
Zhao Jian mengikuti arus sungai bawah tanah dan muncul di Telaga yang diapit oleh empat bukit yang tidak terlalu tinggi.
Dia merasa saat mengikuti arus sungai tadi, gua tempat Violet menyerap energi spritual Beast Lintah berada di bukit sebelah timur.
Dia meninggalkan tanda ke mana arah mereka akan pergi agar Violet dan yang lainnya dapat menyusulnya nanti setelah Violet mencapai Ranah Paramita.
“Aku merasakan aura Beast Ranah Saint di sebelah sana tuan Jian, tetapi ada banyak aura manusia juga di sana!” seru Gaoer dengan ekornya yang terus bergerak ke kiri dan ke kanan.
Zhao Jian langsung berspekulasi kalau mereka pasti sedang memperebutkan Beast Ranah Saint tersebut.
“Apa aku bergabung dengan mereka juga, ya?” gumamnya yang sebenarnya tidak ingin merebut buruan murid-murid lain, tetapi kejadian yang menimpa Liu Hao masih mengkhawatirkannya, dia takut murid-murid Sekte Pedang Abadi diburu oleh murid-murid dari Sekte lain. “Tuntun jalan ke sana, Gaoer!” Dia memutuskan untuk melihat perburuan mereka.
...***...
“Kita itu satu Sekte, kenapa kalian mengusik kami?” Jiang Ruo membentak murid-murid dari Kelompok Serigala Hitam yang sebenarnya juga murid-murid Sekte Pedang Abadi.
Sebenarnya Jiang Ruo tahu Kelompok Serigala Hitam sangat membenci suaminya, apalagi Zhao Jian adalah seorang Hakim yang secara otomatis akan mengusik kepentingan Klan-Klan besar yang merupakan tempat asal kelompok Serigala Hitam tersebut.
Jiang Ruo berharap dengan statusnya sebagai Putri Mahkota, mereka akan berhenti mencoba mengusik kelompoknya, terutama Liu Ruxu yang mereka incar karena tatapan mereka selalu tertuju pada istri yang pertama dinikahi oleh Zhao Jian tersebut.
Bai Lie dengan kecus menjawab seruan Jiang Ruo, “Kami tidak akan mengusik kalian kalau kalian memberitahu di mana keberadaan Zhao Jian!”
Bai Lie telah membentuk tim-tim beranggotakan beberapa orang untuk mencari keberadaan Zhao Jian selama perburuan Hutan Tengah ini, tetapi tak ada satu diantara mereka yang melihat keberadaannya.
Sebagai Pemimpin Penegak Hukum, Jiang San juga memiliki relasi di Pengadilan Kekaisaran dan ia mendapatkan informasi kalau Hakim serta Petugas Pengadilan yang tergabung dalam koalisi Faksi Keadilan telah merekrutnya, maka saat berada di luar Sekte——Zhao Jian akan selalu dikawal oleh mereka.
“Kalian sudah melihat dari awal kalau kami hanya pergi dengan Kelompok Mawar Merah saja, kami tidak tahu di mana keberadaan Jian gege... eh, maksudku murid Puncak Penjinak Beast itu!” Jiang Ruo mendengus mengatakannya karena mereka benar-benar tidak pernah bertemu dengan Zhao Jian selama perburuan Hutan Tengah.
Bai Lie mengerutkan keningnya dan merasa Jiang Ruo serta Kelompok Mawar Merah sedang berkilah. “Nan Jing... kau menyukai gadis itu, kan?” Sudut bibirnya memancarkan seringai jahat menatap Liu Ruxu.
Nan Jing telah lama ingin mendengar Bai Lie menyuruhnya untuk menangkap Liu Ruxu, wanita yang paling ia cinta itu. Namun, sayangnya cintanya bertepuk sebelah tangan.
Xuan Yan yang berada di barisan belakang sangat senang Kelompok Mawar Merah akan mengusik sosok yang membuatnya masuk ke dalam penjara bawah tanah tersebut. Dia sangat menantikan ekspresi wajah Zhao Jian saat mengetahui kalau istrinya akan dinodai oleh Nan Jing.
“Apa yang akan aku lakukan pada Ruxu‘er senior Lie?” Nan Jing menjawab seruan Bai Lie.
“Ambil gadis itu untukmu dan tuan Putri Jiang Ruo serta yang lainnya boleh pergi, serta Beast yang ada di gua itu akan menjadi buruan kami!” seru Bai Lie dengan sombong karena Kelompok Serigala Hitam kini jauh lebih kuat dari Kelompok Mawar Merah bentukan Jiang Ruo.
Liu Ruxu terkejut mendengarnya, secara spontan ia mundur beberapa langkah, keringat dingin membasahi wajahnya karena takut akan ditawan oleh Na Jing.
“Apa yang harus kulakukan? Aku hanya Ranah Tianzun saja sedangkan Nan Jing telah mencapai Ranah Saint!” gumam Liu Ruxu sembari menghunus Pedangnya.
Jiang Ruo melangkah ke depan Liu Ruxu dan menghunus pedangnya juga. “Jangan coba-coba mengusik anggota Mawar Merahku? Apakah kalian hendak melanggar hukum?” ancamnya.
Namun, Nan Jing tetap melangkahkan kaki mendekati mereka, sudut bibirnya memancarkan seringai jahat. “Senior Lie telah mengatakan tidak akan mengusik Kelompok Mawar bila tuan Putri Ruo menyerahkan Kekasihku itu. Ayolah, jangan persulit aku tuan Putri atau... Anda ingin gadis-gadis lain bermandikan darah?” ancamnya juga sehingga Jiang Ruo mengerutkan keningnya.