Mo langsung mengunci pandangannya pada Pemuda yang mengalahkan lawannya dengan sekali serang saja.
“I-itu... itu dia Lu Xiaoran, Yang Mulia Ye Mo!” Yun Mu langsung menunjuk ke arah Lu Xiaoran.
Ye Mo menyeringai tipis dan mengarahkan pandangannya ke tempat lain, dia tidak melihat keberadaan Zhao Jian.
Dia tidak menyangka Pemuda yang membunuh Ye Jing itu tidak muncul di medan Perang ini, padahal menurut informasi bawahannya di Kekaisaran Jiang; Zhao Jian itu adalah Hakim yang mengaku-ngaku sebagai Penegak Keadilan dan menjadi musuh pihak militer dan Klan-Klan besar yang terusik oleh ulahnya yang mengusik kepentingan mereka.
“Setelah Gui Dao ini hancur, maka kau tidak akan dapat melarikan diri lagi,” gumam Ye Mo mencibir Zhao Jian yang saat ini sedang melakukan Kultivasi di tempat lain. Zhao Jian langsung bersin oleh cibiran Ye Mo itu, sehingga Zhao Jian kebingungan dan mengutuk balik siapapun yang telah menjelek-jelekkan dirinya.
Sistem Surgawi Lu Xiaoran langsung memperingatkannya bahwa Ye Mo telah muncul di medan Perang.
Lu Xiaoran mengunci pandangannya pada sosok tampan yang melayang di langit.
“F.u.c.k! Kenapa para NPC selalu tampan?” gerutu Lu Xiaoran, karena musuh bebuyutannya yang satu lagi juga tampan, hingga tunangannya mau menikah dengan Pemuda yang dianggapnya NPC (Non Player Character/karakter non pemain dalam game) itu.
Lu Xiaoran sendiri harus menggunakan Skill Pesona agar orang lain melihatnya berwibawa dan tampan, padahal sebenarnya dirinya memiliki wajah standar saja.
“Gunakan Poin tersisa untuk melihat kemampuan Ye Mo itu!” Lu Xiaoran berkomunikasi dengan Sistem Surgawi.
[Semua informasi tentang Ye Mo tidak dapat diakses!]
Lu Xiaoran terkejut mendengarnya, dia berpikir mungkin karena Ye Mo berasal dari Dunia lain seperti dirinya.
“Kalau begitu, mari kita lihat sekuat apa Pendekar Dunia Atas ini!” sudut bibir Lu Xiaoran memancarkan senyuman lebar, Ye Mo adalah jalan baginya menuju Dunia Atas yang jauh lebih besar dari Dunia ini. “NPC bodoh... mamam ini!” ejeknya sembari mengayunkan pedangnya ke arah langit.
Semua orang terkejut, bahkan para Penatua Sekte Naga Surgawi sampai berkeringat dingin karena tidak menyangka Lu Xiaoran memiliki tehnik berpedang yang sangat mendominasi tersebut.
Lawan maupun kawan yang berdiri di lintasan cahaya itu langsung berubah menjadi butiran debu, setelah kalah melawan Zhao Jian di Kerajaan Zhao; dia telah meningkatkan kualitas tehnik berpedangnya.
Tehnik berpedang yang baru saja ia gunakan adalah Jurus Pedang Matahari.
Detak jantung Ye Mo tiba-tiba berdegup kencang, ini pertama kali ia merasakan perasaan was-was dari serangan musuh.
“Hmm, tidak mungkin tehnik berpedang sehebat ini berasal dari Dunia busuk ini? Mungkinkah ia berasal dari Dunia Atas juga, atau ada Jiwa Kultivator kuat yang memandunya,” gumam Ye Mo sembari menghunus Pedang Darah miliknya.
