
Zhao Jian tidak menyangka Jin Buyi memimpin Yu Zheng dan yang lainnya menaklukkan Kultivator Dinasti Gu Agung dan pengikut Ye Mo lainnya.
Mereka sangat terkejut ada pihak Ketiga dalam Perang ini dan yang lebih mengerikannya adalah pemimpin mereka ternyata adalah sosok terkuat setelah Ye Mo.
Para Kultivator lemah dengan sukarela langsung bergabung menjadi pengikut Hakim Surgawi, karena mereka dijanjikan tidak akan ikut bertarung lagi. Sementara Ranah World Master Dinasti Gu Agung dan pengikut Ye Mo tetap melakukan perlawanan, tetapi pada akhirnya mereka harus menyerahkan diri karena Jin Buyi terlalu tangguh.
Jin Buyi menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat pada Zhao Jian, Pemuda yang mengalahkannya dengan mudah tersebut.
“Paman Buyi tidak perlu bersikap sopan begitu, aku tidak menyangka Paman Buyi bersama senior lainnya akan meringankan pekerjaanku,” kata Zhao Jian tersenyum lebar.
“Hakim Surgawi kembali dengan cepat, apakah Anda langsung melenyapkan mereka dengan sekali serang?” sela Yu Zheng penasaran dan dia heran seharusnya Zhao Jian memaafkan mereka, kenapa kali ini ia membunuh mereka semua.
Zhao Jian menggelengkan kepala dan berkata, “Saat aku sampai ke sana, semua Kultivator itu telah lenyap begitu saja. Hanya ada sedikit bekas pertarungan di sana, mungkin ada Kultivator kuat yang telah membantu kita!”
Dia tidak mengatakan kalau sosok misterius itu memiliki tehnik Kultivasi menyerap esensi kehidupan seperti yang dikatakan oleh Yao Ming, karena tidak ingin mereka menjadi panik.
Untuk saat ini ia ingin melawan Ye Mo lebih dulu, barulah masalah sosok misterius itu diselidiki lagi.
“Ke mana kita pergi lagi, Hakim Surgawi?” tanya Jin Buyi kini terlihat lebih bersemangat, padahal saat ia menjadi pengikut Ye Mo sikapnya selalu dingin dan jarang berbicara.
Meng Tianzheng tersenyum sinis melihat sikap Jin Buyi yang menurutnya terlihat seperti penjilat tersebut.
“Lihatlah nanti, saat Hakim Surgawi kalah dari tuan Ye Mo... saat itulah hidupmu akan berakhir!” cibirnya dalam benaknya.
Jin Buyi menoleh ke arah Meng Tianzheng, ia merasakan hawa dingin dipundaknya dan merasa tatapan Meng Tianzheng itu seperti memendam kebencian padanya.
Jin Buyi menggelengkan kepala, dia tidak peduli dengan mantan Kaisar yang pernah ia kalahkan itu. Untuk saat ini fokusnya adalah mengembalikan kedamaian di negerinya agar terlepas dari jeratan manusia berhati Iblis, Ye Mo.
“Aku akan menuju tempat pertarungan Lu Xiaoran dan Ye Mo, Paman Buyi akan memimpin yang lainnya menghentikan Perang di tempat lain!” sahut Zhao Jian menjawab pertanyaan Jin Buyi.
“Hakim Surgawi pergi sendirian saja?” Jin Buyi terkejut, “Ye Mo itu sangat kuat sekali, belum lagi Pemuda bernama Lu Xiaoran itu. Aku takut mereka akan bersatu melawan Hakim Surgawi karena menurut informasi mereka memiliki dendam dengan Anda—”
“Tenang saja Paman Buyi, aku masih memiliki Pasukan Beast. Mereka akan membantuku bila keduanya memang ingin melenyapkan diriku lebih dulu, tetapi asal Paman tahu... aku pernah menendang bokong Lu Xiaoran itu, kalau aku pernah mengalahkannya sekali maka untuk kedua kalinya akan mudah juga he-he-he ....” Zhao Jian tertawa bangga karena menjadi satu-satunya Kultivator yang pernah mengalahkan Lu Xiaoran yang terkenal itu.
Jin Buyi tersenyum masam, dia merasa Zhao Jian terlalu percaya diri. Dia awalnya mengira Zhao Jian menyatukan semua Kultivator agar dijadikan sekutu melawan Ye Mo, tetapi siapa sangka ternyata mereka hanya dijadikan pelengkap saja untuk mewujudkan impiannya menciptakan kedamaian Dunia.
