Beasts Master

Beasts Master
Yao Ming



“Kakak Ming... Paman Qiulin masih hidup dan kata senior yang membawanya dia diselamatkan oleh Hakim Surgawi Zhao Jian!” Yao Yue‘er menerobos masuk ke dalam kediaman Yao Ming yang sedang bermeditasi.


Yao Ming sangat senang mendengarnya, tetapi ia langsung terkejut mendengar nama Zhao Jian yang dikatakan oleh adiknya itu.


“Nama itu mirip dengan senior Jian!” sahut Yao Ming, teringat dengan sosok yang pernah menolong adiknya itu. Namun, entah bagaimana keadaannya karena semua pesan yang ia kirim tidak pernah mendapatkan balasan.


“Dia itu senior tampan kekasih Yue‘er itu loh kata Paman Qiulin,” sela Yao Yue‘er tersenyum lebar. “Yue‘er tidak menyangka kekasihku itu sudah mencapai Ranah World Master dan menjadi utusan Surga,” katanya lagi sembari mengkhayal mencium Zhao Jian.


Yao Ming menjentik kening adiknya yang sedang memonyongkan bibirnya itu.


“Jangan mengkhayal terlalu jauh, lebih baik kau berkultivasi dengan giat. Saat kau mencapai Ranah World Master lah baru senior Jian mau menjadi kekasihmu!” tegur Yao Ming sembari berjalan keluar kamar. “Ayo kita menjenguk Paman dan bawa juga adik kecil, jangan biasakan dia bersama Penatua wanita itu, nanti dia menjadi manja dan malas berkultivasi!” katanya lagi.


Yao Yue‘er tidak menjawab seruan Yao Ming, dia tetap mengkhayal tentang Zhao Jian sembari mengikuti Yao Ming menuju Paviliun Pengobatan, tempat Yao Qiulin dirawat oleh tabib Sekte Naga Surgawi.


Yao Ming merasa semakin sulit mengejar Zhao Jian, tangannya terkepal erat karena ia juga ingin menjadi Kultivator kuat yang dapat melindungi orang-orang yang ia sayangi.


“Aku akan berkultivasi dengan giat walaupun butuh waktu Seratus tahun bahkan seribu tahun,” gumam Yao Ming sembari menengadah menatap langit. “Senior Jian... suatu hari nanti aku akan sejajar denganmu!” gumamnya lagi.


“Oh, menarik sekali!” Sebuah suara Pria tua menggema di benak Yao Ming. “Hmm, gadis ini memiliki akar Phoenix legendaris seperti istriku, ternyata warisannya mengalir pada gadis ini. Namun, sayang sekali bakatmu biasa-biasa saja, tetapi kamu beruntung karena dengan tekadmu yang kuat itu akhirnya membangunkan tidur panjangku!” katanya lagi.


“Siapa itu? Tunjukkan dirimu!” teriak Yao Ming menghunus pedangnya sehingga Yao Yue‘er yang melamun langsung melompat mundur terkejut melihat saudara menghunus Pedang.


“Kakak Ming... apa kau gila, tidak ada siapapun disekitar kita!” gerutu Yao Yue‘er kesal karena membuyarkan lamunan indahnya dengan Zhao Jian.


“Kau tidak mendengar suara Pria tua itu?” sahut Yao Ming masih waspada dan mencari dari mana datangnya suara telepati itu.


“Bodoh! Kau tidak akan dapat melihatku karena aku hanya sebuah Jiwa yang hanya dapat berkomunikasi dengan pikiranmu, Bocah!” Suara aneh itu kembali menggema di benak Yao Ming. “Jangan panik dan dengarkan baik-baik, aku adalah ....” Suara aneh itu menceritakan tentang dirinya dan tujuannya muncul dalam pikiran Yao Ming.


“Cih, sekarang kau malah tersenyum menjijikkan!” cibir Yao Yue‘er keheranan dengan tingkah saudaranya itu. “Cepatlah, Paman Yao Qiulin sudah tidak sabar ingin berjumpa denganmu dan aku akan menjemput adik kecil ke Paviliun Melati!” Dia segera melesat dengan cepat.


Yao Ming segera menuju Paviliun Pengobatan sembari mendengarkan perkataan suara aneh dipikirannya.


“Aku tidak menyangka Tiga kekuatan aneh yang seharusnya tidak ada di Dunia ini malah muncul di sini, kalau sekarang jaman kekacauan seratus ribu tahun yang lalu maka mereka akan diusir keluar dari Dunia ini. Namun, sayang sekali energi spiritual di Dunia ini semakin menipis karena Dunia tenggelam dan kalian hanya bergantung pada Gui Dao yang dikekang oleh Dao Hukum Surgawi,” kata suara aneh yang berasal dari Leluhur Klan Yao tersebut.


