
Tekanan dari Aura basis Kultivasi Pria tua itu membuat lompatan Ayam Jago menjadi pendek sehingga ia selalu terkejar oleh murid-murid Pria tua itu.
Bulu-bulunya berjatuhan akibat di serang terus-menerus, dia sangat kesal tetapi bila melakukan perlawanan balik maka Pria tua itu pasti akan menekannya.
"Di mana kau, tuan Jian? Tulung akuuuuuu!” Ayam Jago menangis tersedu-sedu.
“Formasi Jerat Hexagram!” Murid-murid Pria tua itu mengelilingi Ayam Jago dan rantai yang mengandung energi spritual mengikatnya.
Ayam Jago tidak bisa bergerak lagi, Pria tua itu tersenyum bahagia karena murid-muridnya berhasil menangkap Beast Ayam Surgawi.
“Bagus-bagus... kalian akan mendapatkan 5000 Poin Prestasi sebagai imbalan berhasil menaklukan Beast ini!” seru Pria tua itu mendekati Ayam jago, tetapi senyuman yang terpancar dari sudut bibirnya tiba-tiba menghilang dan ia menjentikkan jari tangannya. Niat Pedang Angin kemudian melesat ke arah atas Gunung tinggi tersebut.
Murid-muridnya terkejut Penatua mereka menyerang secara tiba-tiba, padahal mereka tidak merasakan aura musuh atau Beast lain.
Tiga tarikan napas kemudian, Dua ratus langkah dari mereka tiba-tiba Pepohonan terpotong-potong menjadi potongan-potongan kecil karena Dua energi spritual Angin berbenturan di sana.
Pria tua itu mengerutkan keningnya. “Siapa kau? Kenapa kau mencoba mengusik kami?” selidiknya ingin mengetahui kenapa Kultivator itu menyerangnya.
Tak lama berselang Zhao Jian muncul bersama Gaoer yang langsung menggertakkan gigi serta menatap tajam murid-murid Sekte itu.
Melihat yang muncul adalah Zhao Jian, Ayam Jago menangis semakin keras. “Tuan Jiannnnnnnnnnn! Akhirnya kau datang menyelamatkanku,” teriaknya.
Zhao Jian tidak menyangka kondisi Ayam Jago sangat mengenaskan sekali, tetapi ia tidak bisa langsung melepaskan formasi yang mengekangnya karena Pria tua yang berdiri di sebelah Ayam Jago itu memiliki basis kultivasi Ranah Immortal, satu tingkat di atas Ranah Paramita miliknya.
Zhao Jian menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat serta menundukkan sedikit wajahnya. “Gu Jian menyapa senior,” sapanya sembari menggunakan identitas palsu.
Karena ia tidak mengetahui informasi tentang Klan-Klan besar di Dinasti Gu Agung, ia terpaksa menggunakan nama Dinasti Gu dan berharap Pria tua ini ketakutan.
Pria tua itu terdiam sejenak setelah Zhao Jian memperkenalkan diri. “Kenapa anggota keluarga Dinasti Gu ada di sini dan tidak ada yang mengawalnya, mungkin kah dia berbohong agar aku mengampuninya?” pikirnya berspekulasi, “tapi pakaiannya terlihat mewah dan ini pertama kali aku melihat ada Beast yang dapat berbicara padahal hanya setara Ranah Saint saja. Kalau dia benar anggota keluarga Dinasti Gu dan aku menyerangnya maka Sekte dan keluargaku akan dibinasakan,” pikirnya lagi menjadi bimbang apakah menyerang Pemuda ini atau merelakan Beast Ayam Surgawi.
Dia memandang murid-muridnya dan berpikir mereka pasti akan terseret bila pertarungan terjadi antara dirinya melawan Pemuda ini, karena bila Pemuda ini berasal dari keluarga Dinasti Gu maka otomatis ia juga murid Sekte Naga Surgawi yang memiliki seni beladiri tingkat tinggi yang kemungkinan dia tidak akan langsung mati dalam satu kali serang.
“Maafkan murid-muridku telah melukai peliharaan tuan muda Jian... sebuah kehormatan bagi Pria tua ini bertemu dengan tuan muda dari keluarga Dinasti Gu Agung,” sapanya. Dia kemudian menatap murid-muridnya, “Cepat lepaskan formasi jerat hexagram itu!”
Murid-muridnya terkejut mendengarnya, mereka tidak menyangka Penatua mereka akan percaya begitu saja oleh ucapan Beast Master tampan ini padahal mungkin saja ia sedang berkilah, setidaknya Penatua mereka harus meminta Beast Master ini menunjukkan Plakat atau Token keluarganya.
