Beasts Master

Beasts Master
Kompetisi Perburuan Hutan Tengah XIII



Jiang Ruo dan kelompok Mawar Merahnya melanjutkan perburuan kompetisi Perburuan Hutan Tengah tersebut, tetapi sayang sekali Beast yang ada di Gua telah melarikan diri.


Zhao Jian mengajak Jiang Ruo dan kelompok Mawar Merah berburu bersamanya, tetapi mereka menolak karena mereka ingin menjadikan Puncak Awan Putih juara satu dalam kompetisi ini.


Zhao meminta Jiang Ruo untuk menyalakan kembang api bila bertemu Beast atau musuh yang tidak dapat mereka atasi dan dirinya akan menyusul ke sana secepat mungkin untuk membantu mereka.


Jiang Ruo hanya mengangguk pelan tanda setuju, sedangkan Liu Ruxu tanpa malu-malu langsung mencium pipi Zhao Jian sebelum pergi sehingga murid-murid wanita di dalam Kelompok Mawar Merah bersorak gembira.


...***...


“Ke arah mana kita akan pergi, Gaoer?” tanya Zhao Jian pada Beast Anjing berbulu hitam yang ahli mengendus tersebut.


“Sepertinya para Beast telah melarikan diri akibat pertarungan tadi, tetapi aku merasakan ada rombongan murid-murid Sekte lain yang mendekat dengan kecepatan tinggi seolah-olah mereka telah mengetahui keberadaan kita!” sahut Gaoer gelisah. “Diantara mereka ada Tiga Puluh Ranah Saint!”


“Jumlah itu setara dengan kekuatan Tiga Puncak Sekte Pedang Abadi bila digabungkan, kenapa mereka melesat kemari? Apakah gara-gara pertarungan tadi membuat mereka penasaran?” gumam Zhao Jian merasa ada yang tidak beres. “Kita sebaik menjauh dari sini!”


Zhao Jian melesat ke arah yang Utara, berbeda dengan rombongan Jiang Ruo yang bergerak ke arah tenggara dan rombongan murid-murid yang tidak diketahui dari Sekte mana tersebut datang dari arah Selatan.


Zhao Jian cukup percaya diri rombongan murid-murid itu tidak akan dapat mengejarnya karena tehnik meringankan tubuhnya sudah mencapai tahap sempurna.


Namun, dugaannya itu salah besar, rombongan murid-murid itu tidak berhenti di bekas pertarungan antara sesama murid Sekte Pedang Abadi tersebut.


Hua Yin dari Sekte Gunung Hua tahu ke mana pun Zhao Jian pergi karena kertas Jimat yang dihancurkan oleh Shao Xinghe saat kalah melawan Zhao Jian adalah Sihir pelacak.


“Dia berpisah dengan kelompoknya, sepertinya dia sangat percaya diri mampu menjelajahi hutan tengah seseorang diri. Apakah ia tidak membuka catatan sejarah dalam Sektenya bahwa Sekte Gunung Hua selalu menjadi peringkat pertama dalam kompetisi perburuan hutan tengah!” Hua Yin mencibir Zhao Jian.


“Ha-ha-ha... mungkin ia merasa sudah menjadi Tokoh utama seperti dalam dongeng hanya karena ia memiliki Beast yang banyak menemaninya!” Yang Kai, yang merupakan jenius beladiri Sekte Gunung Hua ikut mencibir Zhao Jian walaupun ia belum pernah bertemu dengannya, tetapi Sekte-Sekte besar telah mendeklarasikan secara tidak langsung bahwa Zhao Jian adalah musuh mereka——maka secara otomatis Zhao Jian juga menjadi musuhnya makanya ia menerima ajakan Hua Yin untuk melenyapkan Hakim Kekaisaran tersebut.


Setelah melesat sejauh Dua Puluh Mil, Zhao Jian memutuskan untuk berhenti. Dia yakin murid-murid yang tadi itu tidak akan mengejarnya.


