
Sepanjang perjalanan menuju kediaman Klan Nan, kedua Ranah Tianzun Klan Nan memilih menutup mulut mereka rapat-rapat kecuali Zhao Jian bertanya dan mereka hanya menjawab singkat saja.
Ekspresi wajah Nan Chi terlihat pucat karena Klan Nan adalah entitas terkuat di Kota Nandong, sementara dirinya dan ibunya hanyalah penduduk fana yang tidak bisa berkultivasi——bagi Klan Nan melenyapkan mereka hanya semudah membalikkan telapak tangan saja.
Dua Ranah Tianzun Klan Nan langsung memasuki kediaman Klan Nan lebih dulu, keduanya tampak terburu-buru memasuki rumah besar dan mewah tersebut.
Tak lama kemudian, wanita cantik yang terlihat seperti wanita berusia empat puluhan tahun keluar dari dalam kediaman Klan Nan dikawal oleh belasan Kultivator wanita Ranah Tianzun.
“Su Yan menyapa Hakim Jian... hmm, kau pasti gadis yang selamat dari penculikan kawanan bandit itu!” Su Yan menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat pada Zhao Jian, tetapi saat tatapan matanya tertuju pada Nan Chi; ia tampak seolah-olah seperti memandang sesuatu yang menjijikkan.
“Maaf Nyonya Yan... putriku masih mengalami trauma sehingga responnya lambat untuk menyahut sapaan Nyonya Yan!” Nan Yue menundukkan wajahnya sembari mendorong punggung Nan Chi agar menundukkan wajahnya juga.
Zhao Jian hanya menunjukkan ekspresi wajah datar saja walaupun Su Yan tersenyum ramah padanya, tetapi tatapan Su Yan pada Nan Chi membuat Zhao Jian tidak menyukai sikap istri Patriark Klan Nan tersebut.
Zhao Jian menangkupkan tinju dan berkata, “Zhao Jian juga menyapa Nyonya Yan.”
Su Yan tetap mempertahankan senyuman tipis di sudut bibirnya. Dia sudah menduga kalau Zhao Jian tidak menyukai Klan Nan karena keterlibatan Nan Feng dalam penculikan gadis-gadis Desa Pakis Hitam.
“Sebenarnya Klan Nan ingin merawat mereka karena mereka juga bagian dari Klan Nan, tentu kami tidak akan membiarkan mereka menderita setelah mengalami kejadian tragis itu,” kata Su Yan berbohong menutupi niat mereka yang sebenarnya.
Karena Zhao Jian tetap menaruh perhatian pada Desa Pakis Hitam, Su Yan memutuskan mengubah strategi mereka agar Klan Nan tidak dimusuhi oleh pihak Pengadilan.
“Betulkah?” sahut Zhao Jian dengan ekspresi wajah datar, seolah-olah ia menunjukkan sikap tidak mempercayai ucapan Su Yan. “Namun, maaf Nyonya Yan... Bibi Yue dan Putrinya akan meninggalkan Klan Nan, mereka akan bergabung dengan Klan Zhao. Aku yakin Klan Nan tidak akan keberatan dengan pilihan mereka itu, kan?”
“Ha-ha-ha... tentu Klan Nan tidak akan keberatan. Justru kami sangat senang karena mereka akan menjadi bagian Klan menantu Kaisar,” sahut Su Yan tertawa pelan dan tetap menunjukkan sikap tenang. “Oh, ya... maaf Hakim Jian, Patriark dan para Penatua tidak menyambut Anda karena mereka sedang melakukan Kultivasi tertutup makanya mereka tidak tahu kalau dalang penculikan gadis-gadis Desa Pakis Hitam ternyata Nan Feng yang merupakan bagian Klan Nan. Kalau saja kami tahu dari awal maka Klan Nan akan menghukumnya.” Su Yan berpura-pura sedih.
Zhao Jian mengutuk Su Yan dalam benaknya, ingin sekali dia menggunakan Kitab Keadilan untuk mengungkapkan wajah asli rubah tua itu. Namun, dia tidak bisa melakukannya karena untuk saat ini tidak ada kesalahan yang terlihat ia lakukan.
“Untuk masalah bandit itu, pihak Pengadilan Kota Nandong yang mengurusnya dan aku hanyalah utusan Sekte Pedang Abadi yang datang menyelamatkan Putri dari Bibi Yue saja. Kalau tidak ada urusan penting lagi maka kami akan pergi karena Puncak Penjinak Beast membutuhkan kehadiranku!” Zhao Jian menangkupkan tinju.
“Ah, sayang sekali... padahal Klan Nan ingin menjamu Hakim Jian. Kalau begitu hati-hati di jalan dan untuk nona Yue dan Putrimu semoga saja kalian bahagia di Klan Zhao serta maafkan Klan Nan karena tidak bisa menjadi pelindung yang baik selama ini!” Su Yan menangkupkan tinju dan menundukkan sedikit wajahnya.
Nan Yue dan Nan Chi menaiki punggung Ayam Jago, kemudian mereka keluar dari halaman kediaman Klan Nan.
