
Petugas Pengadilan bawahan Hakim Zhao Qihan menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat di hadapannya dan berkata, “Tuan... Sekte Underworld telah musnah!”
Zhao Qihan terkejut mendengarnya, bagaimana mungkin Sekte terkuat di wilayah ekor Gui Dao itu bisa hancur, bahkan Kerajaan Zhao saja tidak sanggup menjinakkan mereka.
“Apa Jenderal Zhao Yi telah menemukan markas rahasia mereka dan melakukan serangan besar ke sana?” Zhao Qihan berspekulasi.
“Bukan mereka yang melakukannya, aku curiga Patriark Sekte Underworld yang melakukannya karena semua tubuh anggota Sekte Underworld mengering. Mungkin ia menggunakan tehnik beladiri Devourer's Hand,” sahut Petugas Pengadilan tersebut.
Zhao Qihan mengerutkan keningnya, karena tidak mengerti kenapa Patriark Sekte Underworld melakukan hal tersebut pada anggota Sekte-nya. Belum lagi ia sudah lama berada di Ranah Spirit dan tidak akan bisa lagi mencapai basis kultivasi lebih tinggi kecuali ia mendapatkan Kristal Beasts Gui Dao atau Pil Immortal yang terbuat dari bahan-bahan sumberdaya langka serta Beasts yang berusia ratusan tahun. Namun, Pil Immortal tersebut hanya ada di Gui Dao besar atau Kekaisaran, mustahil ada di Kerajaan kecil seperti Kerajaan Zhao—kecuali tehnik beladiri Devourer's Hand bisa menaikkan basis kultivasi penggunanya ke tahap lebih tinggi dengan melahap banyak esensi kehidupan.
Zhao Qihan curiga hal tersebut lah yang terjadi pada Sekte Underworld, sehingga kepalanya menjadi pusing—siapa lagi yang harus ia kirim untuk membunuh Zhao Jian.
Huang Taiji telah mati dan Zhao Jian mungkin akan menyelidiki sebab kematiannya, karena dari sikap yang ditunjukkan oleh Zhao Jian—sepertinya ia tidak suka dengan dirinya atau kemungkinan besar Zhao Jian telah mengaitkan korupsi di pemerintahan Huang Taiji tersebut melibatkan Pengadilan cabang Kota Canglang.
Zhao Qihan menghela nafas dalam-dalam dan berkata, “Katakan pada Zhao Meng untuk mengirim Prajurit mengatasi Zhao Jian. Jangan lupa katakan juga tentang kehancuran Sekte Underworld padanya—agar ia tidak menolak permintaanku!”
“Baik tuan Qihan!” sahut Petugas Pengadilan tersebut—langsung meninggalkan ruangan kerja Hakim Zhao Qihan.
...***...
Zhao Meng terkejut dengan permintaan Hakim Zhao Qihan yang meminta Prajuritnya membunuh Hakim Zhao Jian. Dia tertegun sejenak, kepalanya menjadi pusing memikirkannya—karena ia takut Jenderal Zhao Yi akan turun tangan secara langsung bila Hakim dari ibukota tiba-tiba mati di wilayahnya.
“Apa yang harus kita lakukan, Komandan Meng?” tanya Prajuritnya yang juga ikut menikmati harta pemberian Huang Taiji.
“Berapa orang ahli beladiri Ranah Spirit yang datang bersama Hakim Jian?” Zhao Meng bertanya pada Petugas Pengadilan suruhan Hakim Zhao Qihan.
“Ada tiga Petugas Pengadilan senior dan basis kultivasi Zhao Jian sendiri juga Ranah Spirit,” sahut Petugas Pengadilan tersebut.
Zhao Meng terkejut basis kultivasi Zhao Jian telah mencapai Ranah Spirit—padahal usianya baru 20 tahun, pantas saja Klan Zhao mengutusnya menjadi Hakim termuda.
Zhao Meng tidak mengetahui kalau Zhao Jian menjadi Hakim karena memiliki Kitab Keadilan dan langsung dibawah perintah Raja Zhao Tian.
