
“Hakim Agung sungguh keterlaluan memberikan ini tugas pada kita!” gerutu Zhao Que ketika memberikan berkas perkara pada Zhao Jian. “Kota Canglang itu sangat jauh dan terpencil, bagaimana kalau Hakim Jian meminta pada Hakim Agung untuk mengganti tugas kita saja. Lagi pula kasus ini belum pasti, karena pelapornya tidak mencatut namanya dan terkesan asal menuduh saja tanpa ada bukti-bukti!” keluhnya enggan melakukan perjalanan jauh ke Kota Canglang.
Zhao Jian tersenyum dan berkata, “Justru kita akan berangkat sekarang. Karena ini adalah kasus besar dan aku yakin pelapornya tidak mencatut namanya karena takut dihabisi oleh Walikota Canglang!”
Zhao Que terkejut mendengar jawaban Zhao Jian yang malah akan berangkat sekarang juga—tanpa melakukan persiapan perbekalan lebih dulu.
“Eh, kenapa tidak berangkat besok saja!” sahut Zhao Que dan Petugas Pengadilan lainnya juga setuju dengan usulannya.
“Semakin cepat kita berangkat semakin baik, karena akan ada Petugas Pengadilan busuk yang memberitahu mereka untuk menghilangkan barang bukti sehingga kita tidak bisa memaksa mereka meneteskan darah ke Kitab Keadilan, sebab itu melanggar aturan terbaru yang dibuat oleh Raja Zhao Tian!” seru Zhao Jian.
Karena Kitab Keadilan terlalu menakutkan dan berpotensi membahayakan nyawa Zhao Jian, Raja Zhao Tian memutuskan membuat aturan baru untuk mencegah Zhao Jian memaksa orang lain meneteskan darah ke Kitab Keadilan tanpa menunjukkan barang bukti kalau mereka melakukan kejahatan atau melanggar aturan Raja.
“Baiklah, kita akan berangkat Setengah batang dupa lagi. Kalian persiapkan Kuda dan perbekalan kita menuju Kota Canglang!” Zhao Chen berkata pada Petugas Pengadilan Kerajaan, karena semua bawahan Zhao Jian akan ikut dalam misi ini.
...***...
Keesokan harinya, rombongan Zhao Jian memasuki wilayah ekor Gui Dao. Zhao Jian terkejut, wilayah yang mereka lalui sangat lengang dan jarak antar Desa cukup jauh sekali—berbeda dengan wilayah lain.
“Apakah Jenderal Zhao Yi tidak mengusir atau menaklukkan mereka?” Zhao Jian penasaran.
“Justru ia memerintahkan Prajuritnya untuk membunuh anggota Sekte Underworld kalau bertemu dengan mereka, tapi masalahnya keberadaan mereka sulit ditemukan dan mereka ahli dalam melakukan penyamaran, maka sulit memberantas mereka!” sahut Zhao Chen.
Namun, tiba-tiba Kereta Kuda yang mereka tumpangi berhenti dan seorang Petugas Pengadilan Kerajaan mengatakan Desa di depan mereka telah dibantaii oleh Sekte Underworld, karena tubuh mereka mengering dan itu merupakan ciri khas dari korban tehnik beladiri Devoure‘s Hand—yang menyerap esensi kehidupan korbannya.
Zhao Jian mengerutkan keningnya dan perutnya langsung terasa mual—karena ini pertama kalinya ia melihat tindakan sangat kejam begini.
Zhao Jian mengutuk keras Sekte Underworld dan berjanji bila menemukan anggota mereka, maka ia akan langsung mengadili mereka saat itu juga.
“Kremasikan mereka dan Paman Kai dengan Paman Yunfei akan mengusut kasus ini. Kalau ada yang orang kalian curigai dan mereka tidak mau diselidiki maka langsung eksekusi mati saja. Aku akan bertanggungjawab kepada Hakim Agung nanti atas konsekuensinya!” seru Zhao Jian sembari mengepal tangannya.
Zhao Kai dan Zhao Yunfei langsung menangkupkan tinju, kedua Petugas Pengadilan senior tersebut segera berkuda ke Desa yang terdekat dari Desa tersebut—karena tidak menutup kemungkinan pelakunya masih melakukan aksinya di tempat lain.
Setelah Petugas Pengadilan Kerajaan mengkremasikan mayat penduduk Desa, rombongan Zhao Jian melanjutkan perjalanan ke Kota Canglang—yang merupakan salah satu Kota terbesar di wilayah ekor Gui Dao Kerajaan Zhao.