Beasts Master

Beasts Master
Terjun Ke Medan Perang XIV



“Berani sekali kau melakukan serangan diam-diam pada tuan Jian!” Ayam Jago di belakang Zhao Jian langsung marah dan mencakar Ye Mo dengan paruhnya.


“Enyahlah!”


Ye Mo menatap Ayam Jago dengan tatapan tajam yang membuat Ayam Jago ketakutan. Namun, demi menolong tuannya, ia tetap menyerang Ye Mo.


“Dasar Ayam kurang ajar! Berani sekali kau ingin mencakar wajahku!” Ye Mo kesal dengan ulah Ayam Jago.


Dari punggung Ye Mo tiba-tiba muncul tangan yang sangat besar berwarna hitam, kemudian tangan itu meraih kaki Ayam Jago dan menghempaskannya ke tanah.


Bulu-bulu Ayam Jago berterbangan saat tubuhnya berkali-kali berbenturan dengan permukaan tanah, dia merasakan sensasi sakit di sekujur tubuhnya dan pandangannya menjadi buram.


Setelah puas membanting Beast Ayam Surgawi itu berkali-kali, Ye Mo kemudian melempar tubuhnya yang besar itu ke arah gunung yang mengakibatkan puncak gunung itu hancur saat berbenturan dengan tubuh Ayam Jago.


“Satu parasit sudah hilang, sekarang giliranmu!” cibir Ye Mo berbalik menatap Zhao Jian yang telah berhasil menahan serangan Lu Xiaoran.


Niat membunuh merembes dari tubuh Zhao Jian, tatapannya sangat tajam. Tanpa mengucapkan sepatah katapun, dia menebaskan Pedang Keadilan ke arah dada Ye Mo.


Ye Mo menangkis tebasan itu, dua energi spiritual menghancurkan area disekitar mereka.


Sudut bibir Ye Mo memancarkan seringai tipis karena senang melihat Zhao Jian marah.


“Tapak Dewa!”


Lu Xiaoran muncul di belakang Zhao Jian, Tapak tangan berwarna emas yang besar menghantam punggung Zhao Jian.


Zhao Jian terhempas sejauh Seribu Langkah.


Kaisar Gu yang menonton pertarungan itu langsung menggelengkan kepala dan menghela napas panjang.


“Dosa apa yang telah diperbuat oleh Pemuda bodoh itu sehingga kedua monster itu bersatu melawannya?” Walaupun ia tidak menyukai Zhao Jian, tetapi ia tetap kasihan melihatnya babak belur dihajar oleh Lu Xiaoran dan Ye Mo.


Zhao Jian segera berdiri dan menyeka darah dari mulutnya. “Sial! Sakit sekali!” gerutunya.


Ye Mo muncul Seratus tombak dari permukaan tanah, Tubuhnya tiba-tiba menjadi Sepuluh.


“Kloning?” Zhao Jian mengerutkan keningnya, melawan Satu Ye Mo saja sudah membuatnya kewalahan, belum lagi Lu Xiaoran yang belum menunjukkan semua tehnik beladirinya. “Aku harus mengerahkan seluruh kekuatanku, kalau tidak aku akan bernasib sama dengan Ayam Jago. Hmm, semoga dia tidak terluka parah,” pikirnya lagi karena Ayam Jago tidak muncul lagi.


Namun, ikatan kontrak Jiwa dengannya masih terhubung, kemungkinan ia terluka parah dan pingsan.


Zhao Jian menatap Ye Mo dengan tatapan dingin, dia segera terbang sejajar dengannya.


“Ke mana Lu Xiaoran?” gumamnya karena tidak melihat orang yang memukulnya dari belakang itu. “Keluarlah kalian, sudah saatnya kita menghadapi kedua Iblis ini dengan sungguh-sungguh!” Suara Zhao Jian menggema di seluruh benak Beastnya.


Tiga wanita cantik dan Ratusan Beast melayang di disekitar Zhao Jian.


Semua Beast-Beast itu memancarkan aura membunuh dan menatap tajam Ye Mo karena berani melukai tuan mereka.


Ye Mo tetap tersenyum menatap Zhao Jian, dia tidak terusik dengan kehadiran Ratusan Beast itu.


“Akhirnya kau mengerahkan Beastmu juga,” cibir Ye Mo. “Namun, mereka akan bernasib sama dengan Ayam gemuk tadi,” sindirnya lagi.


Saat Zhao Jian mengedipkan mata, tubuh Kera Putih melesat di sebelahnya; dihempaskan oleh Ye Mo.


