Beasts Master

Beasts Master
Kejadian Janggal



Zhao Jian berjalan-jalan ke taman bunga dekat Istana Kerajaan Kura-Kura Awan ditemani oleh Dua Kasim dan Tiga Prajurit muda, sementara Jiang Ruo memilih berkultivasi di dalam kamar.


Zhao Jian bingung kenapa suasana di istana tetap lengang dan Pangeran Fang Han maupun tuan Putri Fang Zening tidak kunjung mengundangnya untuk berdiskusi tentang sikap yang diambil oleh Kerajaan Kura-Kura Awan tentang pengambil alihan Gui Dao mereka oleh Kekaisaran Jiang.


“Apakah Kerajaan Kura-Kura Awan sedang menghadapi gejolak politik? Kira-kira Raja bersedia menyerahkan diri atau akan melakukan perlawanan tidak, ya?” tanya Zhao Jian pada Kasim Ma yang menemaninya.


Kasim Ma menangkupkan tinju dan berkata, “Maaf Hakim Jian... bukan kapasitasku menjawab pertanyaan Anda, lebih baik mendiskusikan tentang itu dengan Pangeran Han atau Yang Mulia Raja nantinya!”


Zhao Jian tersenyum dan sudah menebak akan mendapatkan jawaban seperti itu. Dia menenggak teh yang dihidangkan oleh Pelayan istana dan tiba-tiba puluhan Pelayan wanita berlari ke arah telaga diujung taman bunga.


“Kenapa mereka terlihat panik, apa yang terjadi Kasim Ma?” selidik Zhao Jian penasaran.


Kasim Ma menggelengkan kepala. “Aku juga tidak tahu apa yang terjadi dan ini pertama kalinya para Pelayan istana berlarian panik begitu!” sahutnya.


“Kalau begitu mari kita ke sana, mungkin saja mereka sedang menghadapi bahaya! Sebagai ahli beladiri sudah tanggungjawab kita untuk menegakkan keadilan!” seru Zhao Jian langsung melesat ke arah Telaga—sehingga para Prajurit bergegas mengejarnya, mereka tampak panik karena Fang Zening memerintahkan pada mereka untuk selalu mengawasi gerak-gerik Hakim muda dari Kekaisaran Jiang tersebut.


Zhao Jian terkejut melihat seorang laki-laki terlihat pucat dan di sebelahnya ada mayat wanita yang diikat dengan batu yang cukup besar sehingga wanita itu tenggelam di telaga.


Petugas Pengadilan Kerajaan Kura-Kura Awan mengintrogasi Pria yang merupakan Prajurit yang sedang berlibur itu. Namun, saat ia menyelam ke dalam telaga untuk menangkap ikan tiba-tiba ia menemukan mayat wanita itu.


Zhao Jian terkejut mendengarnya, kalau kematian wanita itu dituduhkan pada Pasukan Naga maka rencananya untuk membujuk Kerajaan Kura-Kura Awan menyerah tanpa mengangkat senjata akan terkendala.


Dia menduga mungkin ini adalah ulah Pasukan Naga dari Klan Hua atau mata-mata militer. Namun, tidak menutup kemungkinan ada pihak-pihak internal Kerajaan Kura-Kura Awan yang sengaja melakukannya karena tidak ingin Raja Fang Zihao menyerah begitu saja tanpa melakukan perlawanan terlebih dahulu.


“Apakah pelaku pembunuh wanita ini sudah terungkap, Paman?” tanya Zhao Jian sembari menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat.


Namun, Petugas Pengadilan Kerajaan Kura-Kura Awan mengerutkan keningnya menatap Zhao Jian. “Kau siapa? Menjauh dari sini!” Dia langsung melambaikan tangan mengusir Zhao Jian.


“D-dia adalah Hakim Jian utusan dari Gui Dao lain!” sahut Kasim Ma langsung gugup takut Zhao Jian akan marah dan membunuh Petugas Pengadilan itu.


“Ternyata kau bangsa asing yang ingin melahap Gui Dao kami!” cibir Petugas Pengadilan itu. “Wanita malang ini telah diperkosa berkali-kali secara paksa, karena ada lebam di wajah, pergelangan tangan dan bahunya juga terluka. Menurut saksi mata—”


“Baiklah, kita akan melakukan penyelidikan bersama karena wanita ini terakhir kali mengantarkan minuman ke kamar Pasukan Nagaku!” sela Zhao Jian sembari memperhatikan mayat wanita itu dengan seksama. “Tapi menurutku ini tidak dilakukan oleh Pasukan Naga, karena mana berani mereka memperkosa Pelayan Istana di dalam istana itu sendiri. Mereka sungguh bernyali tinggi kalau memang mereka pelakunya. Namun, jangan khawatir! Kita akan memeriksa mereka lebih dulu!” kata Zhao Jian sembari berdiri dan menghela napas panjang.


“Hakim Jian sepertinya sangat percaya diri bukan bawahanmu yang melakukannya walaupun petunjuk mengatakan mereka adalah pelaku paling memungkinkan?” sahut Petugas Pengadilan itu sembari mengikuti Zhao Jian. “Bawa mayat wanita itu ke gedung Pengadilan untuk diotopsi lebih lanjut” katanya pada Petugas Pengadilan yang lebih muda.


Zhao Jian hanya tersenyum saja dan tidak berspekulasi siapa pelakunya, karena yang ia inginkan saat ini adalah memastikan Pasukan Naga tidak terlibat dalam kasus tersebut.