
“Apa yang terjadi di balik gunung itu?” Kaisar Gu terkejut melihat ledakan Petir di balik gunung dan itu mengandung energi spiritual Petir yang sangat mengerikan.
Pepohonan disekitar Zhao Jian dan Lu Xiaoran hancur berkeping-keping.
Lu Xiaoran tidak menyangka Zhao Jian dapat menggabungkan energi spiritual Petir juga, dia segera mengganti senjata dengan Panah Giok Pembunuh.
Dia tidak menggunakan energi spiritual Petir lagi, energi spiritual Api Abadi menyelimuti anak panahnya.
“Aku tidak menyangka kamu yang pertama merasakan Api Abadi yang tidak bisa padam ini!” cibir Lu Xiaoran tersenyum sinis.
Api Abadi itu adalah hadiah dari Sistem Surgawi karena dirinya berhasil menghancurkan Klan Yun.
Sistem Surgawi juga memperingatkan dirinya agar tidak sembarangan menggunakan Api Abadi itu karena itu tidak dapat dipadamkan, serta itu dapat menarik perhatian Kultivator kuat di Dunia Atas yang tertarik untuk mengambil Api abadinya itu.
Zhao Jian mengerutkan keningnya, entah mengapa ia merasakan Api Abadi yang dikatakan oleh Lu Xiaoran itu membuatnya gugup dan merasakan sensasi ketakutan.
“Dari nama saja sudah terdengar keren dan hebat, aku tidak boleh terkena Api itu,” gumam Zhao Jian memasang kuda-kuda beladiri dan mengayunkan pedangnya.
“Gerakan Kedua Jurus Api Iblis!”
Bilah Pedang Keadilan diselimuti kobaran Api, saat Pedang itu diayunkan Belasan Niat Pedang Api membentuk formasi Tengkorak Iblis.
Lu Xiaoran mengerutkan keningnya, dia merasa tehnik berpedang Zhao Jian itu lebih cocok untuknya yang merupakan penyintas dari Bumi dan memiliki Sistem Surgawi, dengan kata lain; dirinya adalah Protagonis Utama atau Pahlawan.
“Mati!” seru Lu Xiaoran dengan tatapan dingin.
Anak Panah itu meluncur dengan kecepatan tinggi, kobaran Api pada anak panah itu terlihat seperti meteor yang jatuh dari langit.
“Gawat!” Zhao Jian tidak menyangka ucapan Lu Xiaoran ternyata benar, Api Abadinya melahap energi spiritual Api miliknya yang berasal dari Beast Rubah tingkat Surgawi. “Bagaiman mungkin? Apakah kampret ini memiliki orang dalam di Surga?” keluhnya.
Zhao Jian sangat panik, Api Abadi Lu Xiaoran melesat ke arahnya.
“Maafkan Aku Beast Serigala Iblis!” gumam Zhao Jian menggunakan energi spiritual Kegelapan, dan Lubang Hitam muncul di hadapannya.
Salah satu Beast Serigala Iblis yang sedang bertarung melawan Klon Ye Mo tiba-tiba diselimuti kobaran Api hitam.
Violet, Huli Jing, Daji, Ye Mo dan yang lainnya terkejut melihatnya.
“Energi Spritual Api yang mengerikan? Siapa yang melakukan itu?” pikir Ye Mo memperhatikan sekelilingnya dan tidak melihat ada pihak lain yang mendekat.
Dalam sekejap, Beast Serigala Iblis berubah menjadi debu dan Api Abadi itu tetap terbakar di permukaan tanah tanpa bisa dipadamkan lagi.
Lu Xiaoran mengerutkan keningnya karena Api Abadinya dilahap oleh Lubang Hitam dihadapan Zhao Jian.
Zhao Jian melompat ke langit sembari mengayunkan pedangnya, dia ingin memperpendek jarak dengan Lu Xiaoran agar dapat melukainya, walaupun mungkin saja Lu Xiaoran akan berteleportasi lagi.
Layar Virtual muncul di hadapan Lu Xiaoran, Sistem Surgawi telah berhasil menganalisa energi spiritual kegelapan milik Zhao Jian itu.
Sudut bibirnya memancarkan seringai tipis, “Ternyata dia mengorbankan Beast-nya. Kalau begitu, berapa lama kamu dapat bertahan kalau hanya mengandalkan mereka saja?”
