
Pangeran Fang Han terhempas Puluhan langkah setelah tebasan pedangnya berbenturan dengan cakar Beast Harimau.
Pangeran Fang Han menggertak kan giginya saat melihat rombongan Fang Yuan melesat ke arah dalam Paviliun Bunga, di mana Zhao Jian dan Jiang Ruo menginap saat ini.
“Jangan biarkan mereka memasuki Paviliun Bunga!” teriak Pangeran Fang Han pada Puluhan Prajurit yang bersembunyi di atap Paviliun Bunga.
“Serang para pemberontak itu!” seru salah satu Prajurit sembari melompat ke arah Fang Yuan dan yang lainnya.
“Hanya kalian saja? Jangan harap bisa menghalangi kami!” sahut Su Yuan mengeluarkan Dua Pedang pendek dari Kantung Penyimpanannya. “Kalian tetap bergerak sesuai rencana dan biarkan aku saja yang mengurus karakter sampingan ini he-he-he ....” Su Yuan tertawa mengejek para Prajurit yang melompat ke arah mereka.
Kedua bilah pedang pendek Su Yuan mengeluarkan energi spritual Petir sehingga sengatan-sengatan listrik memancar dari kedua pedang pendek itu, sesaat kemudian Su Yuan langsung menghilang dari pandangan mereka dan hanya suara jeritan-jeritan kesakitan dari para Prajurit yang kini terdengar.
“Ayo bergerak!” seru Fang Yuan yakin Su Yuan akan mudah melenyapkan para Prajurit dengan basis kultivasi rendah yang menghalangi jalan mereka.
“Berani sekali berbuat onar di Paviliun Bunga!” Fang Jening menghadang rombongan Fang Yuan dan langsung menyerang mereka dengan energi spritual-nya.
“Jangan bernapas, asap ungu ini adalah energi spritual racun. Terus bergerak ke dalam! Aku akan menahan tuan Putri Jening!” seru Fang Yuan memasang kuda-kuda beladiri dan menghunus pedang miliknya. “Aku tidak ingin melukaimu tuan Putri... lebih baik tuan Putri menyingkir saja, kami hanya ingin menjadikan gadis itu sebagai tawanan saja agar Gui Dao Asing itu tidak melahap Gui Dao kita!”
Fang Yuan mencoba menyakinkan Fang Jening walaupun ia tahu sepupunya itu tidak akan menuruti keinginannya, akan tetapi ia telah mengungkapkan niat mereka sebenarnya sangat mulia yang rela mati dan dicap sebagai pemberontak demi melindungi Kerajaan Kura-Kura Awan.
“Aku akan membantumu menyingkirkan tuan Putri Jening!” Suara Su Yuan menggema tetapi tubuhnya tidak terlihat kecuali kilatan Petir yang melesat ke dalam asap ungu di depan Fang Yuan.
Su Yuan sengaja menyerang tanpa menunggu jawaban dari Fang Yuan karena ia tahu Fang Yuan pasti ragu-ragu menyerang sepupunya itu, kalau mereka berlama-lama di sini takutnya bala bantuan akan datang sehingga misi menculik Jiang Ruo menjadi gagal.
Fang Yuan terkejut dengan tindakan gegabah Su Yuan. “Sial! Kasim Ma belum muncul makanya aku belum menyerang Fang Jening karena kemungkinan ia diam-diam melindunginya!” keluhnya sembari bersiap-siap menyerang.
Su Yuan tiba-tiba berteriak kesakitan dan tubuhnya terhempas menabrak dinding tembok di dekat Paviliun Bunga yang langsung hancur berkeping-keping. Luka menganga berbentuk telapak tangan menghiasi dada Su Yuan yang langsung batuk mengeluarkan seteguk darah.
Fang Yuan mengerutkan keningnya karena musuh kuat yang sesungguhnya telah muncul. Dia sudah lama mengetahui rahasia kalau Kasim Ma adalah Ranah Saint terkuat di Kerajaan Kura-kura Awan dan hanya segelintir ahli beladiri saja yang dapat mengalahkannya di masa lalu, sedangkan di masa sekarang kemungkinan besar tidak ada yang dapat mengalahkannya.
“Aku harus bertukar lawan dengan Penatua Beast Master, lebih baik melawan Pangeran Fang Han dari pada melawan Kasim Ma,” gumam Fang Yuan walaupun ia belum pernah mengalahkan Pangeran Fang Han.
