Beasts Master

Beasts Master
Ternyata Hakim Jian Adalah Beasts Master



Zhao Chen tersenyum cerah dan berkata, “Ternyata Hakim Jian sebenarnya adalah Beasts Master dan Beasts ini juga telah mencapai Ranah Spirit, kalau begini Anda akan menjadi ahli beladiri terkuat di Kerajaan Zhao ini”


“Betul, bahkan Hakim Jian dan Beasts-nya mampu mengalahkan musuh yang banyak sekaligus, padahal kami sangat kesulitan melawan musuh kami tadi ha-ha-ha ....” Zhao Bai berkata jujur, karena mereka memang kesulitan melawan musuh tadi, bahkan lengannya terluka terkena sabetan Pedang musuh—untung saja ia berhasil menebas dada musuh disaat bersamaan, makanya ia menang melawan musuh tersebut.


Zhao Jian membusungkan dadanya. “Paman Bai terlalu memujiku, sebenarnya aku hanya beruntung saja ha-ha-ha ....” Dia tertawa terkekeh-kekeh.


Zhao Bai, Zhao Chen dan Zhao Que berkata dalam hati kalau Zhao Jian sebenarnya sangat senang dipuji oleh mereka.


“Tunggu dulu, kenapa Paman Zhao Yunfei dan Zhao Kai belum sampai? Apakah mereka mengalami kesulitan, tetapi basis kultivasi mereka Ranah Spirit—kecuali mereka dihadang gerombolan Sekte Underworld!” Tiba-tiba Zhao Jian teringat dengan keduanya yang ia utus menyelidiki siapa yang membunuh penduduk desa yang tubuh mereka mengering—hanya tinggal kulitnya saja yang menempel pada tulang-tulang tubuh mereka.


“Mungkin mereka menemukan petunjuk, sehingga mereka memutuskan melakukan penyelidikan lebih jauh. Petugas Pengadilan sudah terbiasa seperti itu!” sahut Zhao Chen—sehingga Zhao Jian bernafas lega, karena ia takut mereka menjadi korban serangan anggota Sekte Underworld.


“Apakah Paman Chen sudah mendapatkan petunjuk mengenai penyimpangan yang dilakukan Hakim Qihan?” tanya Zhao Jian penasaran.


Zhao Chen menggeleng pelan. “Para Penduduk Kota Canglan langsung menutup mulut bila disinggung pertanyaan tentang Pengadilan, Klan Huang dan Militer. Kalau seperti ini, Aku curiga mereka telah membungkam para Penduduk.”


Zhao Jian setuju dengan pendapat Zhao Chen. “Kalau begitu, kita akan mendapatkan petunjuk saat menyelidiki Huang Taiji lebih dulu. Namun, kita harus mencari penginapan lebih dulu, karena gedung Pengadilan telah hancur ha-ha-ha... Hakim Qihan pasti senang, karena ia bisa mengajukan anggaran renovasi gedung baru! Cuan lagi!”


Para Petugas Pengadilan tertawa, mereka seperti tidak mengalami hari yang buruk saja—padahal baru saja di serang Assassins yang ingin membunuh mereka.


...***...


Zhao Yunfei dan Zhao Kai telah menemukan Lima Desa yang mengalami nasib tragis, di mana tubuh mereka mengering. Kemudian mereka menyadari kalau arah pihak yang melakukan tindakan mengerikan itu adalah Klan Yan—yang berbatasan dengan wilayah kekuasaan Klan Huang.


Untuk mencegah tindakan yang diduga dilakukan oleh Sekte Underworld makin tak terbendung dan menghisap banyak desa lagi, Zhao Yunfei dan Zhao Kai memutuskan menggunakan jalan pintas menuju wilayah Klan Yan.


Pemuda tampan tampak dengan seringai jahat mencengkram tubuh para Penduduk dan menghisap esensi kehidupan mereka.


“Tolong jangan bunuh Putriku tuan, Aku berjanji akan menyerahkan tubuhku sendiri!” Seorang Ibu memohon pada Pemuda tersebut, ia menggendong gadis kecil berusia Lima tahun yang menangis tersedu-sedu takut dengan tindakan yang dilakukan Pemuda tersebut pada ayahnya yang tiba-tiba mengering.


“Hah? Kalau aku membiarkannya hidup, maka dia juga akan mati secara perlahan-lahan atau di makan binatang buas. Lebih baik aku menyerap esensi kehidupan kalian bersama-sama, mana tahu kalian akan dipertemukan lagi di Dunia Bawah oleh Dewa Yama ha-ha-ha ....” Pemuda tersebut tertawa terkekeh-kekeh.


“Tuan muda tolong ampuni nyawa Putriku, besok pasti ada Prajurit yang berpatroli kemari dan mereka akan menyerahkan Putriku ke Klan Yan atau Klan Huang!” Wanita itu masih berusaha memohon ampunan dari Pemuda kejam tersebut.


Namun, Pemuda itu mencengkram kening Wanita itu dan tubuh wanita itu mengering—sehingga Putrinya pun terjatuh ke tanah karena tak memiliki tenaga lagi menggendongnya.


Zhao Yunfei sangat geram dan menghunus Pedangnya, tetapi Zhao Kai mencegahnya. “Saudara Yunfei... jangan bertindak gegabah, lihatlah basis Kultivasi-nya telah mencapai Ranah Jie Zhu!”


“Saudara Kai, pergilah ke Kota Canglan dan beritahu Hakim Jian kalau ada musuh yang mengerikan di sini dan dia juga harus memperingati Klan Yan kalau tujuan Pemuda ini pasti ke sana!” sahut Zhao Yunfei tak tahan lagi melihat tindakan Pemuda tersebut.


Zhao Yunfei menggunakan teknik beladiri meringankan tubuh dan melemparkan Tombaknya ke arah Pemuda tersebut yang akan meraih gadis kecil yang menangis tersedu-sedu di tanah.


Pengalamannya sebagai ahli beladiri yang pernah mencapai Ranah Kultivasi tertinggi di kehidupan sebelumnya—tentu ia langsung merasakan kedatangan Tombak milik Zhao Yunfei.


“Menarik... akhirnya aku mendapatkan nutrisi dari Ranah Spirit ha-ha-ha ....” Pemuda itu tidak menghindar dari Tombak Zhao Yunfei, ia justru menangkap Tombak tersebut dengan cakar tangan Iblisnya.


Zhao Yunfei terkejut, sedangkan Zhao Kai menggertakkan giginya—bingung membuat keputusan apakah akan membantu Zhao Yunfei atau kabur ke Kota Canglan.