
Zhao Jian menyuruh Gaoer atau Beast Anjing berbulu hitam berjaga di depan pintu kamar, sedangkan dirinya akan berusaha lebih keras lagi untuk menaklukkan hati Putri Mahkota Kekaisaran Jiang agar mau melakukan malam pertama yang tertunda cukup lama tersebut.
“Kenapa aku harus mengenakan pakaian memalukan ini?” gerutu Jiang Ruo karena didesak terus-menerus oleh Zhao Jian agar memakai pakaian kelinci berwarna pink.
Sudut bibir Zhao Jian memancarkan seringai tipis dan berkata, “Kamu terlihat menggemaskan mengenakan pakaian itu, Ruxu‘er saja sangat antusias saat kusuruh mengenakan pakaian seperti itu ha-ha-ha!”
Jiang Ruo mendengus dingin sembari melipat tangannya menopang dadanya yang langsung bergetar hebat sehingga Zhao Jian langsung melompat menerkam gadis tercantik di Kekaisaran Jiang tersebut karena belut tampannya sudah menegang.
Jiang Ruo terkejut dengan serangan agresif suaminya itu, dia sebenarnya ingin menolak melakukan hubungan intim karena hatinya belum sepenuhnya menerima kenyataan kalau dirinya menjadi istri Zhao Jian, separuh hatinya masih memikirkan Lu Xiaoran. Namun, entah kenapa malam ini ia tidak berani menolak permintaan Zhao Jian sehingga ia terpaksa pasrah saja.
Gaoer menutup telinganya karena mendengar suara erangan dan suara napas terengah-engah dari dalam kamar. “Sial! Kenapa nasibku malah menjadi anjing penjaga padahal aku adalah binatang spritual yang seharusnya dipelihara dengan baik dan disuguhi berbagai sumberdaya agar basis Kultivasi-ku meningkat!” keluhnya.
Penjaga istana Kerajaan Kura-kura Awan tiba-tiba tersungkur ke tanah setelah diserang dengan tiba-tiba oleh orang asing yang mengenakan penutup wajah.
Kejadian itu berlangsung sangat cepat sehingga tak ada yang menyadarinya. Orang-orang yang mengenakan penutup wajah itu kemudian melesat kebagian dalam istana dan melumpuhkan Prajurit lainnya.
“Gadis itu berada di Paviliun Bunga,” kata Pemuda Ranah Saint yang memandu rombongan para tuan muda dan murid-murid Sekte Matahari Abadi yang dipimpin Penatua Beast Master tersebut. “Dan... kita juga harus hati-hati, karena Pangeran Fang Han dan Putri Fang Jening juga tinggal di sana!”
“Tenang saja Fang Yuan, aku akan menyibukkan keduanya dan kalian culik lah gadis itu serta lenyapkan Hakim Jian. Jangan lupa jangan bunuh Beast Anjing berbulu hitamku!” sahut Penatua Beast Master melesat lebih dulu ke arah Paviliun Bunga.
Sudut bibir Fang Yuan memancarkan seringai tipis. Dialah dalang dibalik menyebarnya rumor kedatangan Gui Dao Asing ke Kerajaan Kura-kura Awan dan dia juga yang telah membunuh Chi Mei, gadis Pelayan yang tubuhnya ditemukan oleh Prajurit tenggelam di Telaga.
Namun, Fang Yuan langsung membunuh Chi Mei karena ia sudah menebak tujuan Pasukan Naga itu. Dia sebenarnya ingin mengkambinghitamkan kematian Chi Mei dilakukan oleh Pasukan Naga dan dia juga telah menghubungi Petugas Pengadilan untuk merekayasa kasus itu, akan tetapi siapa sangka ternyata Zhao Jian memiliki artefak tingkat tinggi yang bisa mengungkapkan kebenaran.
Fang Yuan yang sangat membenci orang asing dan sangat mencintai tanah airnya serta tidak ingin dikendalikan oleh orang asing tersebut segera menghubungi Penatua Beast Master dari Sekte Matahari Abadi dan menceritakan tentang kedatangan utusan Gui Dao Asing.
Penatua Beast Master ternyata memiliki pemikiran yang sama dengannya dan segera mengumpulkan para tuan muda Klan besar untuk merencanakan penggagalan negosiasi antara Kerajaan Kura-kura Awan dengan utusan Gui Dao Asing itu.
Hujan panah tiba-tiba melesat ke arah Penatua Beast Master saat hampir mencapai Paviliun Bunga.
“Ternyata Sepupu Fang Han sudah mengantisipasi akan ada penyerangan terhadap utusan Gui Dao Asing itu makanya ia memperkuat penjagaan di Paviliun Bunga!” gerutu Fang Yuan sembari menghunus Pedangnya dan menebas anak-anak panah yang melesat ke arahnya.
“Mungkinkah Fang Huang telah membocorkan rencana kita?” sahut Su Yuan—tuan muda Klan Su yang juga memiliki basis Kultivasi Ranah Saint.
“Itu tidak mungkin, aku takut Kasim Ma telah menyadari gerak-gerik kita. Pria tua itu sebenarnya adalah Pendekar yang sangat hebat, di masa lalu dia selalu bahu membahu bersama Yang Mulia Raja melawan musuh-musuh Kerajaan Kura-kura Awan kita. Namun, sayang sekali basis Kultivasi-nya tidak berkembang lagi saat mencapai Ranah Saint!” kata Fang Yuan mengerutkan keningnya karena lebih baik melawan Pangeran Fang Han daripada berurusan dengan Kasim Ma.
“Kalau dia yang akan kita lawan maka semua Ranah Saint akan bergabung denganku untuk membukakan jalan bagi Ranah Tianzun menerobos ke Paviliun Bunga!” sahut Penatua Beast Master. “Su Mo! Kau yang akan menjadi Pemimpin penyerbuan dan jangan sampai gagal!” Dia menatap Su Mo dengan tatapan tajam.
Su Mo menangkupkan tinju dan berkata, “Tenang saja Penatua... tidak mungkin Hakim Jian mengalahkan kami semua walaupun dia adalah Beast Master!”
Su Mo sangat percaya diri, karena ada Dua Puluh Ranah Tianzun bersamanya belum lagi ada Dua Assassins diantara mereka yang terkenal sangat ahli dalam membunuh musuhnya.