
Raja Zhao Tian menghela nafas dalam-dalam, wajahnya mengkerut karena Gui Dao memberitahunya bahwa susunan Rasi Bintang bergeser sangat jauh—yang mengakibatkan ketidak seimbangan alam sehingga Gui Dao tak dapat mendeteksi keberadaan Gui Dao lain.
Gui Dao juga mengatakan tahun ini akan menjadi tahun malapetaka karena Gui Dao-Gui Dao kemungkinan akan berenang ke titik yang sama. Bila hal itu terjadi, maka akan terjadi Perang besar karena untuk memperluas sebuah Gui Dao—ia perlu melahap Gui Dao lain dan Kristal Beasts-nya juga akan menaikkan basis Kultivasi seorang Kultivator satu tingkat.
Raja Zhao Tian sangat cemas menghadapi malapetaka yang akan terjadi tersebut, karena Gui Dao Kerajaan Zhao tidak pernah melahap Gui Dao lain—makanya hanya Ranah Spirit saja ahli beladiri terkuat di Kerajaan Zhao. Selama ini Gui Dao Kerajaan Zhao selalu menjauh dari Gui Dao yang mendekat ke arahnya.
“Apakah Kerajaan Zhao akan berakhir di tanganku?” gumamnya.
Yang bisa berkomunikasi dengan Gui Dao hanyalah Raja Zhao Tian—selaku ahli waris Pulau yang ditopang oleh Beasts Kura-Kura tersebut.
Dia tak mau berleha-leha karena tak menutup kemungkinan besok atau lusa, bisa saja ada Gui Dao lain yang mendekati mereka. Dan saat itu terjadi Prajuritnya harus sudah siap bertarung mati-matian mempertahankan keberadaan Gui Dao Kerajaan Zhao.
Raja Zhao Tian kemudian memanggil Empat Jendral Kerajaan Zhao yang memimpin di empat wilayah, yang terdiri dari wilayah ekor Gui Dao di Pimpin oleh Putra Pertamanya, wilayah kanan Gui Dao dipimpin oleh Putra Keduanya, Wilayah Kiri Gui Dao dipimpin oleh Putra Ketiganya dan wilayah ibu kota—yang dipimpin langsung Putra Keempatnya untuk mendiskusikan persiapan menghadapi malapetaka yang akan terjadi.
...***...
Masa tahanan sebulan Zhao Jian di penjara bawah tanah telah berakhir, ia dijemput langsung oleh Zhao Chen—yang merupakan Petugas Pengadilan senior.
“Selamat bertugas kembali Hakim Jian... eh? Anda telah mencapai Ranah Spirit!”
Zhao Chen terkejut melihat peningkatan basis kultivasi Zhao Jian yang melonjak drastis hanya selama sebulan saja.
Zhao Jian tersenyum lebar dan berkata, “Saatnya kita memburu hama hingga ke akar-akarnya!” Karena Raja Zhao Tian mengatakan ia baru boleh mengadili penjahat dari Klan besar ketika Basis kultivasi-nya mencapai Ranah Spirit.
Dia sendiri tak menyangka Kristal Beasts Piton Hitam dan dagingnya akan menaikkan basis Kultivasi-nya dengan cepat, begitu juga dengan basis Kultivasi Ketiga Beasts-nya.
Zhao Chen hanya tersenyum masam, ia tak bisa membayangkan kehidupan yang akan ia jalani kedepannya—karena bisa saja nyawanya akan melayang diincar Assassins yang dikirim oleh orang-orang Kaya dan Klan besar yang terusik oleh ulah Zhao Jian.
“Hmm, aku tak menyangka Pengadilan akan mengirim Kereta Kuda mewah untuk menjemput Hakim muda berbakat sepertiku ha-ha-ha ....” Zhao Jian tertawa dan langsung masuk ke dalam gerbong kereta kuda, sedangkan yang menjadi Kusir-nya adalah Zhao Chen.
(Satu Batang dupa kira-kira selama 20-30 menit)
“Sudah bertahun-tahun... akhirnya aku kembali ke Kota Tianwu!” Zhao Jian merenggangkan kedua tangannya sembari menghirup nafas dalam-dalam.
Zhao Chen mengerutkan keningnya, apakah pikiran atasannya ini telah kacau akibat tersiksa selama berada di Penjara bawah tanah? Namun, dari perilakunya saat ini sepertinya ia baik-baik saja.
Zhao Jian tahu apa yang dipikirkan oleh Zhao Chen saat ini. “Ini hanya penyemangat diri saja, Paman Chen. Ha-ha-ha... jangan terlalu dipikirkan, mari kita lihat bajingann mana yang akan mati kali ini!”
Zhao Jian telah memutuskan akan membunuh tersangka yang melakukan kejahatan pembunuhan, pemerkosaann dan merampas harta keluarga miskin—walaupun keputusan yang diputuskan Kitab Keadilan tidak memvonis mati mereka. Namun, ia bisa menggunakan energi spritual yang besar saat mencambuk mereka, sehingga Keadilan Mutlak yang ia impikan terwujud.
“Selamat datang kembali Hakim Jian!”
Sembilan Belas Petugas Pengadilan menyambut kedatangan Zhao Jian di ruangan kerjanya.
Zhao Jian tersenyum dan berkata, “Bawakan semua tersangka yang kalian tangkap. Aku akan memvonis mereka semua hari ini dan Bibi Que mintalah berkas perkara untuk kita selidiki, utamakan kasus besar!” Sudut bibir Zhao Jian memancarkan seringai tipis, sehingga Zhao Que hanya bisa tersenyum masam dan menuruti perintahnya.
Hari pertama kerja Zhao Jian telah membuat Pengadilan Kerajaan Zhao gempar—karena Sepuluh tersangka langsung tewas ketika menjalani hukuman cambuk dan Tiga Puluh tawanan lainnya tidak sadarkan diri. Namun, ada Lima tahanan yang dibebaskan karena mereka hanya di kambing hitamkan walaupun bukti-bukti yang telah direkayasa dengan baik mengarah pada mereka, tapi Kitab Keadilan menunjukkan kalau mereka tidak bersalah—sehingga tidak ada yang berani menginterupsi keputusan yang dibuat oleh Zhao Jian.
Hakim Agung khawatir Zhao Jian akan merusak kedamaian di Kota Tianwu, sehingga ia memutuskan mencari sendiri kasus besar apa yang cocok diselidiki Zhao Jian. Namun, kasus tersebut tidak akan menyinggung Klan besar atau orang-orang penting di Kota Tianwu.
Kemudian ia menemukan laporan kasus yang telah lama masuk dari wilayah ekor Gui Dao, tapi tidak ada Petugas Pengadilan Kerajaan Zhao yang menyelidikinya—karena kasus tersebut melibatkan Pemimpin Kota, Komandan militer serta Petugas Pengadilan cabang di sana.
“Katakan pada Hakim Jian untuk berhati-hati dalam menyelidiki kasus ini, karena Kota Canglang ini sering dimasuki oleh anggota Sekte Underworld dan Aku curiga Pemimpin Kota di sana adalah kaki tangan mereka!” seru Hakim Agung menyerahkan berkas perkara yang akan diselidiki oleh Zhao Jian.
Zhao Que menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat dan berkata, “Baik Hakim Agung. Zhao Que undur diri!” Namun, ekspresi wajahnya menjadi masam—karena kasus yang akan mereka selidiki sangat berbahaya.