Ye Mo mengayunkan Pedang Darah, energi spiritual kegelapan mengalir ke bilah Pedang itu. Aura mencekam langsung merebak, jeritan Roh-Roh manusia membuat siapapun ketakutan mendengarnya, mereka adalah korban yang tewas di bilah Pedang Darah; para korban itu tidak akan dapat bereinkarnasi lagi karena Roh mereka terjebak di Pedang Darah itu.
Boooooommmmmm!
Kedua energi spiritual berbenturan, tiba-tiba area disekitar ledakan energi spiritual itu terdistorsi untuk sesaat dan kemudian ledakan yang mengerikan menghempaskan siapa saja yang berada di radius Lima Ratus langkah dari ledakan energi spiritual itu.
“Sial! Aku tidak dapat menghindar!” kutuk Yun Mu sembari mengeluarkan artefak pertahanan, tetapi artefak itu hancur berkeping-keping. Dia menatap Ye Mo yang malah mengabaikannya, karena tatapan Ye Mo tertuju pada Lu Xiaoran. “Sial! Aku tidak ingin mati, kalian semua bajingannnnn terkutukkkkkkkkk!” umpatnya, karena gara-gara kedua orang inilah Klan Yun akhirnya musnah.
Lu Xiaoran juga mengabaikan umpatan dan teriakan minta tolong dari rekan-rekan satu Sektenya yang tersapu habis oleh ledakan energi spiritual itu.
Puluhan ribu Kultivator dikedua kubu lenyap oleh serangan pembuka itu. Bagaimana kalau keduanya bertarung dengan sengit? Mungkin semua orang yang ada di medan Perang akan menjadi butiran debu.
“Dia kuat juga!” Lu Xiaoran dan Ye Mo berpikiran yang sama.
“Panglima Perang!” Penatua Sepuh Dinasti Gu Agung mendekati Lu Xiaoran. “Sepertinya dia adalah Ye Mo, kami akan membantumu melawannya!” katanya lagi.
Lu Xiaoran menggelengkan kepala dan berkata, “Itu tidak perlu... senior mundur saja sejauh mungkin!”
Dia tidak ingin mereka mati karena keberadaan Zhao Jian belum diketahui, dia juga khawatir bila Zhao Jian muncul dan bergabung dengan Ye Mo melawannya.
Walaupun ia merasa dirinya sangat kuat, dia masih trauma dengan Zhao Jian yang menurutnya memiliki keberuntungan tak diduga-duga itu, apalagi menurut Sistem Surgawi; Tiga Beast milik Zhao Jian merupakan binatang Spritual Surgawi. Apabila ketiga Beast itu telah mencapai Ranah World Master maka Segel yang mengekang kekuatan mereka akan terlepas, mereka akan sekuat Naga tunggangan Kaisar Surgawi.
Mendengar namanya saja sudah membuat Lu Xiaoran merinding, makanya ia tidak mau meremehkan kekuatan Zhao Jian walaupun ia hanya NPC yang biasanya dalam Novel hanya karakter pelengkap sekali tendang sudah hancur berkeping-keping.
“Kami takut bawahan Ye Mo akan ikut menyerangmu!” Pria tua itu khawatir, nasib Dinasti Gu Agung ada ditangan Lu Xiaoran, bagaimana pun caranya mereka harus melindunginya walaupun harus mempertaruhkan nyawa.
“Mereka tidak akan berani mendekatiku, saat kalian mundur maka mereka akan mengejar kalian. Aku sengaja menyuruh kalian mundur agar tidak terdampak dengan pertarungan kami, karena kita tidak tahu mungkin saja dia akan menggunakan tehnik menyerap esensi kehidupan itu!” sahut Lu Xiaoran.
Pria tua itu tidak menyangka dalam situasi genting begini, Lu Xiaoran masih memikirkan nasib mereka. Rasa hormatnya pun semakin besar terhadap Lu Xiaoran, dengan enggan ia pun mundur.
Seperti dugaan Lu Xiaoran, Kultivator yang datang bersama Ye Mo segera mengejar Kultivator Dinasti Gu Agung yang mundur, pertarungan besar pun kembali terjadi.