Beasts Master

Beasts Master
Jiang Xiaofan Dan Zhu Fan



“Bawakan kami makanan dan arak terbaik kalian!” Jiang Xiaofan berkata dengan nada sombong sembari mengusir sekelompok Pemuda dari tempat duduk mereka.


Para Pemuda itu hanya bisa menurut saja karena takut dengan tatapan tajam darinya yang membuat mereka berkeringat dingin.


“Jangan menarik perhatian, Jiang Xiaofan! Apa kau lupa untuk apa kita kemari!” sela Pemuda bertubuh besar—dengan bekas luka sabetan di wajahnya.


“Jangan khawatir, Zhu Fan... lihatlah ke sebelahmu, ada wanita cantik yang sepertinya berasal dari Petugas Pengadilan!” sahut Jiang Xiaofan yang bermaksud mengatakan bahwa Zhao Jian yang mereka cari ada di sebelah mereka.


“Ouh, benar sekali! Namun, Pasangannya cukup tampan ha-ha-ha... jadi, kita harus sadar diri tak mungkin memilikinya!” Zhu Fan tertawa, tetapi wajahnya yang sangar membuatnya seperti sedang mengejek Zhao Jian dan Liu Ruxu saja.


Liu Ruxu mengerutkan keningnya, tetapi ia segera menghela napas panjang agar tidak terprovokasi karena saat ia masih gadis, banyak Pria hidung belang yang mencoba merayunya sehingga ia sudah terbiasa dalam menghadapi situasi ini.


Zhao Jian merasa tidak ada nama Keluarga Zhu di Kerajaan Zhao, sehingga dugaannya kalau kedua Ranah Jie Zhu ini berasal dari luar Gui Dao Kerajaan Zhao sangat memungkinkan.


Jiang Xiaofan segera menenggak arak langsung dari kendinya, sedangkan Zhu Fan memakan daging sapi besar dalam satu kali telan saja.


Satu persatu pengunjung restoran segera kabur, karena takut Kedua Ranah Jie Zhu itu akan mabuk dan membuat keonaran yang membuat mereka terluka.


“Ah, Arak di sini rasanya seperti air putih saja, jangan-jangan restoran ini melakukan penipuan?” Jiang Xiaofan berkata dengan suara keras.


“I-itu adalah Arak terbaik kami tuan Pendekar!” Dari kejauhan Pemilik restoran menjawab sembari tersenyum masam, kakinya bahkan tampak gemetaran saking takutnya dimarahi oleh Jiang Xiaofan.


“Oh, begitukah? Kenapa aku merasa seperti air putih?” sahut Jiang Xiaofan yang terus menenggak arak dari kendinya.


Zhao Jian memilih diam saja, walaupun sebenarnya Jiang Xiaofan telah melanggar aturan Raja; Dia menuding dagangan orang lain adalah barang Palsu tanpa bukti, maka ia seharusnya dihukum Cambuk Lima Puluh Kali dan dikurung penjara selama Enam Bulan.


Zhao Jian bukan takut karena mereka sangat kuat, tetapi ia merasa tujuan mereka sebenarnya ingin menarik perhatiannya—sehingga ia merasa itu sangat aneh, seseorang mencari masalah secara terang-terangan di hadapan Hakim.


Merpati Pesan tiba-tiba hinggap di pundak Zhao Jian dan stempel Pengadilan terpampang di bagian luar gulungan yang dibawa Merpati Pesan tersebut.


Zhao Jian segera membaca isi gulungan kertas itu dan alisnya terangkat, karena Zhao Chen melaporkan telah terjadi pembunuhan terhadap Prajurit Kerajaan Zhao yang berjaga di tembok besar, dan beberapa titik formasi Bintang telah dihancurkan.


“Mungkinkah ini ada hubungannya dengan mereka dan tujuan mereka pasti ingin mengambil alih Gui Dao Kerajaan Zhao kami!” gumam Zhao Jian berspekulasi. “Bila aku melawan mereka saat ini tanpa Beast-ku, mungkin aku akan kalah. Belum lagi aku harus melindungi Liu Ruxu juga.” Zhao Jian berpikir lebih baik menghindari masalah dengan Kedua Ranah Jie Zhu disebelahnya.


Dia tidak menyangka acara menyenangkan istrinya dengan mentraktirnya makan di restoran mewah ini akan berakhir kacau dengan kedatangan tamu asing—yang entah apa motif mereka membuat keributan di dalam restoran.


