Beasts Master

Beasts Master
Terjun Ke Medan Perang V



Lu Xiaoran yang bertarung melawan Ye Mo tidak menyangka belum juga dapat mengalahkan sosok yang akan membuatnya dapat menuju Dunia Atas itu.


Hampir semua tehnik beladirinya telah ia gunakan, kalau tidak ada penalti Sistem Surgawi akan dihapuskan bila gagal mengalahkan Ye Mo maka dirinya akan memilih kabur menggunakan Jimat Teleportasi.


Seperti saat kalah melawan Zhao Jian, balas dendam di masa depan masih dapat dilakukan. Dia hanya perlu menyelesaikan misi dari Sistem Surgawi agar mendapatkan hadiah tehnik beladiri yang lebih kuat atau senjata tingkat Surgawi lainnya.


“Kau hebat juga, Nak!” seru Ye Mo tersenyum lebar.


Dia juga tidak menyangka akan kewalahan menghadapi Lu Xiaoran, kalau saja tidak ada Hukum Dao Surgawi yang mengekang Dunia ini maka dirinya akan memaksakan diri menggunakan tehnik terlarang agar menerobos ke Ranah di atas Origin King. Namun, sayang sekali ia tidak dapat melakukan itu karena bila Hukum Dao Surgawi telah terpicu maka dirinya akan dihancurkan.


“Bagaimana kalau kita berhenti bertarung, toh... kita tidak memiliki dendam dan aku datang kemari untuk membunuh Zhao Jian. Menurut mata-mata kami, kau juga memiliki dendam padanya!” Ye Mo sudah tidak tertarik lagi bertarung melawan Lu Xiaoran, energi spiritual-nya telah terkuras sangat besar dan bila pertarungan ini terus berlanjut maka itu akan merugikan dirinya——karena bisa saja para Kaisar yang ia taklukkan akan berkhianat dan menyerangnya dari belakang.


Lu Xiaoran tersenyum tipis, kalau misi ini tidak memiliki pinalti tentu dirinya juga tidak mau bertarung mati-matian. Namun, Sistem Surgawi memaksanya melenyapkan Kultivator dari Dunia lain itu.


“Kau pikir aku bodoh, ya?” cibir Lu Xiaoran, “Saat kekuatanmu suda pulih maka kau akan menyerang Dinasti Gu Agung lagi. Orang-orang picik sepertimu tidak akan puas hingga keinginannya terwujud!” sindirnya lagi.


Para Kultivator Dinasti Gu Agung sangat terharu dan bangga dengan Lu Xiaoran yang tidak terpikat dengan rayuan Ye Mo. Dia bahkan rela bertarung hingga tetes darah terakhir padahal ia hanya yatim piatu dan tidak ada orang-orang berharga yang perlu ia lindungi. Namun, kecintaannya terhadap tanah airnya lah yang membuatnya rela mempertaruhkan nyawanya.


Namun, mereka tidak tahu, sebenarnya itu hanya topeng saja. Lu Xiaoran berasal dari Bumi dan telah mempelajari cara-cara Politikus menggaet suara rakyat, seni tebar pesona atau pencitraan dan obral janji manis sudah menjadi kebiasaan yang diulang-ulang. Tehnik ini sangat ampuh digunakan di Dunia lain juga.


Ye Mo bingung, kenapa Lu Xiaoran sangat ingin membunuh dirinya. Walaupun ia mengaku Lu Xiaoran sangat kuat, dirinya masih percaya diri dapat mengalahkannya tetapi yang ia khawatir adalah saat pertarungan selesai energi spiritual-nya sudah menipis dan itulah yang membuatnya takut ada yang menikamnya dari belakang.


“Kalau kamu bersikeras melawanku maka jangan salahkan aku bila menyuruh bawahanku melewati garis tengah pertahanan yang kalian buat. Selama ini aku melarang mereka karena merasa mengalahkan kalian itu sangat mudah, tetapi siapa sangka kau lumayan kuat juga!” gertak Ye Mo yang membuat para Kultivator Dinasti Gu Agung khawatir dengan nasib pengungsi di bagian sisi kiri Gui Dao Dinasti Gu Agung.


Lu Xiaoran tidak menjawab ancaman Ye Mo, karena ia sebenarnya tidak peduli dengan nasib mereka. Yang menjadi prioritasnya saat ini adalah mendapatkan tiket menuju Dunia Atas.


“Sial! Dasar bocah keras kepala!” gerutu Ye Mo sembari mengayunkan Pedang Darah karena opsi negosiasi damai tidak terwujud dan satu-satunya cara menyelesaikan Perang ini adalah menyingkirkan Lu Xiaoran.


“Kau pikir aku takut Penjahat dari Dunia lain,” cibir Lu Xiaoran segera membalas serangan Ye Mo.


...***...