Sudut bibir Su Yan yang awalnya memancarkan senyuman tipis berubah menjadi kerutan masam di wajahnya, niat membunuh merembes dari tubuhnya sehingga Pelayan yang mengikutinya merasa tertekan karena basis Kultivasi adalah Ranah Saint awal.
“Manfaatkan saja waktumu berleha-leha Zhao Jian, saat kompetisi perburuan nanti Putraku dan para tuan muda lainnya akan melenyapkanmu di Hutan Tengah!” gumamnya menggerutu.
Setelah keluar dari Kota Nandong, Zhao Jian bersama Gaoer langsung kembali ke Sekte Pedang Abadi sedangkan Ayam Jago menuju Klan Zhao mengantarkan Nan Yue dan Nan Chi.
Murid-murid Sekte Pedang Abadi sedang merayakan berhasilnya Patriark Xiao Yan mencapai Ranah Immortal. Dia menjadi Ranah Immortal kedua di Kekaisaran Jiang setelah Xiao Long, Kasim Kepala di istana Kekaisaran.
Zhao Jian sangat senang dengan pencapaian Kultivasi Patriark Sekte Pedang Abadi tersebut, karena semakin banyak Kultivator kuat di Kekaisaran Jiang maka semakin kecil kemungkinan Gui Dao Kekaisaran Jiang dilahap oleh Gui Dao asing.
Zhao Jian langsung menuju Puncak Penjinak Beast dan melatih tehnik beladirinya, sedangkan Beast-Beastnya melakukan Kultivasi setelah mendapatkan Kristal Beast darinya.
Dia berharap Violet segera mencapai Ranah Paramita karena Beast Kupu-Kupu itu telah mencapai Ranah Saint puncak.
Zhao Jian berlatih keras menyempurnakan semua tehnik beladirinya karena sebentar lagi akan dimulai kompetisi perburuan di Hutan Tengah yang merupakan tempat terlarang yang dihuni para Beast.
Kaisar melarang siapapun memasuki tempat itu dan hanya waktu kompetisi perburuan saja barulah tempat itu boleh dimasuki sehingga tempat itu menjadi sarang Beast karena habitatnya terjaga.
Kompetisi perburuan nanti juga kesempatan bagi Zhao Jian untuk mendapatkan Kristal Beast level tinggi karena Beast-Beast yang ada di Puncak Penjinak Beast berasal dari sana termasuk Beast Phoenix milik Penatua Xiao Shi.
Menurut catatan di Perpustakaan Paviliun Puncak Penjinak Beast, di Hutan Tengah masih ada Beast Ranah Saint yang bersembunyi. Para Beast itu kemungkinan akan memasuki masa hibernasi untuk melakukan Kultivasi tertutup agar mencapai Ranah Paramita——sehingga kompetisi perburuan tahun ini pasti berlangsung sengit untuk mendapatkan Kristal Beast dari Beast level tinggi tersebut.
“Aura ini?” Zhao Jian berhenti berlatih setelah merasakan Aura yang sangat kuat dari arah gubuk Penatua Xiao Shi. “Ranah Paramita!” gumamnya tersenyum.
Zhao Jian mengepal tangannya dan berharap segera mencapai Ranah Paramita juga. Namun, untuk saat ini dirinya masih Ranah Saint awal, untuk mencapai Ranah Paramita ia membutuhkan Kristal Beast atau melakukan Kultivasi secara biasa dengan bantuan Pil yang banyak, tetapi itu akan membutuhkan Puluhan tahun untuk dapat menerobos ke Ranah Paramita.
Zhao Jian melesat ke arah gubuk Penatua Xiao Shi, sebagai murid yang ditunjuk sebagai Pemimpin sementara Puncak Penjinak Beast tentu ia harus yang pertama menyapa Penatua Xiao Shi.
Namun, tiba-tiba terdengar suara ledakan di dekatnya. “Apa yang terjadi?” gumamnya penasaran mendekati sumber ledakan itu. “Eh, bukankah dia adalah Xuan Ji yang kabarnya adalah tuan muda sampah Klan Ji?”
Zhao Jian terkejut melihat Xuan Ji sedang mencoba menjinakkan Beast Ular Tujuh Warna legendaris yang merupakan salah satu Beast terkuat di Puncak Penjinak Beast yang belum ada yang melakukan kontrak jiwa dengan Beast tersebut.
Zhao Jian juga merasakan ada energi spiritual yang sangat kuat tiba-tiba keluar dari tubuh Xuan Ji padahal basis Kultivasinya sangat rendah.
“Hmm, jangan-jangan dia adalah tokoh protagonis seperti cerita-cerita Legenda yang awal-awalnya dihina sebagai sampah, eh... ternyata ada Jiwa Kultivator cantik yang membantunya menjadi kuat kemudian dia akan melakukan balas dendam dan memiliki Harem cantik-cantik,” gumam Zhao Jian dan tiba-tiba ia teringat kalau istrinya, Jiang Ruo adalah wanita tercantik di Kekaisaran Jiang. “Sial! Biasanya Protagonis utama akan merebut wanita tercantik untuk menjadi haremnya, jangan-jangan aku akan dilenyapkan oleh kampret ini nantinya. Apakah aku perlu memotong tunasnya sebelum berkembang?” Pikirannya menjadi liar.