
Yan Mo bertekuk lutut di halaman Kediaman Zhao Fan, ekspresi wajahnya menjadi pucat melihat kobaran api hitam yang membakar rumah saudarinya itu.
“Maafkan Saudari Yan... Aku terlambat datang!” Yan Mo menyalahkan dirinya atas yang terjadi pada Yan Yan dan Zhao Fan.
Namun, ia heran di mana Hakim Zhao Jian? Karena tadi ia melihatnya berlari ke arah sini, akan tetapi saat ia dan Puluhan anggota Klan Yan tiba, tidak ada siapapun di sini kecuali tubuh-tubuh Prajurit Kerajaan Zhao yang telah diserap esensi kehidupannya.
Zhao Jian sebenarnya hampir sampai ke Kediaman Zhao Fan, akan tetapi ia berjumpa dengan rombongan Petugas Pengadilan yang dipimpin oleh Zhao Chen.
Petugas Pengadilan senior itu menganalisa pergerakan musuh dan menduga musuh sebenarnya hanya memancing Prajurit Kerajaan Zhao dan anggota Klan Yan agar melonggarkan pertahanan di Kediaman Klan Zhao.
Zhao Chen menduga musuh sedang mendekati Kediaman Klan Yan dan akan memulai pembantaian lagi, sehingga Zhao Jian memutuskan kembali ke Kediaman Klan Zhao.
...***...
Ye Jing mengerutkan keningnya saat ia melempar bola matanya ke arah Kediaman Klan Yan, karena melalui tehnik mata Iblisnya—Ye Jing melihat ada Ratusan ahli beladiri bersembunyi di sana dan mereka semua adalah Ranah Spirit.
“Apa aku mundur saja dan melakukan terorr pada Penduduk lebih dulu agar mereka berpencar?” gumam Ye Jing. Namun, tiba-tiba ia melihat di atap Kediaman Klan Yan ada Dua Beasts Rubah dengan energi spritual yang sangat berlimpah. “Ternyata ada harta karun di sini he-he-he... kalau aku mendapatkan Kristal Beasts keduanya maka sudah dipastikan Aku akan menerobos ke Ranah Tianzun!” Keserakahan terpancar dari sorot mata Ye Jing.
Daji menyemburkan bola api ke arah mata Iblis Ye Jing, akan tetapi bola mata itu segera kembali padanya—sehingga Beasts Rubah dengan simbol matahari di keningnya itu gagal menghancurkannya.
“Wah! Wah! Beasts nakal, kalian tidak sabaran sekali!” Ye Jing menyeringai dan melempar Yan Yan ke pinggir telaga. “Lihatlah Yan Yan sayang... aku akan memanen esensi kehidupan Klan Yan-mu!”
Yan Yan menyeka darah dari sudut bibirnya dan tak merespon perkataan Ye Jing. Dia hanya menatap kosong ke arah Klan Yan-nya dan berharap anggota keluarganya segera melarikan diri dari Iblis kejam di hadapannya ini.
“Cih, membosankan! Wanita lacurr ini telah pasrah dengan mudahnya!” Karena biasanya mangsanya akan terus memohon hingga detik terakhir hidup mereka, berbeda dengan Yan Yan yang mungkin sudah tahu dirinya tidak akan pernah memberikan pengampunan—sehingga percuma saja memohon agar diampuni olehnya.
Ye Jing melukai lengannya dan darah yang menetes dari sana membentuk sebuah Pedang dengan aura kematian yang sangat mencekam.
Namun, ia mengingat janjinya pada Pria misterius yang membuatnya menjadi kuat seperti sekarang, kalau ia akan menjadi Penegak Keadilan dan di depan matanya telah muncul sosok jahat menyerap esensi kehidupan orang-orang tak bersalah; baik tua, muda dan ahli bela diri—semua ia lahap tanpa menyisakan seorang pun.
Jenderal Zhao Yi atau Pangeran Pertama melayang di udara dengan Tombak berwarna emas di tangannya. Dia tampak tenang dan menatap Yan Yan yang dipenuhi luka-luka akibat diseret oleh Ye Jing, kemudian Zhao Yi menghela nafas dalam-dalam.
Ye Jing mengerutkan keningnya, ia merasa Pria tampan yang melayang di atas Kediaman Klan Yan itu tampak sangat berwibawa.
Dia yakin akan sedikit merepotkan melawannya karena bawahannya pasti rela mati demi membelanya, sosok sepertinya sangat dicintai karena ia pernah menjadi seperti sosok Zhao Yi. Namun, pada akhirnya dirinya dikhianati oleh kekasihnya dan menikamnya dari belakang, untung saja ia mengolah tehnik rahasia yang membuat Jiwa-nya berkelana mencari sosok tubuh yang dapat menampung Jiwa-nya dan kebetulan sekali nama mereka juga sama, serta mengalami kehidupan yang tragis juga.
“Ha-ha-ha... panen kali ini sungguh berlimpah dan menarik!” Ye Jing tertawa jahat sembari menatap Zhao Jian dan Zhao Yi.
“Yan‘er... ayah akan menyelamatkanmu bertahan lah!” Patriark Klan Yan sangat marah dan melepaskan Niat Membunuh yang sangat besar, tetapi Niat Membunuh itu langsung dihilangkan oleh aura hitam dari Ye Jing.
“Tuan Yan mundur lah dan lakukan serangan jarak jauh untuk mengalihkan perhatiannya!” seru Zhao Yi sembari menutup matanya dan ia berkomunikasi dengan Gui Dao Kerajaan Zhao agar menyalurkan kekuatannya padanya.
Sebagai Putra Mahkota dan pewaris tahta Kerajaan Zhao selanjutnya, Raja Zhao Tian telah menyerahkan kendali Gui Dao padanya agar Zhao Yi dapat berkomunikasi dengan Gui Dao dalam menghadapi serangan Gui Dao lain.
“Pangeran Yi tiba-tiba menjadi kuat dan dipenuhi energi spritual yang sangat berlimpah?” Zhao Jian terkejut, apalagi basis Kultivasi-nya naik satu tingkat menjadi Ranah Jie Zhu. “Sepertinya untuk saat ini kita hanya menjadi pengamat saja!” Zhao Jian tersenyum bahagia karena secercah harapan telah muncul, sosok lawan yang sepadan melawan Ye Jing akhirnya muncul di pihaknya.
“Hmm, ternyata Gui Dao bisa digunakan seperti itu?” Ye Jing terkejut. “Namun, itu bukan kekuatan bawaannya dan hanya pinjaman saja, sehingga hanya bertahan sebentar saja!”
Ye Jing di masa lalu telah berkali-kali bertemu dengan musuh yang tiba-tiba dapat menaikkan basis Kultivasi mereka secara instan dan kekuatan itu hanya bertahan sebentar serta memiliki efek samping yang merugikan penggunanya.
Namun, ini pertama kalinya ia bertemu musuh untuk yang meminjam kekuatan Gui Dao, sehingga semangat bertarungnya langsung meningkat dan ini adalah kesempatan menguji siapa yang lebih kuat antara ahli beladiri dari Dunia rendahan ini dengan ahli beladiri yang pernah menjadi yang terhebat di Dunia Tianlong tersebut.
Sepuluh Pedang Darah tiba-tiba melayang sepuluh tombak di atas Ye Jing, kemudian Pedang-Pedang Darah itu melesat ke arah depan dengan kecepatan tinggi, hanya dalam satu kedipan mata telah muncul di hadapan Zhao Yi.