Detak jantung Fang Yuan langsung berdegup kencang saat Kasim Ma melangkah keluar dari kepulan asap ungu. Fang Yuan melangkah mundur dan ketakutan, tetapi ia teringat Fang Jening masih berada di dalam kepulan asap itu.
Tujuh Niat Pedang berukuran sangat besar tiba-tiba jatuh dari langit dan satu kedipan mata kemudian Niat Pedang itu telah menghujani kepulan asap ungu.
“Tuan Putri!” Kasim Ma terlihat panik dan melompat ke dalam kepulan asap ungu.
“He-he-he... rasakan itu Kasim tua bodoh!” umpat Fang Yuan sembari melesat ke arah Su Yuan dan membantunya berdiri. “Cepat menjauh dari sini! Aku akan bertukar posisi dengan Penatua Beast Master karena Kasim Ma itu bukanlah lawan yang sanggup kita hadapi!” katanya lagi.
“Kenapa tidak kau bilang dari awal!” gerutu Su Yuan yang kembali batuk-batuk dan menyemburkan seteguk darah dari mulutnya.
“Itu salahmu bodoh! Aku sudah memperingatkanmu, tetapi kamu malah main nyosor saja dan pamer kekuatan karena lawannya adalah Fang Jening, kan?” sahut Fang Yuan memarahi Su Yuan.
“Ternyata kau dibalik semua ini, Fang Yuan brengsekkkkkkkk!” teriak Fang Jening sembari menghilangkan kepulan asap ungu, dia menatap tajam Fang Yuan dan di sebelahnya berdiri Kasim Ma dengan kepalan tangan yang mengeluarkan darah.
“Sudah kuduga Kasim Ma baik-baik saja walaupun harus menangkis tehnik berpedang pamungkasku hanya dengan tangan kosong saja!” gumam Fang Yuan menatap sinis ke arah Fang Jening dan Kasim Ma.
Fang Jening yang marah segera melesat ke arah Fang Yuan, tetapi Fang Yuan malah melarikan diri ke arah Penatua Beast Master yang sedang bertarung melawan Pangeran Fang Han yang kewalahan menghadapi Beast Harimau.
Kasim Ma mengatakan pada Fang Jening agar tidak mengejar Fang Yuan karena Fang Jening pasti akan kalah bila Penatua Beast master menyerang dirinya.
Kasim Ma menyarankan agar Fang Jening lebih baik menyusul rombongan Su Mo yang telah memasuki Paviliun Bunga bersama ranah Tianzun lainnya.
Fang Jening langsung menurutinya karena ia khawatir dengan keselamatan Zhao Jian dan Jiang Ruo yang hanya memiliki basis kultivasi Ranah Tianzun saja, dia yakin keduanya tidak akan sanggup melawan rombongan Su Mo yang memiliki jumlah lebih banyak.
Fang Jening belum menyadari kalau suami istri itu baru saja melangkah ke Ranah Saint beberapa saat yang lalu, sehingga Su Mo dan rekan-rekannya sama saja sedang mengirim diri mereka lebih cepat menuju kehidupan berikutnya.
“Kenapa kamu—” Belum selesai Penatua Beast master berbicara dengan Fang Yuan, tiba-tiba Kasim Ma telah muncul di sebelah Pangeran Fang Han dan meninju Beast Harimau yang menyerang sang Pangeran sehingga Beast Harimau itu terhempas sejauh dua puluh langkah.
Penatua Beast Master terkejut melihatnya dan tidak menyangka Kasim Ma sangat kuat sekali walaupun Fang Yuan telah memberitahunya kalau Kasim Ma itu yang paling patut diwaspadai karena dirinya lebih kuat dari Pangeran Fang Han dan Fang Jening.
Kini Penatua Beast Master sudah tahu maksud Fang Yuan menghampiri dirinya. “Baiklah, kau hadapi Pangeran Han dan aku akan bermain-main dengan Kasim tua itu! Ular manisku ini sudah lama tidak melahap ahli beladiri, memakan Kasim tua itu sepertinya akan menambah nutrisinya!” Sudut bibir Penatua Beast master memancarkan seringai tipis menatap Kasim Ma.
Beast Ular Putih milik Penatua Beast Master segera meliuk-liuk mendekati Kasim Ma dan saat jarak keduanya hanya tinggal sepuluh langkah lagi, Beast Ular Putih langsung mengayunkan ekornya dan Kasim Ma tetap berdiri kokoh, dan hanya memasang kuda-kuda beladiri saja menantikan kedatangan ekor Beast Ular Putih.