Lu Xiaoran terus memanah Zhao Jian dan Zhao Jian terpaksa menggunakan energi spiritual Kegelapan.
Dia tempat lain, Beast Serigala tiba-tiba dilahap Api Abadi sehingga Pemimpin Serigala Iblis menggertak kan gigi, ketakutan dengan fenomena aneh itu.
Lu Xiaoran sangat senang melihat ekspresi wajah panik Zhao Jian, apalagi Zhao Jian terus melesat secara zig-zag menggunakan Langkah Angin untuk mengurangi penggunaan energi spiritual Kegelapan.
“Gerakan Kedua Jurus Tinju Kingkong Surgawi!” teriak Zhao Jian meninju ke arah Lu Xiaoran saat jarak keduanya cukup dekat.
“Percuma saja!” ejek Lu Xiaoran menggunakan artefak Lonceng Emas Surgawi menangkis Siluet Kingkong Raksasa yang melesat ke arahnya. “Artefak ini telah membuat Ye Mo dari Dunia lain itu prustasi melawanku he-he-he... kenapa kau tidak mati saja ditanganku dan aku akan merawat Beastmu serta Kedua istri cantikmu itu. Aku yakin mereka akan lebih bahagia bila denganku karena aku dapat memberikan mereka segalanya, mulai sumberdaya atau kebahagiaan,” candanya lagi.
Namun, ekspresi wajah Lu Xiaoran mengkerut masam, asap ungu telah menyebar disekitar. Dia buru-buru berteleportasi dan muncul Lima Puluh langkah dari Zhao Jian.
“Sial! Kau curang menggunakan racun secara diam-diam!” gerutu Lu Xiaoran segera mengeluarkan Pil Penawar Racun dari Sistem Surgawi.
“Energi Spritual Racun tidak dapat dinetralisir karena energi spiritual Racun ini berasal dari Beast Dunia yang lebih tinggi, untuk menetralisirnya Anda harus meng-upgrade Sistem Surgawi dengan naik ke Dunia Atas tempat Beast itu berasal.”
Lu Xiaoran memuntahkan seteguk darah, wajahnya semakin masam membaca pesan dari Sistem Surgawi.
Kini ia menyadari kenapa Zhao Jian berusaha mendekatinya, tetapi ia bingung kenapa Zhao Jian tidak menggunakannya dari awal bahkan ia rela babak belur dihajar olehnya tadi.
Zhao Jian menyadari apa yang ada dipikiran Lu Xiaoran, kemudian dengan sudut menyeringai tipis dia mencibir, “Tehnik Pamungkas harus digunakan disaat kamu merasa sudah tidak ada jalan keluar lagi!”
Lagi pula Zhao sudah belajar dari pengalaman pertarungan pertama mereka, saat itu Lu Xiaoran tiba-tiba menghilang ditelan kekosongan, dia yakin Lu Xiaoran akan kabur lagi bila ia merasa lawan lebih unggul darinya——makanya Zhao Jian menunggu momentum yang tepat menggunakan energi spiritual Racun milik Violet, apalagi Segel aneh yang mengekang kekuatan Violet telah menghilang saat ia mencapai Ranah World Master dan kini di Dunia ini; Racun miliknya lah yang paling mematikan dan tidak akan ada yang dapat membuat penawarnya kecuali Racun itu dikeluarkan lagi olehnya.
Dalam beberapa tarikan napas, energi spiritual Racun telah menyebar ke seluruh tubuh Lu Xiaoran.
“Penghinaan hari ini akan kubalaskan Seribu kali lipat di masa depan hingga kau merasa mati itu lebih baik dari pada hidup!” teriak Lu Xiaoran marah dan tiba-tiba retakan dimensi muncul di hadapannya.
Zhao Jian menggelengkan kepala dan menghela napas panjang. “Sudah keracunan masih saja sombong,” gumamnya sembari melesat ke tempat Ye Mo.
Sebenarnya bila Lu Xiaoran mau memohon ampunan padanya, maka dia akan menghilangkan energi spiritual Racun itu karena Lu Xiaoran pernah menjadi teman baik Jiang Ruo.
Jiang Ruo mungkin akan sedih bila mengetahui kabar kalau sosok yang pernah dicintai dan yang membantunya meningkatkan basis Kultivasinya itu telah tewas ditangan suaminya. Namun, bagaimana lagi, Lu Xiaoran malah kabur... bukannya memohon ampunan atau bersikap rendah hati di hadapan Zhao Jian.