Zhao Jian tersenyum masam dan bergumam, “Setidaknya pukul dulu lah kepalanya, ini malah kau yang dihempaskan sebelum Palumu mengenai lawan!”


“Bosssssss!” teriak Beast Kera Putih lainnya.


“Sudah biarkan saja dia!” sela Zhao Jian karena tubuh Kera Putih itu lebih keras dari Ayam Jago, maka butuh beberapa kali pukulan untuk membunuhnya.


Seperti ucapan Zhao Jian, Kera Putih keluar dari lubang tempat tubuhnya menghantam tanah dengan keras. Dia menyeka darah dari sudut bibirnya dan menatap tajam Ye Mo, sepertinya ia sangat marah dan kesal.


“Ayo cakar wajah manusia bajingannnnn itu!” teriaknya dengan bahasa Beast.


“Tuan Jian... biarkan kami mengatasi Ye Mo dan tuan fokus saja menghadapi Lu Xiaoran!” sela Violet yang berada di sebelah Zhao Jian.


“Berhati-hatilah, dia sangat kuat!” sahut Zhao Jian segera mengedarkan energi spiritual-nya mencari keberadaan Lu Xiaoran.


Retakan Dimensi muncul di belakang Zhao Jian yang langsung langsung mengayunkan pedangnya. “Gerakan yang sama lagi? Kau kira aku bodoh, ya?” cibirnya.


Bukan Lu Xiaoran yang muncul dari retakan dimensi itu, Tombak yang diselimuti energi spiritual Petir lah yang menyambutnya.


Untung saja Zhao Jian sudah siap sehingga ia dapat menahan tusukan Tombak itu dengan Pedang Keadilan.


“Aku tidak menyangka Lu Xiaoran memiliki banyak harta tingkat Surgawi, dari mana ia mendapatkannya? Apakah dia sebenarnya berasal dari Dunia lain juga?” Kaisar Gu tercengang, karena Zhao Jian sudah mengeluarkan berbagai macam senjata saat melawan Ye Mo dan Zhao Jian.


Zhao Jian melompat ke dalam retakan dimensi itu dan muncul Dua ribu langkah dari lokasi sebelumnya atau berada di sisi lain sebuah gunung.


Sudut bibir Lu Xiaoran memancarkan seringai tipis melihat Zhao Jian muncul di hadapannya. “ Ternyata Ye Mo sangat tidak berguna sekali, harus aku juga yang akan membunuhmu!“ cibirnya.


“Kenapa kau sangat ingin membunuhku? Bahkan kau rela berdamai dengan musuh yang ingin menghancurkan Dunia kita,” sahut Zhao Jian penasaran, mungkinkah ia dendam karena dirinya menikahi Jiang Ruo.


“Ha-ha-ha... apakah aku perlu alasan khusus untuk membunuhmu?” Lu Xiaoran tertawa terkekeh-kekeh. “Bagaimana kalau aku mengatakan jawabannya adalah aku menginginkan Ketiga Beast Surgawimu itu!” katanya lagi.


Zhao Jian terkejut mendengarnya, ternyata Lu Xiaoran bukan kesal dirinya menikahi Jiang Ruo. Namun, dia mengincar Violet, Huli Jing dan Daji.


Alasan ini sangat masuk akal dan pantas saja Lu Xiaoran ingin membunuhnya.


Karena sudah mendapatkan jawaban, Zhao Jian segera memasang kuda-kuda beladiri dan mencengkram erat gagang Pedang Keadilan.


“Kalahkan aku lebih dulu, barulah berpikir untuk memiliki mereka... itupun kalau mereka mau menjadikanmu sebagai tuan mereka!” cibir Zhao Jian.


Pedang, Panah Giok Pembunuh, Lonceng Emas Surgawi melayang di sekitar Lu Xiaoran. Di tangannya sendiri tercengkram Tombak Petir.


Seperti sebelum-sebelumnya, Lu Xiaoran memanfaatkan Sistem Surgawi berpindah tempat. Dia muncul dari atas Zhao Jian, energi spiritual Petir menyelimuti Tombaknya yang terlihat seperti Naga yang turun dari langit.


Zhao Jian tidak berpindah tempat, dia memasang kuda-kuda beladiri dan menekan kakinya dengan keras.


Dari bilah Pedang Keadilan memercik sengatan-sengatan listrik, sesaat kemudian Belut Listrik sebesar Naga menggeliat dan melesat ke atas.