
Bangunan bagian depan dan halaman Paviliun yang hancur akibat pertarungan tadi malam dibiarkan begitu saja, hanya beberapa Pelayan Pria saja yang membersihkan sedikit puing-puing agar tidak menghalangi jalan masuk ke Paviliun Bunga.
Pangeran Fang Han dan pihak istana merasa percuma saja membangun ulang bangunan yang hancur itu karena beberapa hari lagi Gui Dao Kerajaan Kura-Kura Awan akan dilahap oleh Gui Dao Kekaisaran Jiang.
Seratus Prajurit Kerajaan Kura-Kura Awan telah telah menunggu kedatangan sang Pangeran dan Dua Puluh Beast Bangau Putih telah disiapkan untuk membawa Pangeran Fang Han menuju wilayah selatan.
99 Pasukan Naga juga tiba dari Paviliun Selatan, Kasim Ma memberitahu Jiang Mo bahwa para utusan Kekaisaran Jiang akan menuju wilayah selatan untuk bertemu Raja Kerajaan kura-kura Awan.
Zhao Jian, Jiang Ruo dan Jiang Mo serta Lima Pasukan Naga menaiki Beast Bangau Putih yang ditunggangi Pangeran Fang Han.
Beast Bangau Putih yang ditunggangi Prajurit Kerajaan kura-kura Awan terbang lebih dulu untuk memastikan tidak ada musuh yang menghadang sang Pangeran, di bagian belakang Sembilan Belas Beast Elang Putih Kekaisaran Jiang mengikuti mereka.
Zhao Jian sedikit gugup karena akan bertemu orang terkuat di Kerajaan kura-kura Awan ini. Dia juga takut misi ini akan berakhir gagal, karena biasanya orang kuat atau Penguasa itu memiliki ego yang tinggi, mereka lebih mementingkan harga diri dari pada nyawa para penduduknya karena kejadian seperti itu selalu terulang-ulang dalam catatan sejarah.
Zhao Jian hanya menjadi pendengar selama perjalanan mereka menuju wilayah selatan. Pangeran Fang Han akan menjelaskan tempat atau Kota-kota yang mereka lalui.
Zhao Jian melihat kehidupan para penduduk Kerajaan kura-kura awan cukup sejahtera, tetapi sayang sekali kedamaian ini akan segera berakhir. Tak lama lagi mereka akan dipaksa tinggal di tempat asing dan harus memulai kehidupan baru dari awal lagi.
“Kita akhirnya sampai!” seru Pangeran Fang Han menunjuk ke arah perkemahan Pasukan utama Kerajaan Kura-Kura Awan yang sedang bertarung melawan aliansi aliran hitam pimpinan Xiao Lang.
...***...
“Yang Mulia... Pangeran Han telah sampai!” lapor Prajurit sembari bertekuk lutut di depan tenda berlambang Kura-kura emas.
Raja Fang Zihao keluar dari tendanya, terdengar helaan napas panjang saat ia berjalan menuju tempat Putranya membawa utusan asing.
Ranah Paramita itu memaksakan diri untuk tersenyum ketika Zhao Jian langsung menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat padanya. Di masa depan nanti dirinya yang akan menundukkan wajah dihadapan utusan asing ini, karena bila Kerajaan kura-kura Awannya memutuskan menyerahkan diri pada Kekaisaran Jiang maka statusnya hanya akan menjadi Patriark Klan Fang saja serta memimpin wilayah kecil untuk seluruh penduduk Kerajaan kura-kura Awan.
“Zhao Jian, Hakim Kekaisaran Jiang menyapa Yang Mulia Raja Fang!” sapanya sembari tersenyum hangat.
“Selamat datang Hakim Jian di Kerajaan kura-kura Awan kami... maaf atas sambutan tidak mengenakkan kami karena kalian harus menuju wilayah konflik ini dan kabarnya ada beberapa anak nakal yang berusaha mencelakaimu,” sahut Raja Fang Zihao sembari menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat.
Zhao Jian tersenyum hangat dan berkata, “Yang Mulia Raja Fang tidak perlu mengkhawatirkan kejadian itu karena bila aku diposisi mereka mungkin aku juga akan melakukan hal yang sama.”
Raja Fang Zihao menghela napas panjang dan berharap Zhao Jian tidak akan menyulitkan mereka saat negosiasi damai nanti.
Dia kemudian membawa Zhao Jian ke tempat duduk yang telah disediakan oleh Pelayan Raja dan hanya Zhao Jian bersama Jiang Ruo saja yang duduk di sana dengan Raja Fang Zihao beserta para Patriark Klan-Klan seluruh Kerajaan kura-kura Awan.
Jiang Mo dan Pasukan Naga bersiaga di belakang Zhao Jian. Mereka akan melakukan perlawanan bila tiba-tiba disergap oleh Prajurit Kerajaan kura-kura Awan.