“Kalau begitu, Paman Liu Mubai bawalah Dua Puluh Prajurit Ranah Spirit menghabisi Hakim Zhao Jian, tapi nanti buat tempat kejadian perkara seolah-olah kematiannya disebabkan anggota Sekte Underworld!” seru Zhao Meng.
Liu Mubai menangkupkan tinju dan berkata, “Baik Komandan Meng. Aku pastikan, misi ini telah selesai sebelum ayam berkokok!”
...***...
Zhao Jian tidak tidur setelah berbaring di kamar yang disediakan oleh Pengadilan cabang Kota Canglang. Dia sedang memikirkan cara meningkatkan basis kultivasi Ketiga Beasts-nya yang mandek di Ranah Spirit.
Beasts Ulat Ungu bahkan telah memakan banyak sumberdaya mahal yang menguras kantongnya, tetapi tidak terjadi peningkatan pada basis Kultivasi-nya. “Apa mereka harus memakan daging Beasts lagi? Namun, Beasts sangat sulit ditemukan karena butuh ratusan tahun bagi binatang buas untuk menjadi Binatang Spritual!” Zhao Jian kebingungan.
Dia tidak menyadari kalau beberapa Petugas Pengadilan cabang Kota Canglang yang sedang berjaga di luar gedung telah dilumpuhkan oleh Liu Mubai yang membawa Prajurit berpakaian serba hitam dan mengenakan penutup wajah berwarna hitam juga.
“Senior Mubai... kami telah melumpuhkan Dua Puluh Petugas Pengadilan!” bisik bawahannya.
“Bagus, mari kita langsung menuju kamar Hakim Jian!” sahutnya—karena ia telah mendapatkan informasi di mana kamar yang dihuni oleh Zhao Jian dari Petugas Pengadilan yang dikirim oleh Hakim Zhao Qihan.
Sepuluh tarikan nafas kemudian, mereka telah berkumpul di atap—kamar Zhao Jian berada.
Liu Mubai memberikan kode tangan agar Lima Prajurit menuju jendela kamar dan sisanya akan menerobos dari atap.
Beasts Ulat Ungu yang sedang rebahan di kaki Zhao Jian langsung menengadah ke atas dan ekspresi wajahnya mengkerut. Kemudian ia melepaskan Benang Sutera—membuat jaring Laba-laba.
“Apa yang kamu lakukan, Violet?” Zhao Jian keheranan.
Dia tidak menyadari kedatangan rombongan Liu Mubai, karena mereka telah menekan Niat Membunuh mereka—ini adalah keahlian khusus yang dimiliki oleh kelompok Assassins makanya pihak Pengadilan kesulitan menangkap mereka walaupun korbannya dari Klan besar atau pun petinggi Kerajaan Zhao.
“Ada banyak Ranah Spirit yang berada di atap dan di luar jendela, sepertinya mereka ingin mencelakai tuan Jian. Namun, jangan khawatir... Violet akan melindungimu dengan segenap jiwa ragaku!” Wajahnya memerah dan ekornya yang gemuk bergerak ke kiri dan ke kanan.
Zhao Jian mengerutkan keningnya, kenapa Beasts Ulat Ungunya ini bertingkah aneh—seperti gadis yang sedang jatuh cinta saja. “Kamu istirahat saja, lihatlah kehebatan Hakim Penegak Keadilan Mutlak ini!”
Zhao Jian menghunus Pedang Zhengyi, karena dengan basis kultivasi-nya yang telah mencapai Ranah Spirit—ia cukup percaya diri dengan kekuatan aslinya mampu mengalahkan mereka tanpa perlu menggunakan energi spritual Beasts-nya.
Zhao Jian menebas jendela yang langsung hancur berkeping-keping, tapi tiba-tiba ia langsung terpental menabrak dinding kamar dan memuntahkan seteguk darah—sehingga Violet mengerutkan keningnya.
“Inikah kekuatan asli Hakim Penegak Keadilan itu?” ejeknya dengan seringai tipis terpancar dari sudut bibirnya.