
Zhao Jian menyantap makanan yang dihidangkan di atas meja dengan lahap dan tidak peduli pandangan Jiang Ruo yang malu melihat sikapnya itu. Dia terlihat seperti tidak pernah makan enak saja, padahal dulunya ia adalah Pangeran di Kerajaan Zhao.
“Bagaimana menurut Hakim Jian dengan masakan khas dari negeri kami ini? Apakah sesuai dengan selera Anda?” tanya Fang Zening yang hanya memakan sedikit makanan yang dihidangkan itu.
“Enak sekali! Apalagi ini gratis ha-ha-ha ....” Zhao Jian bercanda dan Fang Zening tersenyum masam mendengarnya.
Seorang Prajurit muda berbisik pada Fang Zening dan ekpresi wajah Fang Zening terlihat bahagia.
“Apakah Hakim Jian dan nona Ruo ingin melihat lelang yang sedang berlangsung di Pelalangan? Kabarnya saat ini ada Beast yang sedang di lelang di sana!” seru Fang Zening—penasaran Beast apa yang dilelang itu.
Walaupun ia bukan Beast Master, dirinya sangat suka dengan Binatang Spritual yang telah memiliki kecerdasan seperti manusia tersebut.
“Beast apa yang dilelang itu?” sahut Zhao Jian juga penasaran.
Fang Zening menggelengkan kepala tanda tak tahu. “Kabarnya Sekte Matahari Abadi tertarik dengan Beast itu, maka kemungkinan itu adalah Beast yang hebat dan kuat!”
Zhao Jian semakin tertarik untuk melihatnya dan ia menatap Jiang Ruo apakah istri mudanya itu tertarik dengan Beast tersebut. Namun, ekspresi wajah Jiang Ruo terlihat biasa-biasa saja, dia malah terlihat melamun saja.
“Baiklah mari kita ke sana!” Zhao Jian langsung bangkit dari tempat duduknya dan memegang pundak Jiang Ruo—sehingga Putri Mahkota Kekaisaran Jiang itu terkejut dan tubuh bergetar seperti tersengat listrik saking terkejutnya.
“Hmm, aku bisa berdiri sendiri!” seru Jiang Ruo sembari mendorong tangan Zhao Jian, tetapi wajahnya malah memerah—sehingga Fang Zening bingung dan bertanya-tanya dalam hati apakah Zhao Jian dan Jiang Ruo benar-benar suami istri atau tidak, karena komunikasi mereka terlihat renggang.
Fang Zening membawa mereka keluar dari restoran, sedangkan urusan pembayaran tagihan makanan mereka langsung ditangani oleh salah satu Prajurit Istana.
Kasim Ma menundukkan wajahnya agar tidak terlihat oleh Zhao Jian saat rombongan mereka keluar dari restoran. Namun, tiba-tiba tuan muda dari keluarga cabang Klan Fang menyerang Zhao Jian.
Fang Zening dan para Prajurit Istana langsung panik dan berusaha menghentikan aksi nekat tuan muda dari keluarga cabang Klan Fang tersebut. Namun, mereka kalah langkah, tuan muda itu telah sampai di depan Zhao Jian.
Dinding Es tiba-tiba muncul di depan Zhao Jian, sehingga belati dari tuan muda dari keluarga cabang Klan Fang itu gagal menusuk dada Zhao Jian.
Dia tercengang dan tidak menyangka laki-laki memiliki energi spritual Es, padahal itu umumnya hanya dimiliki oleh Kultivator wanita saja.
Karena penyerang ini memiliki basis Kultivasi yang sama dengannya, Zhao Jian tidak menghunus Pedang Keadilan. Dia membutuhkan Pemuda ini hidup-hidup agar mengetahui apa motifnya menyerang dirinya.
“Membekukan lah!” Zhao Jian mencengkam pergelangan tangan Pemuda itu dan tubuhnya tiba-tiba diselimuti energi spritual Es.
Pemuda itu membelalakkan mata dan berteriak agar Assassins yang bersembunyi segera bergerak sebelum wajahnya ikut ditutupi oleh energi spritual Es tersebut.
Namun, sebuah Jarum melesat ke arah wajah Pemuda itu dan Zhao Jian menggunakan telapak tangannya memblokir Jarum itu.
“Racun!” seru Zhao Jian sembari menoleh ke arah Jendela dan di atap salah satu rumah penduduk tampak Assassins yang menutup wajahnya dengan topeng langsung kabur dari sana.
“Eh, cepat berikan Pil penyembuhan untuk Hakim Jian!” seru Fang Zening panik.
“Itu tak perlu! Aku kebal terhadap racun!” sahut Zhao Jian sembari menghilangkan bongkahan Es pada tangan Pemuda di depannya.
Dia mengambil sedikit darah Pemuda itu dan memasukkannya pada sebuah botol kecil. Dia tidak langsung menggunakan Kitab Keadilan untuk membongkar motif Pemuda itu menyerangnya—karena tidak ingin terjadi kekacauan di ibukota Kerajaan Kura-kura Awan bila motifnya langsung diketahui semua orang dan ternyata dalangnya adalah pejabat tinggi atau Klan besar. Untuk saat ini ia harus berpura-pura kalau Pemuda ini sebenarnya mengincar Fang Zening tetapi dia melihat tindakan Pemuda itu dan langsung menghentikannya.