Jin Buyi menangkupkan tinju dan berkata, “Kalau Hakim Surgawi nanti membutuhkan kekuatan kami, maka jangan sungkan mengirim pesan dan kami akan bergegas bergabung dengan Anda melawan mereka!”
Zhao Jian mengangguk pelan, dia sangat suka dengan sikap Jin Buyi. Kalau Perang ini berhenti maka ia akan mendukung Jin Buyi untuk menjadi Kaisar lagi.
...***...
Zhao Jian terkejut melihat pemandangan di hadapannya, hamparan permukaan tanah di depannya telah menjadi kawah dan gunung-gunung hancur berkeping-keping.
“Ini seperti pertarungan terakhir dalam cerita dongeng, yaitu pertarungan antara Tokoh Utama dengan Villains legendaris!” gumam Zhao Jian, “karakter sampingan sepertiku tidak akan menjadi karakter yang lewat sekilas saja nanti, kan?” pikirnya lagi ragu-ragu apakah dapat melawan keduanya.
Dari kejauhan, beberapa Kultivator yang diam-diam menonton pertarungan antara Lu Xiaoran melawan Ye Mo terkejut melihat seorang Pemuda yang menunggangi Ayam gemuk memasuki medan Perang brutal itu.
“Siapa dia? Apa ada yang mengenalnya?” tanya Ranah World Master berjirah Emas dan menggenggam Tombak Emas terkejut melihat ada yang berani mendekati Dua monster mengerikan itu.
Pria tua disebelahnya mengerutkan kening melihat ke arah depan. “Dia adalah sosok yang dibicarakan oleh Lu Xiaoran dan Ye Mo itu, Kaisar Gu!” sahutnya.
Saat Ye Mo menawarkan perdamaian pada Ye Mo dan mengatakan tentang Zhao Jian, Pria tua itu langsung mencari informasi mengenai Zhao Jian.
Bawahannya mendapatkan informasi dari Kultivator bawahan Ye Mo yang tertangkap dan mengatakan tentang Zhao Jian serta menunjukkan poster wajahnya.
Dan mereka juga mendapatkan laporan dari medan Perang di tempat lain bahwa muncul seseorang yang mengaku sebagai Hakim Surgawi dan ingin menghentikan peperangan ini.
Kaisar Gu sangat jengkel mendengar laporan itu, belum selesai masalah dengan Ye Mo tiba-tiba muncul lagi masalah lain. Dia yakin Hakim Surgawi itu bertujuan untuk menjadi Kaisar dari Dua Gui Dao yang bertikai ini.
“Apa yang akan kita lakukan terhadapnya, Kaisar Gu?” tanya Pria tua itu, baginya ini adalah kesempatan menyingkirkan Zhao Jian, mumpung dia hanya datang seseorang diri saja.
Kaisar memperhatikan Zhao Jian dengan seksama dan tiba-tiba Zhao Jian menoleh ke arah mereka padahal mereka menggunakan artefak yang menyembunyikan keberadaan mereka.
Zhao Jian tampak mengerutkan keningnya, kemudian ia kembali bergerak ke arah pertarungan antara Lu Xiaoran melawan Ye Mo.
“Kita lihat saja dulu kemampuan bertarungnya, dia terlihat sangat percaya diri... aku takut dia juga monster seperti kedua orang gila itu!” sahut Kaisar Gu.
“Ayahhhh! Xiaoran gege bukan monster, dia bertarung demi negeri kita ini!” sela Putri Kaisar Gu kesal mendengar ucapan ayahnya yang mencibir sosok yang ia cintai itu.
Kaisar Gu tersenyum masam dan tidak mengatakan apapun lagi, tatapannya tertuju pada Zhao Jian, sosok yang berani menghentikan peperangan ini dan mengambil hati penduduknya karena ia mengatakan sebagai utusan Surga yang menciptakan kedamaian dan Keadilan.
“Hei, kalian anak nakal... berhenti bertarung!” bentak Ayam Jago yang berhenti di sebelah Lu Xiaoran dan Ye Mo.
Mendengar suara angkuh itu, keduanya menoleh ke samping dan terkejut melihat sosok yang mereka cari itu malah muncul di hadapan mereka.