Perintah melewati garis tengah pertahanan Dinasti Gu Agung langsung menyebar ke semua Kultivator bawahan Ye Mo.


Kultivator dibawah Ranah World Master yang berada di Gui Daonya juga dikerahkan.


Dengan terpaksa mereka menuruti perintah Ye Mo dan Peperangan itu menjadi semakin brutal, korban jiwa terus berjatuhan.


“Ini sudah seperti Pasukan bunuh diri saja, kenapa Pemimpin mereka tega mengirim bocah-bocah dengan basis Kultivasi rendah itu ke garis depan medan Perang?” Zhao Jian bertanya pada Chen Furong.


Chen Furong mengerutkan keningnya melihat pemandangan yang mengerikan itu. Biasanya Ye Mo hanya memerintahkan Kultivator Ranah World Master dan Immortal saja, tetapi kenapa kali ini bahkan murid-murid yang baru berkultivasi saja ikut dikirim ke medan Perang.


“Jawabannya cuma satu, sepertinya Ye Mo kewalahan melawan Lu Xiaoran. Untuk memaksa lawan tunduk, ya... dengan menghancurkan penduduk Dinasti Gu Agung sehingga Lu Xiaoran akan memilih menyerahkan diri karena tidak tega dengan penderitaan yang akan dialami oleh penduduk tak bersalah itu!” sahut Chen Furong, kasihan melihat Kultivator pemula yang menjadi tameng hidup itu.


“Kejam sekali Ye Mo itu, tetapi Lu Xiaoran bukanlah orang yang baik. Dulu aku pernah mengalahkannya dan dia malah kabur meninggalkan rekan-rekannya,” kata Zhao Jian yang membuat Yu Zheng terkejut.


“Pantas saja tidak ada informasi mengenai asal-usul Lu Xiaoran dan namanya hanya terkenal karena kejeniusannya saja,” sahut Yu Zheng dan dia tidak menyangka ternyata Zhao Jian pernah mengalahkan Lu Xiaoran yang berarti dia benar-benar utusan Surga. “Hakim Surgawi... berikan perintah pada kami! Aku tidak tega melihat anak-anak malang itu malah dijadikan tameng hidup!” seru Yu Zheng, aura Ranah World Masternya merembes secara tidak sengaja.


Zhao Jian mengangguk setuju dan Ayam Jago segera terbang ke atas medan Perang. Sekarang adalah tugasnya bertingkah keren menghentikan pertikaian ini.


Ayam Jago mengibaskan sayapnya, hembusan angin kencang membuat Kultivator Ranah Immortal ke bawah terhempas, sedangkan para Ranah World Master menoleh ke atas.


Semua orang terkejut melihat Beast Ayam Surgawi berbulu Emas itu dan seseorang Pemuda tampan berjubah emas dengan tangan ditaruh ke belakang tersenyum hangat menatap mereka.


“Hakim Surgawi utusan Surga memerintahkan kalian berhenti berperang!” Suara Ayam Jago menggema di benak semua orang.


“Siapa dia?”


“Hakim Surgawi apa itu?”


“Ah, aku mendengarnya beberapa saat yang lalu, ada Beast Master yang memiliki ratusan Beast muncul menghentikan Perang di tempat lain dan mungkin mereka lah yang dihentikan itu!” sahut salah seorang Kultivator Dinasti Gu Agung sembari menunjuk ke arah Kultivator Sekte Matahari yang berbaur dengan Kultivator bawahan Ye Mo.


“Kenapa dia malah mengasihani musuh yang telah membunuh rekan-rekan kita? Dia tidak layak menjadi Kultivator di Dinasti Gu Agung ini!” cibir yang lain.


Ayam Jago mengerutkan keningnya mendengar cibiran itu. “Hakim Surgawi bukan penduduk Dinasti Gu Agung, tuanku berasal dari Dunia Abadi turun ke Dunia ini untuk menangkap Ye Mo si pembawa malapetaka itu!”


Giliran Kultivator bawahan Ye Mo yang marah mendengar ucapan Ayam Jago yang menghina Kaisar mereka itu.


“Sudah cukup! Tidak perlu berbasa-basi lagi!” sela Zhao Jian melayang di udara. “Yang ingin hidup maka datanglah ke sisi kami dan yang tidak mau tunduk maka akan diadili dengan bilah Pedang Keadilan ini!” ancam Zhao Jian.


Zhao Jian menebas udara kosong di hadapannya, tiba-tiba retakan dimensi muncul di langit; lubang hitam raksasa membuat semua orang terkejut, energi spiritual kegelapan membuat rasa takut di hati mereka.


Zhao Jian sengaja menggunakan energi spiritual kegelapan walaupun ia tidak memiliki metode Kultivasi khusus energi spiritual Kegelapan. Namun, tehnik sederhana ini sangat cocok menakut-nakuti musuh karena aura mencekam yang dikeluarkan oleh energi spiritual kegelapan itu.