Setelah rantai yang mengekang Ayam Jago menghilang, dia segera melompat ke belakang Zhao Jian dan menatap tajam murid-murid Sekte yang melukainya itu.
Zhao Jian tersenyum dan berkata, “Sebaiknya kami pergi agar tidak menggangu pelatihan yang dilakukan oleh murid-murid senior karena Beastku yang lain sedang melakukan Penerobosan Kultivasi di Puncak Gunung ini!”
Zhao Jian sengaja mengatakannya karena basis Kultivasi Pria tua ini telah mencapai Ranah Immortal maka ia khawatir Pria tua ini juga telah merasakan keberadaan Ketiga Beast-nya. Lebih baik memberitahunya lebih awal agar mereka tidak mengusik meditasi Beast-nya itu.
Pria tua itu mengelus janggut putihnya dan melepaskan energi Spritual-nya. “Hmm, ternyata dia berkata benar dan... itu adalah Beast tingkat tinggi, tidak-tidak... mungkin itu adalah Beast tingkat Surgawi yang ada dalam cerita legenda,” pikirnya, “sekarang aku yakin dia benar-benar anggota keluarga Dinasti Gu, tetapi kenapa ia pergi jauh dari Ibukota?”
Zhao Jian tahu Pria tua itu sedang berspekulasi tentang dirinya. Dia kemudian berkata, “Aku tidak ingin menarik perhatian bila melepaskan Beastku di Ibukota dan membuat banyak pihak menjadi iri sehingga itu dapat membuat diriku celaka. Sebenarnya aku ini tipe orang yang lebih suka bersantai bahkan aku tidak tertarik dengan urusan politik, makanya tempat paling nyaman adalah jauh dari Ibukota.”
Zhao Jian kembali berbohong agar Pria tua itu semakin percaya dengan ucapannya.
“Oh, begitu, ya? Aku sangat senang bertemu dengan tuan muda seperti tuan Gu Jian,” sahut Pria tua itu tersenyum. “Dan aku lupa memperkenalkan diri, Aku adalah Yao Qiulin, Penatua Pelataran Luar dari Sekte Bangau Surgawi. Kalau tuan muda banyak waktu senggang maka singgah saja di Sekte kami dan Pria tua ini dengan senang hati akan menyambut tuan muda Jian!”
Pada akhirnya dia memutuskan untuk tidak menyinggung Pemuda misterius ini, walaupun kekuatannya cukup untuk menaklukkan Zhao Jian. Namun, ia takut nanti sosok hebat di belakang Zhao Jian akan menghancurkannya.
Zhao Jian bernapas lega Pria tua ini tidak mengusiknya, padahal biasanya tokoh-tokoh tua suka menindas yang lebih muda. Zhao Jian menduga-duga, Pria tua ini mungkin mirip sepertinya yang sering membaca cerita dongeng dan percaya kalau Tokoh utama itu walaupun lemah dapat menghancurkan orang yang lebih kuat darinya.
Zhao Jian pun mempertahankan sikap seperti tuan muda yang berwibawa tinggi, dia terlihat sangat tenang.
Seperti tokoh utama dalam cerita dongeng, dalam kondisi seperti ini——maka tokoh utama itu akan mengungkapkan rasa terimakasih karena bila seseorang baik padanya maka ia akan seribu kali lebih baik, tetapi bila seseorang mencoba menyakitinya maka dia akan melakukan pembalasan yang jauh lebih kejam, bahkan dalam cerita dongeng tertentu——hanya masalah pertunangannya dibatalkan, tokoh utama itu sampai menghancurkan Klan tunangannya itu. Pria yang merebut gadisnya juga ikut terkena imbasnya.
Namun, Zhao Jian tentu berbeda dari para tokoh utama itu. Dia itu memiliki pemikiran lebih rasional, dia kemudian mengeluarkan Kristal Beast yang ia dapatkan dari Tas Sihir yang ia temukan di Gua sarang Beast Beruang.
“Karena aku telah seenaknya menggunakan tempat berburu Sekte Bangau Surgawi, maka aku harap Penatua Yao Qiulin menerima kompensasi sedikit ini.” Zhao menyerahkan belasan Kristal Beast Ranah Spirit sesuai dengan jumlah murid-murid Penatua Yao Qiulin. “Hadeh... uangku hilang begitu saja!” gerutu Zhao Jian dalam benaknya hampir menangis tak rela menyerahkan Kristal Beast yang rencananya akan dijual di Kota terdekat tersebut.