Ekspresi wajah Liu Ruxu tampak jengkel, ia tidak menghabiskan makanannya dan memberikan kode untuk segera meninggalkan restoran.


Kalau Jiang Xiaofan dan Zhu Fan langsung keluar saat Liu Ruxu pergi, maka mereka hanya Pemuda mesumm yang tertarik dengan kecantikannya, karena Liu Ruxu terkenal sebagai wanita paling cantik di Kota Tianwu. Namun, bila mereka tetap bertahan, maka kemungkinan besar mereka terlibat dengan pembunuhan Prajurit di tembok besar.


“Hah? Jiang gege masih ingin ....” Liu Ruxu segera berhenti berbicara setelah melihat Zhao Jian mengedipkan mata. “Cih, segeralah kembali ke gedung Pengadilan saat selesai makan. Jangan berleha-leha di sini!” Dia akhirnya mengerti apa tujuan Zhao Jian.


Setelah Liu Ruxu pergi, Jiang Xiaofan dan Zhu Fan masih tetap menikmati makanan mereka.


Suasana menjadi hening, hanya ada Tiga orang saja di restoran itu. Pelayan restoran dan Pemiliknya ada di dapur, karena mereka takut dengan Jiang Xiaofan dan Zhu Fan.


Zhao Jian bingung mau berbuat apa lagi, karena ia sudah menghabiskan semua makanan di meja, bahkan sisa makanan milik Liu Ruxu juga ia habiskan.


“Mungkin istriku sudah jauh dari restoran ini, sebaiknya aku pergi juga!” gumam Zhao Jian menoleh ke arah belakang. “Sial! Ke mana semua Pelayan restoran?” Dia merasa seperti buronan yang sedang disergap saja, karena restoran telah dikosongkan.


Zhao Jian menaruh Lima Puluh Keping Perunggu di atas meja dan bergegas menuju pintu keluar Restoran.


“Tuan Hakim!” seru Jiang Xiaofan, sehingga bulu kuduk Zhao Jian berdiri dan menoleh kearahnya sembari tersenyum masam. “Kenapa tuan Hakim buru-buru pergi, mari makan bersama kami dan tidak perlu khawatir masalah biayanya. Kami yang akan menanggungnya!” ajaknya dengan seringai tipis terpancar dari sudut bibirnya.


“Maaf tuan-tuan... Aku baru saja menerima laporan dari Pengadilan. Ada kasus yang harus disidangkan!” Zhao Jian berkilah.


Namun, seringai di sudut bibir Jiang Xiaofan menghilang dan ia pun berkata, “Kami mengajakmu dengan tulus tuan Hakim? Apakah kamu ingin mengecewakan niat baik kami?”


Zhao Jian mengerutkan keningnya, karena itu bukanlah ajakan baik-baik. Namun, terasa seperti intimidasi atau pemaksaan kehendak.


“Maaf tuan-tuan... bukankah kita masih bisa bertemu di lain hari. Nasib seseorang sedang dipertaruhkan, bila aku tak datang maka akan ada yang kecewa karena Keadilan tidak ditegakkan!” sahut Zhao Jian dengan ekspresi wajah serius.


“Hmm ....” Zhu Fan yang diam saja dari tadi, menatap Zhao Jian. “Kalau kamu mengabaikan kami, justru kamu akan menjadi penyebab terjadinya Ketidakadilan!” Tatapan matanya sangat tajam.


Zhao Jian termenung sesaat, situasi ini sangat sulit. Apalagi dia tidak tahu tujuan mereka ingin memaksanya bergabung dengan mereka, dan di sisi lain ia tidak ingin mereka melakukan kekacauan di Kota Tianwu.


Zhao Jian menarik napas dalam-dalam dan segera duduk di sebelah mereka. Kemudian ia menuangkan arak ke gelas kecil di depannya dan langsung menenggaknya.


“Jadi, tuan-tuan menginginkan apa dari Hakim yang tidak memiliki pengaruh di Pangadilan Kerajaan Zhao ini?” Zhao Jian bertanya pada mereka.


Jiang Xiaofan dan Zhu Fan malah tertawa terkekeh-kekeh, seolah-olah mereka bertemu teman lama saja. Namun, Aura Ranah Jie Zhu melonjak di dalam restoran—yang membuat orang-orang di luar restoran memilih menjauh dari sana karena merasa terintimidasi.