Zhao Jian mengangguk pelan dan bertanya pada Gaoer apakah Raja Fang Zihao juga termasuk yang mengeluarkan Niat Membunuh tersebut.
Gaoer mengatakan Raja Fang Zihao tidak memancarkan Niat membunuh sehingga Zhao Jian bernapas lega.
“Kami sudah tahu tujuan Hakim Jian kemari... dan jujur kami terkejut Kekaisaran Jiang memberikan jalan damai tidak seperti Gui Dao lain atau seperti Kerajaan kami yang melahap Gui Dao yang lebih kecil,” kata Raja Fang Zihao berbicara lebih dulu. “Pemberontakan yang dilakukan oleh aliran hitam ini dilakukan oleh mantan Raja dari Gui Dao kecil yang dilahap oleh Gui Dao Kerajaan kura-kura Awan kami, entah bagaimana dia tiba-tiba dapat mematahkan belenggu kultivasi di sini yang seharusnya hanya mencapai Ranah Saint.”
Zhao Jian akhirnya memahami kenapa Raja Fang Zihao harus turun tangan langsung melawan para pemberontak.
“Ranah apa basis kultivasi pimpinan mereka?” selidik Zhao Jian penasaran.
Bila para pemberontak itu tetap melancarkan Perang maka faksi Jenderal Kekaisaran Jiang akan menggunakan alasan menumpas mereka untuk menghancurkan Kerajaan kura-kura awan, sehingga usahanya untuk menyelamatkan para penduduk akan gagal terwujud.
“Dia berada di Ranah Immortal dan aku telah mengirim pesan padanya untuk bergabung dalam negosiasi ini, tetapi dia belum membalas pesan dari kami!” Raja Fang Zihao menghela napas panjang.
“Hmm, aku tidak menyangka mereka hanya mengirim bocah nakal untuk menekan kita, apakah mereka menganggap remeh kita dan kau langsung tunduk begitu saja?” Tiba-tiba suara perempuan menggema di sana dan di langit sosok cantik yang mengenakan hanfu merah berdiri di atas Pedang.
“Xiao Lang... kamu akhirnya muncul!” seru Raja Fang Zihao menatap sinis sosok cantik itu. “Tidak peduli mereka bocah atau apalah itu! Mereka tetap mendapatkan mandat dari Kaisar untuk menentukan nasib penduduk Kerajaan kura-kura Awan; apakah dilenyapkan atau diterima di tanah air mereka!”
“Eh, ternyata dia adalah Xiao Lang yang menjadi pimpinan aliran hitam itu, kenapa malah jadi wanita cantik? Bukankah dia itu adalah laki-laki?” sela Zhao Jian terkejut. “Ups, maaf-maaf aku tidak bermaksud menghina tuan Xiao!” Zhao Jian buru-buru meminta maaf karena Xiao Lang mengerutkan keningnya.
“Hmm, kau cukup berani juga bocah Ranah Saint!” gerutu Xiao Lang murka karena merasa diejek oleh Zhao Jian.
Xiao Lang melepaskan Aura Ranah Immortal miliknya untuk menekan Zhao Jian, tetapi Raja Fang Zihao langsung menghadang Aura itu dengan Aura Ranah Immortal miliknya.
Walaupun Raja Fang Zihao hanya Ranah Paramita, dia bisa meminjam kekuatan Gui Dao Kerajaan kura-kura awan untuk menaikkan basis Kultivasi-nya ke Ranah Immortal.
“Oh, ternyata kau sudah menjadi anjing penjilat utusan asing, ya? he-he-he... harga dirimu ternyata sangat rendah sekali, terhadap yang lemah kau sangat arogan,” sindir Xiao Lang.
“Untuk apa harga diri kalau para penduduk akan menjadi tumbal yang paling menderita, aku lebih memilih menjadi manusia biasa agar semua penduduk Kerajaan kura-kura awan diperlakukan dengan baik oleh mereka. Aku yakin Hakim Jian tidak akan menipu kita dan dia adalah Hakim yang jujur sebab dia telah membuktikan itu ketika membantu Putraku menghadapi para pengacau di istana tadi malam!” sahut Raja Fang Zihao.
Xiao Lang tertegun sejenak mendengar jawaban dari Raja Fang Zihao. Mata-matanya juga mengirimkan pesan apa yang terjadi di ibukota dalam beberapa hari terakhir.
...***...
Catatan author: ( Terimakasih Bang Bambang atas transferannya, semoga rejekinya makin lancar dan bertambah. Untuk teman-teman yang telah memberikan gift, vote dan sekedar baca juga saya ucapkan terimakasih serta puas dengan cerita halu dari babang tampan ini😁😁😁)