Beasts Master

Beasts Master
Pesta Pernikahan Zhao Jian dan Jiang Ruo



“Begini saja, Zhao Jian akan menjadi utusan Kekaisaran Jiang bersama Jiang Ruo untuk bernegosiasi dengan Gui Dao itu. Kalau Zhao Jian gagal bernegosiasi maka kita akan melakukan invasi militer ke sana dan dipimpin langsung oleh Jenderal Jing Mu!” kata Kaisar Jiang Long setelah berpikir cukup lama.


Zhao Jian tersenyum cerah karena berhasil menggagalkan upaya pihak militer yang menginginkan serangan skala besar ke Gui Dao yang terdeteksi berada di dekat Gui Dao Kekaisaran Jiang tersebut.


Seringai tipis juga terpancar dari sudut bibir Jenderal Jing Mu dan Patriark Hua Dao, sehingga Zhao Jian khawatir mereka mungkin akan merencanakan sesuatu yang membuat misinya berakhir dengan kegagalan.


“Pembahasan tentang Gui Dao lain telah selesai, sekarang aku akan mengumumkan kabar gembira!” Kaisar Jiang Long tersenyum. “Besok Putriku dan Hakim Zhao Jian akan melakukan pesta pernikahan makanya kalian semua aku undang kemari. Aku ingin pesta diadakan dengan meriah dan seluruh penduduk akan mendapatkan jamuan makan gratis karena tuan Zhao Tian akan menyediakan gandum dan buah-buahan sehingga kelebihan panen Klan Zhao tidak akan sia-sia! Tuan Yan... Andalah yang akan bertanggungjawab untuk mempersiapkan pestanya dan kamu dapat mengerahkan pegawai istana serta Prajurit militer bila diperlukan!”


Xiao Yan menangkupkan tinju dan berkata, “Baik Yang Mulia Kaisar Jiang!”


Zhao Jian dan Jiang Ruo terkejut mendengar pernikahan mereka ternyata akan diadakan besok, apalagi setelah pernikahan mereka selesai mereka juga akan mendapatkan misi untuk bernegosiasi dengan Gui Asing agar mau menyerahkan diri dan tunduk pada Kekaisaran Jiang.


“Apa tidak terlalu tergesa-gesa menikahkan Putri Mahkota Jiang Ruo, Yang Mulia? Kan, usianya baru 17 tahun dan kita juga belum tahu sepak terjang Hakim Jian!” sela Hua Dao yang dari awal menentang perjodohan Jiang Ruo dengan Zhao Jian yang menurutnya hanyalah orang asing yang menumpang hidup di Gui Dao Kekaisaran Jiang. Dia justru ingin Jiang Ruo menikah dengan salah satu tuan muda Klan besar, apalagi salah satu cucunya juga sebaya dengan Jiang Ruo dan memiliki bakat hebat karena diusianya yang baru 17 tahun sudah mencapai Ranah Tianzun.


Namun, bila Kaisar Jiang Long sudah membuat keputusan maka sulit untuk menyanggahnya, apalagi ada Xiao Yan dari Sekte Pedang Abadi malah ikut mengusulkan pernikahan Zhao Jian dengan Jiang Ruo hanya karena Zhao Jian memiliki Kitab Keadilan.


“Aku tahu kamu tidak menyukai orang asing karena Zhao Jian bukan pribumi yang lahir dan besar di Gui Dao kita. Namun, kini mereka telah menjadi bagian dari kita dan tak mungkin mereka melakukan pengkhianatan, apa untungnya coba mereka melakukan pemberontakan? Bukankah itu sama saja menyeret seluruh Klan Zhao menjadi genangan darah?” sahut Kaisar Jiang Long menyela ucapan Hua Dao.


Hua Dao pun terdiam dan tak bisa membantah lagi. Dia menghela napas panjang, ekspresi wajahnya menjadi masam.


...***...


Keesokan harinya pesta pernikahan Zhao Jian dengan Jiang Ruo pun diadakan. Seluruh penduduk Kota Yunzun berduyun-duyun menghadiri pesta pernikahan itu karena Istana Kekaisaran menyediakan jamuan makan gratis.


Zhao Jian tersenyum menyambut para tamu undangan yang mengucapkan selamat atas pernikahannya.


Teman-teman Jiang Ruo dari Puncak Awan Putih juga menghadiri pesta pernikahan itu. Namun, Zhao Jian tidak melihat Liu Ruxu dalam rombongan mereka, sehingga Zhao Jian merasa istrinya itu mungkin sakit hati karena ia menikah lagi.


“Setelah mendapat bunga yang cantik ini tolong jangan terlantarkan bunga yang lain, ya? Jangan sampai Ruxu‘er seperti bunga di tepi jalan yang hanya dipandangi saja dan tidak pernah dipetik lagi!” Ibu Liu Ruxu langsung memeluk Zhao Jian sembari menangis tersedu-sedu.


“Bu... tenang saja, aku akan selalu berlaku adil walaupun status Ruxu‘er kini hanya seorang Selir saja!” sahut Zhao Jian sedangkan Jiang Ruo lebih banyak membisu saja sepanjang pesta pernikahan yang meriah itu.


...***...


Sorenya, Zhao Jian dan Jiang Ruo membawa Seratus Pasukan Naga yang merupakan ahli beladiri kuat yang berada dibawah perintah Kaisar secara langsung, dan bertanggung jawab atas keamanan Istana Kekaisaran. Mereka semua memiliki basis Kultivasi Ranah Tianzun dan salah satu diantara mereka adalah Jiang Mo yang pernah menyerang Zhao Jian saat masih di Gui Dao Kerajaan Zhao dulu.


Dua Puluh Beast Elang Putih membawa mereka terbang meninggalkan Gui Dao Kekaisaran Jiang dan terbang melintasi lautan yang tak berujung tersebut.