“Tuan Jian... murid-murid itu ternyata terus mengikuti kita!” seru Gaoer yang membuat Zhao Jian tersentak kaget.


Gaoer mengerutkan keningnya, “Bukankah tuan Jian yang selalu ikut campur dalam masalah orang lain makanya wajar mereka melakukan balas dendam!”


“Eh, kan... aku cuma menjalankan tugas! Apakah ini seperti cerita-cerita klasik; bila kamu mengalahkan seseorang maka saudara laki-lakinya akan datang, bila kamu mengalahkan saudara laki-lakinya itu maka Ayah akan muncul, bila kalah lagi Tokoh Sepuh Klan-nya akan keluar dari meditasinya, bila kalah lagi maka Sesepuh sesepuhnya yang telah bereinkarnasi akan melakukan balas dendam bahkan ....”


Gaoer mengerutkan keningnya mendengar ucapan tuannya yang sangat aneh itu, kenapa ia menggerutu membawa nenek moyang segala padahal lawannya cuma murid-murid Sekte lain.


Hua Yin muncul di hadapan Zhao Jian dengan sudut bibir menyeringai jahat, sedangkan rekan-rekannya satu-persatu muncul sembari menghunus senjata masing-masing.


Zhao Jian kagum dengan kemunculan mereka seperti sudah tahu di mana posisinya, bahkan beberapa mendarat di pucuk Pohon besar seperti ala-ala Assassin.


“Sekte Gunung Hua?” gumam Zhao Jian teringat dengan Patriark Sekte Gunung Hua yang mencibirnya saat pertemuan dengan Kaisar Jiang Long. Kini akhirnya ia mengerti kenapa dirinya dikejar oleh murid-murid utama Sekte Gunung Hua. “Apakah tua Bangka itu yang mengirim kalian? Sayang sekali, tikus-tikus lemah seperti kalian telah salah memilih lawan!” ancamnya—berharap mereka akan melepaskannya karena takut dengan jabatannya sebagai Hakim yang juga menantu Kaisar.


Hua Yin tertawa terkekeh-kekeh, begitu juga dengan murid-murid Sekte Gunung Hua lainnya.


“Sudah selesai mengocehnya?” ejek Hua Yin. “Padahal aku belum memperkenalkan diri tetapi kau sudah seperti Kucing yang ketakutan saat disergap kawanan serigala. Zhao Jian... apakah kamu tidak menyadari di mana kita berada?” Sudut bibirnya memancarkan seringai jahat.


“Hutan Tengah, tempat tanpa hukum satu-satunya di Kekaisaran Jiang!” sahut Yang Kai tertawa terkekeh-kekeh di sebelah Hua Yin.


“Bahkan kepala Kaisar bisa terpenggal di sini dan tidak akan ada yang menuntutmu!” sahut Hua Xuan—Ranah Saint pengguna Tombak ikut tertawa mengejek Zhao Jian yang terlihat mengerutkan keningnya.


“Grgrgrgrgrgrgrgrgrgrgrgrgrgrgrgrgrgr!” Gaoer memperlihatkan taring yang tajam, bulu-bulu tubuhnya berdiri dan melepaskan niat membunuh karena kesal tuannya diejek oleh Hua Yin dan rekan-rekannya tersebut.


Hua Xuan menatap tajam Gaoer. “Anjing ini sepertinya telah memiliki Kristal Beast, bagaimana untukku saja!”


Tanpa menunggu jawaban dari Zhao Jian, Tombak milik Hua Xuan melesat ke arah Gaoer yang tidak dapat bereaksi karena gerakannya terlalu cepat.


“Lancang sekali!” sahut Zhao Jian, bilah Pedang Keadilan telah memblokir Tombak Hua Xuan. “Apakah kita harus berlumuran darah? Padahal kita tidak memiliki dendam satu sama lain!” Zhao Jian menatapnya dengan dingin, tak ada senyuman yang terpancar dari wajahnya.