Pada saat Dunia belum tenggelam, dia termasuk jajaran Ranah World Master terkuat di Dunia. Namun, dirinya terluka parah saat jaman kekacauan itu dan mendirikan Klan Yao di Gui Dao milik rekannya yang juga Leluhur Pertama Dinasti Gu Agung.


Sayang sekali, keturunannya mengalami keterpurukan dan berakhir menjadi Klan kecil di Kota Dishan.


“Nak, mulai sekarang lupakan tehnik beladiri sampah Sekte Naga Surgawi ini, bila kau dapat menyerap ilmu pengetahuanku maka kau akan menjadi Pendekar terkuat di Dunia bersama adikmu dan buang sampah-sampah dari Dunia lain itu, mereka membuatku muak saja!” kata suara aneh itu.


Menyingkirkan Lu Xiaoran dan Ye Mo tentu Yao Ming setuju, tetapi ia tidak akan melawan Zhao Jian walaupun Leluhurnya membenci auranya, karena berkat bantuan Zhao Jian lah adiknya berhasil mengatasi panas yang berlebihan pada tubuhnya, kalau Zhao Jian tidak ada mungkin Yao Yue‘er telah dilahap oleh akar Spritual Phoenix.


“Yo, siapakah ini?” Tiba-tiba Pemuda tampan yang dikelilingi murid Pria dan wanita menghadang Yao Ming. “Eh, inikah sampah yang diterima berkat dua adiknya yang memiliki bakat beladiri tinggi. Mari kita anggap saja dia adalah pengasuh anak yang bersikap seolah-olah dia adalah Pria kuat, bahkan ia berani menolak tawaran dari senior Lu Xiaoran, padahal senior dengan sukarela akan membantu adiknya menjadi Phoenix terkuat di Dunia!” sindir Pemuda itu.


“Tuan muda Gu Hai... menyingkirkan lah, tuan muda tidak perlu mengotori tanganmu mengajari anak miskin ini!” sela murid Pria yang terlihat seperti penjilat atau bermuka dua.


“Jangan sampai mati, nanti adiknya menangis tersedu-sedu sehingga senior Lu Xiaoran marah pada kita!” sahut Gu Hai sembari berjalan sambil menepuk pundak Yao Ming.


Pemuda itu menyeringai jahat menatap Yao Ming, basis Kultivasinya dua tingkat lebih tinggi dari Yao Ming, sehingga dari segi manapun dirinya tidak mungkin kalah melawan Yao Ming.


“Kalau kau sanggup menahan satu tinjuan dariku, maka senior baik hati ini akan melepaskanmu!” katanya sembari mengepal tangannya, energi spiritual tanah memadat ditangannya dan berubah menjadi Batu yang sangat keras.


“Wah, Habislah Yao Ming, senior Hua menggunakan Tinju Golemnya!”


“Tinju Golem itu sangat kuat, bahkan beberapa murid senior dikalahkan oleh senior Hua padahal basis Kultivasinya lebih rendah dari mereka.”


Semua murid-murid yang ada di sana langsung menilai Yao Ming tidak akan sanggup menahan tinjuan dari Pemuda itu.


“Gerakan Pertama Jurus Tinju Golem Kingkong!” Pemuda itu melayangkan tinjuan ke arah wajah Yao Ming yang tetap berdiri dengan kokoh.


Dinding bangunan didekat mereka hancur berkeping-keping, semua orang membelalakkan mata.


Gu Hai mengerutkan keningnya, dia tidak menyangka bawahannya akan terlempar dan dia tidak melihat bagaimana cara Yao Ming menangkis serta membalas serangan bawahannya.


“Berani sekali kau melukai bawahan—” Gu Hai hendak menggertak Yao Ming. Namun, tiba-tiba bayangan hitam pekat berbentuk Prajurit berjirah Besi dan memegang Tombak menatapnya dengan tajam.


Gu Hai ketakutan, celananya tiba-tiba basah dan aroma menyengat membuat semua murid-murid disekitarnya menjauh.


Semua orang keheranan melihat Gu Hai ketakutan begitu, matanya terbelalak dan tidak dapat berbicara walaupun rekan-rekannya meneriakinya serta Yao Ming telah pergi meninggalkan mereka.


“Ayo bawa tuan muda Gu Hai dan senior Hua ke Paviliun Pengobatan!” seru salah satu murid.


“Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah Yao Ming menggunakan tehnik terlarang sehingga tuan muda Gu menjadi seperti ini?”


“Entahlah, kita laporkan saja pada Penatua Penegak Hukum apa yang terjadi di sini!”